Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Seorang Aktris


Di tempat yang sedikit sepi, mereka semua berdiri sambil berhadapan. Dimana perkataan Naku lagi-lagi benar-benar menyakitkan Becca.


"Waw, is amazing! Sebegitu sayangnya Nyonya terhadap anak itu? Sampai Nyonya menyeret anak sendiri di depan umum? Benar-benar gila! Haha ...."


Naku tertawa di atas rasa sakit hatinya yang bertambah, lantaran Becca lebih memihak kepada Yola dari pada dirinya.


"Cukup, Naku! Kamu sudah benar-benar keterlaluan, apa kamu tidak punya sedikit rasa kasihan. Hahh? Lihatlah, dia itu masih sangat kecil. Terus kenapa kamu memperlakukannya seperti itu?"


"Jika kamu kesal sama Mommy, cukup Mommy yang kamu dorong. Bukan dia! Dia itu tidak tahu apa-apa, dia hanya kaget saat melihat Mommy terjatuh. Seharusnya kamu yang jauh lebih dewasa darinya, bisa menahan emosimu. Bukan malah menyakiti anak kecil seperti itu!"


"Ingat, Mommy tidak pernah mengajarkanmu seperti ini. Apa lagi dulu kamu sangat menginginkan seorang adik, terus kenapa kamu malah tega seperti itu? Bagaimana jika seandaikan Tuhan kembali mengirimkan adik di rahim Mommy, apakah kamu akan bertingkah layaknya seorang jagoan bukan superhero. Iya!"


"Oke, kalau kamu marah. Cukup, Mommy yang kamu sakiti, tapi jangan pernah melampiaskan rasa marahmu pada orang lain. Kamu itu hanya salah paham sama----"


Becca menghentikan ucapannya saat tangan Naku naik ke atas, pertanda bahwa Naku sudah tidak ingin mendengar Becca terus berbicara. Bagi Naku, itu hanyalah omong kosong untuk sekedar membela dirinya.


Kejadian ini sudah tidak bisa lagi di toleransikan oleh Naku, padahal sebelumnya dia sudah mencurigai Gala. Akan tetapi, ternyata dia salah. Becca berhasil memanipulasi dirinya dengan semua kebohongan yang dia tutupi.


"Sudah cukup kau berbicara Nyonya Becca! Aku tidak sudi lagi untuk mendengar semua penjelasan darimu. Semua ini sudah jelas, kalau di sini yang berkhianat itu kau. Bukan Daddyku!"


"Dan, anak si*alan itu telah menjadi bukti kuat. Jika kalian memang memiliki hubungan yang sudah kelewat batas!"


"Ohh, atau jangan-jangan anak itu adalah anak yang di hasilkan dari perselingkuhan kalian. Iya? Waw, sungguh mengejutkan. Pantas saja dia memberikan panggilan spesial untukmu. Jadi, sudah terbukti bukan. Bila kau memang seorang aktris yang sangat patut di acungi jempol!"


"Sungguh, luar biasa akting yang kau gunakan, Nyonya. Haruskan aku mengacungkan 2 jari jempolku? 4 jempolku? Atau kalau perlu aku daftarkan menjadi pemain film, gimana? Dengan begitu bakat aktingmu bisa tersalurkan pada tempatnya!"


Kata-kata yang Naku lontarkan begitu sakit terdengar di telinga Becca. Dimana panggilan Mommy berubah menjadi Nyonya hanya dalam hitungan menit.


Perkataan penuh penekanan itu benar-benar membuat Becca tidak tahu harus bagaimana. Berulang kali dia mencoba untuk berbicara, tetapi Naku selalu menolaknya.


"Saya sebagai Daddy dari anak saya, merasa begitu sakit ketika putri satu-satunya yang saya miliki di hina seperti itu. Asal kamu tahu, Yola adalah anakku dan juga mantan istriku yang sudah meninggal dunia 3 tahun lalu. Sementara hubungan saya dan Mommymu hanya sebatas teman lama. Kami pun bertemu setelah sekian lama tidak bertemu. Jadi, saya minta tolong. Dengarkan penjelasan Mommymu dulu, sebelum kamu menyesal telah mengeluarkan kata-kata yang berulang kali telah menyakiti hatinya!"


Rio yang dari awal berusaha kuay untuk tetap terus berdiam diri, tanpa membela haknya. Seketika langsung keluar dengan suara yang terdengar begitu serius.


Ketidak terimaan Rio, pada Naku yang sudah menghina putri kesayangannya, berhasil membungkam mulut Becca. Dia tidak tahu harus berbicara seperti apa lagi pada Rio untuk meminta maaf, sebab wajahnya sudah begitu malu terhadapnya atas ulah anaknya.


Naku hanya bisa menatap remeh ke arah mereka semua. Sakit hati atas apa yang dia lihat, semua membutakannya. Dia percaya, apa yang dia lihat itulah kenyataannya.


Sampai pada akhirnya Naku pun tersenyum, lalu membalikan tubuhnya dan baru saja ingin melangkah. Tiba-tiba Becca memeluknya dari arah belakang, untuk menghentikan langkah kaki anaknya yang ingin pergi meninggalkannya.


Kini, hati Naku sangatlah hancurnya saat dia mendapatkan pelukan dari seorang Ibu yang telah menghancurkan impiannya.


"Ma-maafkan Mommy, Naku. Maafkan Mommy, ini semua tidak seperti apa yang kamu lihat. Kamu itu salah paham sama Mommy, Sayang. Jadi, please ... kasih Mommy kesempatan sekali saja untuk menjelaskan semuanya sama kamu."


"Mommy sayang banget sama Naku, Mommy tidak mau kehilangan Naku. Jadi, Mommy mohon ya, berikan Mommy waktu 5 menit saja.Mommy janji, Mommy akan menjelaskan semuanya sampai ke akar-akarnya, karena Mommy tidak reka bila harus kehilangan putra satu-satunya. Hiks ...."


Isak tangis yang terdengar sangat pilu di telinga Naku, berhasil membuat air matanya ikut menetes. Kedua tangannya mengepal kuat di samping kakinya, dengan mata memerah menyorot tajam ke arah depan.


Terlihat bila Naku sedang berusaha menahan rasa sakit yang ada di dalam hatinya. Bagaimana hati Naku tidak rapu, ataupun hancur. Jika apa yang sudah dia jaga selama ini, supaya kedua orang tuanya tetap selalu bersama seketika menjadi berantakan. Semua itu disebabkan oleh seorang tamu yang tidak di undang telah hadir, lalu masuk ke dalam rumah yang telah Naku jaga sekuat hatinya.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung