Ustadz Muda

Ustadz Muda
#179


"Assalamualaikum!" kata kang Hatim sambil membuka pintu rumahnya.Dia baru pulang dari toko nya karena baru kedatangan barang.


"Hubbi!" panggil kang Hatim sedikit teriak namun tidak ada jawaban.


"Ish,dia kemana sih?" tanya kang Hatim pada dirinya sendiri.


Tok tok tok


"Paket!" kata seseorang dari luar rumah.


Dengan sedikit buru buru kang Hatim bangkit lagi dari duduknya dan segera membuka pintu.


"Dari siapa mas?" tanya kang Hatim setelah membuka pintu.


"Maaf,saya kurang tahu! di sini hanya tertulis untuk Farhana!" jawab kurir itu.


"Ooh,ya sudah,saya suami Farhana!" kata kang Hatim.


"Oh iya mas,ini paketnya saya titip aja!" kata kurir itu memberikan paket itu dan memotret kang Hatim tanpa ijin.


"Saya permisi mas!" kata kurir itu.


"Iya iya,terima kasih!" kata kang Hatim.


"Sama sama!" jawab kurir itu dan langsung pergi.


"Ada paket lagi kang?" tanya Hana yang sudah duduk di atas kursi.


"Kamu dari mana? kok di panggil panggil gak jawab?" tanya kang Hatim.


"Maaf kang,tadi aku lagi sholat!" jawab Hana.


"Pasti isinya menjijikan lagi!" kata Hana.


"Akang juga curiganya gitu bi!" kata kang Hatim.


Kang Hatim sama Hana sama sama curiga isi dari paket itu menjijikan,karena sudah empat hari berturut turut paket datang ke rumah mereka.


Setiap hari,di hari pertama paket itu datang dengan isinya bangkai tikus dan sepucuk surat yang isinya Tinggalkan Hatim,atau kau akan meninggal dalam waktu dekat seperti tikus tikus ini!.Di hari kedua Hana menerima paket lagi di saat kang Hatim sedang ngajar,namun tetap di bukanya bersama kang Hatim dan isinya bangkai cicak dengan surat yang isinya sama seperti surat pertama namun di ganti nama hewannya.Di hari ke tiga juga datang paket lagi dan saat itu paketnya di terima oleh Hana lagi di saat kang Hatim sedang ke rumah teh Alvi,namun tetap di buka bersama sama dengan Hana.Isinya rubah lagi,isinya adalah bangkai ikan mas yang sangat bau melebihi bau bangkai tikus.Tidak lupa juga dengan suratnya yang berisi sama namun beda nama hewannya.


"Isinya apa lagi ya?" tanya Hana setelah kang Hatim duduk di sampingnya.


Kang Hatim mulai membuka paket itu dengan hati hati dan sedikit di jauhkan karena takut di dalamnya sesuatu yang menjijikan.


"Baunya sudah ke cium!" kata Hana sambil menutup telinga dengan kedua tangannya.


"Ya Allah bi,kalau berisik,baru tutup telinga! kalau bau,tutupnya hidung!" kata kang Hatim memindahkan posisi tangan kanan Hana dari telinga kanannya ke hidungnya.Hana sedikit tertawa.


Kang Hatim mengambil tangan kiri Hana dan hampir dia jilat,namun Hana buru buru manarik tangannya.


"Jorok ih!" kata Hana.


"Makanya,jangan banyak bercanda!" kata kang Hatim sambil menahan tawa akibat melihat ekspresi geli Hana.


"Bau kang!" kata Hana.


"Udah tau bau,masih aja di cium!" kata kang Hatim.


"Apa isinya kang?" tanya Hana setelah kang Hatim berhasil membuka paket berbentuk kotak itu.


"Bangkai gagak bi,orang ini bener bener nekat! rela membuang buang uangnya untuk membeli bangkai hewan hewan dan membuang uangnya untuk biaya pengiriman! seperti orang jahiliyah!" kata kang Hatim.


"Ada surat nya gak?" tanya Hana.


"Ada!" jawab kang Hatim.


"Buka buka!" kata Hana.


"Gak guna bi,paling isinya juga sama!" kata kang Hatim.


"Buka dulu,siapa tahu beda!" kata Hana.


Kang Hatim nurut sama istri tersayangnya,dia mengambil surat itu dan membukanya.


"Tuhkan isinya sama!" kata kang Hatim setelah membuka suratnya.


"Aku perhatikan ya kang,di setiap surat,di ujung kertasnya pasti ada huruf sin!" kata Hana.


"Iya sih,emang kamu tahu artinya?" tanya Hana.


"Ada salah satu teman dekatku yang sangat sangat menyukai huruf sin!" jawab Hana.


"Siapa?" tanya kang Hatim.


Vote gays,vote....


komen juga jangan lupa....


hadiahnya juga jangan lupa...


rate nya jangan lupa...