Ustadz Muda

Ustadz Muda
#231


"Kamu gak cemburu kan?" tanya kang Hatim dengan nada menggoda.


"Nggak! Biasa aja! Kan dia sekarang sudah punya calon suami,sudah mau nikah! Masa masih mau ngejar ngejar yang udah sold out sih?! Yang udah punya istri dan sebentar lagi jadi ama! Jadi ayah! Jadi Abah!" kata Hana dengan sombongnya.


"Eh bi,akang mau nanya dong!" kata kang Hatim sambil membenahi posisi duduknya agar terlihat serius.


"Nanya apa? Masa orang sepintar Ustadz Hatim ini mau bertanya kepada saya orang yang miskin ilmu!" kata hana.


"Yeh,ini serius!" kata kang Hatim.


"Apa emang pertanyaanya?" tanya Hana.


"Ini misal akang jadi ibu ibu pengajian! Jamaah kamu nih,jadi kamu yang cermah!" kata kang Hatim.


"Apa apaan itu?!''


"Assalamualaikum umma Hana!" kata kang Hatim.


"Apaan sih kang!" Hana malah tertawa karena suara kang Hatim di kecil kecilkan di mirip miripkan dengan suara perempuan.


"Salam itu wajib di jawab hubbi!" kata kang Hatim.


"Oh iya iya,waalaikumussalam!"


"Gini Ustdazah,saya meu bertanya sama umma! Apakah dosa jika seorang istri selingkuh? Dan bagaimana caranya agar kita sebagai seorang istri bisa menjadi istri sholehah? Terima kasih atas kesempatan yang telah di berikan dan terima kasih sebelumnya dengan jawaban yang umma berikan!" kata kang Hatim dan Hana malah tertawa.


"Malah tertawa,jawab!" kata kang Hatim.


"Mau ngetes apa gimana sih? Aku gak bisa ah! Masa air mencari air!" kata Hana.


"Jawab aja dulu bi!"


"Gak bisa ah! Gak tahu!" kata Hana.


"Akang yakin kamu bisa! Ayo jawab!"


"Kalau aku bisa jawab,apa hadiahnya?" tanya Hana.


"Emh,apa ya? Baju gimana?"


"Kerudung?"


"Banyak juga!"


"Apa atuh ya,kamu mau apa?" tanya kang Hatim.


"Aku mau jalan jalan ke mall mau yang ada di sini atau di Jakarta! Kalau boleh sih,mau yang di Jakarta! Supaya bisa ketemu Auni juga!" jawab Hana.


"Ya udah deh,kita ke Jakarta! Minggu depan! Tapi mau apa ke mall?"


"Beli perlekapan buat Sulthaan kang! Beli alat mandinya,beli pakaiannya,beli ini itu semuanya! Perlengkapan bayi!" jawab Hana.


"Lah,kamu hamil masih tiga bulan setengah bi,masih lama! Nanti aja kalau udah tujuh,delapan,sembilan bulan!" kata kang Hatim.


"Ih,kelamaan kang! Biar tenang gitu kalau semuanya sudah siap!"


"Ya sudah deh,terserah kamu aja! Tapi jawab dulu pertanyaanya!" kata kang Hatim.


"Apa tadi pertanyaanya?"


"Yeh kamu mah!"


"Maaf hubbiku! aku lupa!" kata Hana.


"Kalau mau panggil hubbi,gak perlu pake ku! Hubbi itu artinya cintaku! Jadi kalau kamu pakai ku lagi,jadi cintaku,ku!" ucap kang Hatim.


"Ouh iya maaf lupa!"


"Berikut pertanyaanya! Apakah dosa jika seorang istri selingkuh? Dan bagaimana caranya agar kita sebagai seorang istri bisa menjadi istri sholehah?"


"Baik,terima kasih kepada akang yang sydah bertanya!" kata Hana.


"Ibu bi,kan ceritanya yang nanya kamu itu ibu ibu!" kata kang Hatim.


"Oh iya,terima kasih kepada ibu yang sudah bertanya! Namun sebelum saya jawab,apa saya boleh tahu nama ibu dan dari mana ibu berasal?" Hana.


"Nama saya ibu,euh ibu Icih! Iya saya ibu Icih dari alam goib!" jawab kang Hatim membuat Hana kembali tertawa karena lagi lagi kang Hatim meniru sura perempun, hingga dirinya juga tertawa.