Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Peluang besar


Sebenarnya Lola merupakan wanita yang baik, mandiri dan juga setia. Akan tetapi, akibat rasa sakit ketika di khianati oleh kekasihnya membuat Lola berubah menjadi wanita yang cukup nakal.


Lola yang tidak percaya dengan yang namanya cinta, mencoba untuk membangkitkan semangatnya dengan cara menikmati minuman. Setelah itu sudah mulai terbiasa, Lola malah menjadi teman kencan pria-pria yang kesepian, barulah lari menjadi teman tidur.


Semua itu Lola lakukan, karena dia merasa sudah tidak pantas lagi menjalani kehidupan yang semestinya. Tubuh sucinya sudah di ambil oleh kekasihnya tanpa paksaan, mereka melakukannya atas dasar cinta jadi tidak ada yang di rugikan.


Namun, apa daya. Kekasih Lola memilih untuk menikahi wanita pilihan kedua orang tuanya, dan meninggalkannya dalam keadaan hati yang sangat hancur.


Saat itu dunianya hancur, tidak lagi Lola mengenal sama yang namanya cinta. Dia menutup rapat semua itu, lalu menjalani hidupnya sebagai gandengan pria kesepian. Lalu, ketika Lola sudah puas dengan dunia seperti itu, dia mencoba untuk fokus menitis kariernya sebagai sekretaris.


Lama kelamaan entah ada apa dengan hatinya, Lola malah tertarik dengan kegagahan seorang Gala, selaku atasannya sendiri. Lola mencari tahu semua tentang Gala secara diam-diam, setelah dia mengetahui semua itu Lola menjadi bimbang. Dia ingin maju, tetapi Gala memiliki keluarga. Ingin mundur, tetapi rasa cintanya malah semakin besar.


Nah, ketika ada kesempatan saat keadaan Gala lagi down akibat Perusahaannya hampir gulung tikar, tanpa di sengaja Lola melihat kehadiran Gala di sebuah BAR bias tempat dia memanjakan tubuhnya.


Lola masih terdiam di tempat sambil terus memantau Gala dari jaraknyang tidak terlalu jauh, tetapi saat Gala mulai di dekati wanita-wanita hatinya sedikit panas. Kemudian Lola yang tidak kuat, mencoba mendekat dengan semua dramanya di depan Gala.


"Tu-tuan Gala? Tu-tuan ada di sini?" tanya Lola, ekspresi wajahnya benar-benar patut di acungi jempol.


"Ka-kau, Lola 'kan? Sekretarisku di kantor?" tanya balik Gala, sambil menyipitkan matanya saat dia baru selesai meminum satu gelas kecil minuman berakohol cukup tinggi.


"Ya, Tuan. Ini saya, Lola. Tuan kenapa ada di tempat ini? Apa Tuan ada masalah?" ucap Lola, menarik ulur aksinya.


"Harusnya saya yang nanya, kenapa kamu ada di sini? Kamu itu perempuan, tidak baik ada di tempat seperti ini!" tegas Gala.


"Ma-maaf, Tuan. Saya habis bertemu dengan teman saya, ketika ingin pulang. Saya melihat Tuan di sini, ya sudah saya segera membantu Tuan agar wanita gatel itu tidak mengganggu," ucap Lola yang sudah berhasil mengusir wanita-wanita malam.


"Oh, terimakasih!" jawab Gala, kembali minum.


"Tuan, i-itu minuman yang kadar alkoholnya sangat tinggi. Apa bila Tuan meminumnya hampir 2 botol, sudah di pastikan Tuan tidak akan sadarkan diri!" seru Lola, khawatir.


"Biarlah, saya sudah capek dengan hidup ini. Baru juga saya ingin membahagiakan anak serta istri, tetapi saya malah mendapat kabar buruk mengenai kolega bisnis yang berpengaruh besar terhadap Perusahaan. Mereka membatalkan semua kerja sama kita dan menarik kembali dana yang sudah masuk," jawab Gala, wajahnya benar-benar terlihat frustasi.


"Tenang, Tuan. Semua itu pasti ada jalan keluarnya, Tuan tidak boleh menyerah. Sekarang lebih baik saya antarkan Tuan pulang saja ya, kondisi Tuan sudah tidak baik!"


"Ma-maaf, Tuan. Sa-saya tidak sengaja, sekali lagi ma-maaf!" ucap Lola menundukkan wajahnya.


Kali ini Lola memang sangat pandai untuk menarik perhatian Gala. Di mana Gala yang tadinya ingin marah karena Lola sudah lancang duduk di sampingnya, tetapi tidak jadi.


"Sudalah, tidak masalah. Lebih baik kamu pulang saja, ini sudah larut malam. Tidak--"


"Tidak, Tuan. Saya mau di sini menemani, Tuan. Keadaan Tuan sudah setengah sadar, saya tidak ingin sampai terjadi hal buruk pada Tuan. Lebih baik, kita pulang sama-sama saja, kasihan istri dan anak Tuan di rumah."


Dengan segala keberanian, Lola memotong pembicaraan atasannya. Kemudian mereka kembali berbincang-bincang. Awalnya penuh keseriusan, sampai akhirnya berubah menjadi candaan yang membuat mereka tertawa bersama.


Di sini Lola bisa melihat sisi lain dari Gala, berbeda ketika Gala berada di kantor pasti sifatnya sangatlah cuek. Ini saja, karena pengaruh minuman sehingga Gala bisa ngebanyol layaknya seorang teman akbrab.


Setelah sekian lama mereka mengobrol, di posisi Gala yang sudah tinggal 10 persen lagi. Lola segera menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, Gala menolak semua ajakan itu.


Gala merasa dirinya baik-baik saja, mencoba untuk bangkit. Sayangnya tubuhnya oleh ke kanan yang membuatnya hampir terjatuh jika Lola tidak langsung menahannya.


"Nah, 'kan. Saya bilang juga apa, Tuan itu sudah mabuk berat. Lebih baik saya antar saja ke rumah, Tuan kasih tahu saja alamatnya. Gimana?"


Lola menawarkan diri untuk mengantr Gala pulang, semua itu masih berjalan semestinya. Lola hanya menggunakan drama kecil agar Gala bisa lebih dekat dengannya.


Namun, satu kalimat terucap dari bibir Gala. Berhasil membuat Lola terkejut, dan hampir terjatuh saat posisi tubuh Lola melemas akibat melihat adanya peluang besar.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung