Ustadz Muda

Ustadz Muda
#154


Kang Hatim menghampiri Hana dan teh Dawa di rumah umi bersama Zulfi di belakangnya.


Kang Hatim langsung duduk di samping Hana,dan Hana di samping umi Nurul.Zulfi duduk di sebelah teh Dawa.


"Kata Zulfi dia mau pindah pesantren!" kata kang Hatim.


"Lah,kenapa?" tanya teh Dawa.


"Mau nyari pengalaman di pesantren lain!" jawab kang Hatim.


"Iya bu,kan di pesantren yang di Tasik cuman fokus ke tilawah,sedangkan aku mau seperti paman Hatim,serba bisa! tilawah bisa,ilmu alat nya jago,ilmu mantik nya bisa,ilmu hikmah nya juga bisa!" kata Zulfi.


"Sudah teh,izinin aja! dia sudah milih pesantren yang bagus buat dia,pesantren yang tilawahnya ada,nahwu sorof nya ada!" kata kang Hatim.


"Ya sudah,berapa biaya nya?" tanya umi Nurul.


"Nenek ngizinin?" tanya balik Zulfi dan di jawab anggukan oleh umi Nurul.


"Alhamdulillah!" kata Zulfi sambil mengusapkan kedua telapak tangannya di wajah.Dia lanjut meluk umi Nurul.


"Terima kasih nenek!" kata Zulfi.


"Kenapa sebahagia itu?" tanya kang Hatim.


"Dia tahu,kalau sudah umi yang memutuskan,pasti teteh juga tidak bisa membantah!" kata teh Dawa.


"Gak butuh biaya,dia milih pesantren yang gratis makan,cuman bayar iuran aja!" Hatim menjawab pertanyaan umi Nurul.


"Berapa iurannya?" tanya umi Nurul.


"Lima belas ribu perbulan nek!" jawab Zulfi dengan semangat.


"Ya sudah,nanti untuk biaya yang lainnya nenek kasih kalau kamu mau berangkat!" kata umi Nurul.


"Gak usah mi,aku juga ada uang kok!" kata teh Dawa.


"Nanti aku bantu!" kata kang Hatim.


"Umi Zahra kemana?" tanya Zulfi.


"Ke pasar,persediaan di dapur umum sudah hampir habis!" jawab umi Nurul.


"Oouh,ibu,aku boleh berangkat besok?" tanya Zulfi.


"Boleh!" jawab teh Dawa.


"Terus aku gimana?" tanya Taufiq yang ternyata dia dari tadi diam merenung dia akan bisa atau tidak kalau di pesantren tidak bersama kakaknya.


"Gimana apanya?" tanya kang Hatim.


"Kalau kak Zulfi pindah pondok,aku sama siapa?" tanya balik Taufiq.


"Masa sudah dua bulan gak punya teman!" jawab kang Hatim.


"Bukannya gak punya man,aku punya teman! tapi kalau gak ada kak Zulfi aku berasa gak punya pelindung!" kata Taufiq.


"Lah,bukannya kamu malu kalau sama kakak Fiq?" tanya Zulfi.


"Iya sih,aku emang malu kakau apa apa harus sama kakak,tapi aku gak bisa tampa kakak!" kata Taufiq.


"Yeh kacau!" kata Zulfi.


"Sebaiknya jangan! gak enak sama yang di Tasik!" jawab Zulfi.


"Iya juga tapi!" kata Taufiq.


"Nanti kalau sudah satu tahun boleh kamu ikut kakak!" kata Zulfi.


"Kalau aku di Baitussalam awal dulu gimana?" tanya Taufiq.


"Sama aja Taufiq! sudah kamu mondok dulu aja di ummul qur'an! gak apa apa gak sama kakak juga! kan kakak juga di masih di Tasik,cuman beda pesantren gak sama kamu!" kata Zulfi.


"Gini,Taufiq tetep di Garut,eh di Tasik! dan Zulfi ke Kubangsari!" kata kang Hatim.


"Aku mau ikut kak Zulfi man!" kata Taufiq.


"Asal kamu mau mondok di ummul qur'an,paman akan kabulkan satu permintaan kamu!" kata kang Hatim.


"Jangan satu!" kata Taufiq.


"Mau berapa?" tanya kang Hatim.


"Tiga!" jawab Taufiq.


"Ya sudah,tapi yang akan di kabulkan yang paman bisa aja ya! dan jika kamu minta hand phone,gak akan di laksanakan!" kata kang Hatim.


"Yang pertama!" kata Taufiq dengan semangat.


"Semangat amat!" kata kang Hatim dan yang lain hanya tersenyum termasuk Hana.


"Gak papa dong!" kata Taufiq.


"Iya iya,mau apa?" tanya kang Hatim.


"Kan biasanya uang jajan bulananku cuma tiga ratus ribu perbulan,nah aku mau jadi lima ratus ribu perbulan!" kata Taufiq.


"Buat apa uang jajan banyak banyak?" tanya teh Dawa.


"Itu bukan urusan ibu! aku janji gak akan boros kok!" kata Taufiq.


"Ya sudah,permintaan pertama paman kabulkan! jadi paman kasih kamu dua ratus ribu perbulan!" ujar kang Hatim.


"Kok jadi dua ratus?" tanya Zulfi.


"Kan tiga ratus lagi dari ibumu!" jawab kang Hatim.


"Ouh iya lupa!" sambil cengengesan.


"Yang ke dua apa?" tanya kang Hatim.


"Aku mau Al-Qur'an baru,baju koko baru,peci baru,dan sarung baru sebelum aku berangkat ke pondok!" jawab Taufiq.


"Paman setujui!" kata kang Hatim.


"Dan yang terakhir,aku akan minta suatu hari nanti! paman harus ingat! bibi,nenek,ibu dan kak Zulfi jadi saksinya!" kata Zulfi.


*Sorry baru update gays...


Untuk info kenapa Author gak up lama,masuk ke grup Author Syiba,atau follow ig Author Syiba.