Ustadz Muda

Ustadz Muda
#172


Pagi yang cerah di area pesantren.Hari ini para santriawati di liburkan untuk mengaji dan sengaja di suruh gotong royong membersihkan lingkungan pesantren.


Sedangkan di rumah besar yang hanya berisi sepasang suami istri sudah siap untuk memakan sarapan mereka.


"Bi!" kata kang Hatim.


"Kang!!" sapa balik Hana sambil menuangkan nasi goreng dan menyimpankan sosis goreng juga telur di atas nasinya.


"Lain kali kita main ke cirebon ya!" ajak kang Hatim.


"Eh,mau apa?" tanya Hana.


"Akang mau menemui guru akang!" jawab kang Hatim.


"Ooouh,gimana kalau aku gak ikut?" tanya Hana.


"Harus ikut sih,aku kan gak bisa jauh darimu bi!" jawab kang Hatim.


"Lebay ah,biasanya juga gak mikirin aku!" kata Hana.


"Eh kata siapa? so tau lu! aku selalu mikirin kamu bi,kamu sakit aku cemas! masa kamu gak tahu betapa cemasnya suami tampan mu ini saat kamu sakit bi!" kata kang Hatim.


"Sosisnya enak ya kang?" tanya Hana.


"Enak banget bi,dasar! akang mau,kamu muji gitu,iya akang emang hebat gitu,atau apalah masa kamu gak bisa muji sih!" kata kang Hatim.


"Alhamdulillah,segala puji bagi Allah!" kata Hana.


"Kamu benar bi!"


"Kang,setelah makan aku mau bantu beres beres ya!" kata Hana.


"Iya!"


"Boleh?" tanya Hana.


"Boleh!"


"Akang mau kemana?" tanya Hana.


"Akang mau ke toko dulu!" jawab kang Hatim.


"Mau apa?" tanya Hana.


"Main! gak lama kok!"


"Ya sudah!"


Selesai makan,Hana membereskan piring dan peralatan makan yang lainnya.Sesuai rencana kang Hatim pergi ke toko dan Hana mau bantu bersih bersih lingkungan pesantren.Namun kang Hatim berangkat lebih dulu sedangkan Hana mencuci barang barang abis makan.


"Assalamualaikum ukhti ukhti!" kata Hana menyapa teman temannya setelah sampai di halaman depan pesantren.


"Apa kabar teh?" tanya Maya setelah bersalaman dengan Hana.Yang lain juga ikut bersalaman.


"Alhamdulillah baik,kalian gimana?" tanya balik Hana.


"Alhamdulillah kami juga baik!" jawab Maya mewakili semuanya.


"Erni belum kembali?" tanya Hana.


"Belum,gak papa si Erni mah gak ke sini lagi juga!" jawab Naya.


"Eeh,gak boleh gitu!" kata Hana.


"Bercanda teh!" jawab Naya.


"Kalau Indri gimana kabarnya ya?" tanya Hana.


"Lah teh,ngapain mikiran si Indri teh,Firaun gitu jangan di pikirin!" kata Maya.


"Astaghfirullah,kalian ih!"


"Jangan gitu Maya! doain mati aja sekalian!" kata Naya.


"Ya Allah,jangan gitu ih kalian! doain orang itu harus yang baik baik! gak boleh yang buruk buruk! karena apa? karena Allah akan mengabulkan doa seseorang dan akan terjadi kepada yang berdoa! setelah itu baru pada yang di doakan! contohnya,kamu berdoa agar aku pintar,nah yang bakal pintar duluan itu kamu! baru aku!" ujar Hana.


"Iya teh,bercanda doang kok!" kata Naya.


"Bercanda juga jangan berlebihan!" kata Ros.


"Iya maaf maaf!" kata Naya.


"Minta maaf sama Indri sana!" kata Ros.


"Ih,amit amit! gw minta maaf sama orang gak tau malu seperti dia!" kata Naya.


"Udah ah,ayo lanjut beres beres! takutnya malah ghibah!" kata Hana.


"Habisnya kita kangen banget sama teh Hana!" kata Maya.


"Kenapa gak main ke rumah?" tanya Hana.


"Malu lah!" kata Naya.


"Eh,kenapa malu? kang Hatim juga gak akan ngelarang kalian buat main!" kata Hana.


"Bukan malu sih,tapi kan kemarin teh Hana gak ada di rumah! kemarin kemarin nya lagi kan kita sama sama sibuk!" kata Maya.


"Heheh,iya juga sih!" kata Hana.


"Kita juga takut kalau main ke rumah teh Hana di sebut seperti si Indri! jadi pelakor!" kata Maya.