
Al-Habib di kawal oleh para banser menuju ke pelaminan.Namun sebelum ke pelaminan,Al-Habib bertemu dengan kakak kakak ipar kang Hatim yang dengan sangat senang hati menyambut Al-Habib.Tidak lupa kakak kakak kang Hatim juga berfoto dengan Al-Habib untuk kenang kenangan.
Setelah selesai berurusan dengan kakak kakak kang Hatim,Al-Habib langsung naik ke pelaminan dan di sambut oleh ayah Bima dan Bu Nur orang tua Hana yang duduk di sebelah kanan kang Hatim dan Hana.
"Alhamdulillah bisa bertemu dengan Al-Habib!" kata ayah Bima sambil mencium tangan Habib Bidin.
"Senang bisa bertemu dengan bapak!" kata Al-Habib dengan ramah.
Kang Hatim juga ikut berdiri menyambut kedatangan Habib Bidin.
"Terima kasih sudah datang!" kata kang Hatim sambil mencium tangan Habib Bidin.Habib Bidin mengusap kepala Kang Hatim yang tertutup peci dan setelah itu langsung berpelukan.
Hana menundukkan kepalanya dan kepala Hana juga di usap oleh Habib Bidin menandakan bahwa dia memberi berkat kepada Hana.
"Wil,foto wil!" kata kang Hatim kepada Wildan si Fotografer.
"Siap!" Wildan langsung memotret kang Hatim dengan posisi Al-Habib di samping kanan kang Hatim dan Hana tetap di samping kiri kang Hatim.
"Tahan!" kata Wildan sambil melihat dulu hasil foto itu.
"Sekali lagi! satu dua tiga!" Wildan kembali melihat hasil jepretan itu.
"Al-Habib saya juga boleh minta foto?" tanya Wildan membuat kang Hatim heran.Walaupun Wildan seorang fotografer,tapi dari dulu dia sangat anti jika dirinya sendiri yang di foto.
"Boleh boleh!" jawab Habib Bidin.
Dengan semangat Wildan naik ke pelaminan mencium tangan Al-Habib dan mengeluarkan hand phone nya dan berfoto selvi.
Pertama dia selvi berdua dengan Al-Habib dan kedua kali selvi berlima dengan Zulfi yang tiba tiba datang dan masuk barisan.
Setelah berfoto Zulfi juga mencium tangan Al-Habib diikuti Taufiq,terus diikuti lagi oleh kedua anak teh Zahra yang laki laki yaitu Asnawi dan Hanafi.Terus diikuti lagi oleh anak teh Putri yang paling besar yaitu Latif.
Al-Habib dengan senyuman ramahnya dengan senang hati melayani mereka yang memang mereka mengidolakan Al-Habib dan para ulama ulama.
"Ham!" panggil kang Hatim pada salah satu temannya yang bernama Ilham saat Al-Habib sedang berfoto bersama keponakan keponakan kang Hatim.
"Okey!" jawab Ilham dengan senang hati karena pasti di rumah dia bisa mengobrol dan berfoto dengan habib tampan itu.
Lanjut Habib bertemu dengan umi Nurul yang sebenarnya dari tadi umi Nurul duduk di dampingi Asnawi anak paling besar teh Zahra.Umi Nurul dari tadi tidak berhenti meneteskan air matanya.Dalam hatinya berkata Andai Abi masih hidup,pasti abi juga ikut merasakan kebahagian anak kita Bi! kata hati umi Nurul.
Habib Bidin dengan sopan mengatupkan tangannya kepada umi Nurul.Maklum umi Nurul sudah tidak terlalu kuat berdiri,jadi dia juga hanya bisa membalas dengan cara mengatupkan tangannya.
"Bagaimana kabarnya umi?" tanya habib Bidin dengan ramah dan penuh kesopanan.
"Alhamdulillah sehat Habib,bagaimana kabar mu juga Habib?" tanya umi Nurul.
"Alhamdulillah umi,saya juga sehat,doakan saja ya umi,semoga saya terus sehat dan bisa terus membunyikan sholawat di atas bumi ini ya umi!" kata Habib Bidin.
"Aamiiin aamiin,doaka umi juga ya,dan doakan juga Hatim!" kata umi Nurul.
"InsyaAllah umi!" jawab Habib Bidin.
"Hatim,bawa Habib istirahat dulu Hatim,dia pasti capek sudah perjalanan jauh!" kata umi Nurul.
"Iya umi!" jawab kang Hatim.
"Habib bisa ikuti teman saya ke rumah,dan Habib istirahat saja dulu!" kata kang Hatim.
"Ah iya terima kasih Ustadz!" kata Habib Bidin.
"Silahkan!" kata kang Hatim dan dengan sopan Ilham juga mengisyratkan tangannya mempersilahkan Al-Habib.
Walaupun sudah di damping oleh Ilham teman kang Hatim,tetap saja Al-Habib di kawal oleh banser menuju rumah kang Hatim.Jika tidak di kawal oleh Banser,pasti semua tamu tidak akan tertahan hanya untuk bersalaman dan mencium tangan Habib Bidin.
*Catatan
Ini hanya halusinasi Author ya,aslinya jangankan bisa mengundang Az-Zahir bisa lihat aja sudah beruntung.Dan untuk sikap ramah Al-Habib yang Author gambaran juga hanya halu Author.Author tidak tahu aslinya Al-Habib bagaimana....