
"Aku tahu, masa lalumu begitu pedih. Akan tetapi, cara yang kamu lakukan untuk menutupi lukamu itu sudah salah, La. Jika memang pria itu tidak memilihmu, masih banyak jutaan pria yang bisa menerimamu ketika kamu memiliki hati yang bersih. Mereka tidak akan peduli, kau bekas siapa atau bagaimana masa lalumu. Mereka pasti bisa menerimanya, asalkan kamu tidak sampai lari ke dunia malam itu!"
"Di situ saja langkahmu sudah salah, sehingga kamu mencoba mengobati rasa sakit itu bukan dengan perubahan yang jauh lebih baik lain. Melainkan dengan cara yang kotor, sehingga timbulkan aura negatif yang membuatmu sampai di titik ini."
"Meskipun aku kecewa dengan sikapmu yang sudah menghancurkan semuanya, tapi aku juga tidak bisa menghakimimu. Mungkin, untuk sekarang aku belum bisa memaafkanmu semudah itu, tapi suatu saat nanti setelah aku bisa berdamai sama hidupku. Maka, aku akan coba untuk memaafkan semua kesalahanmu begitu pun Gala."
"Sekarang lebih baik kamu berusaha dan berjuang agar suamimu tidak menceraikanmu, rubahlah sikapmu dan buktikan pada semuanya kalau kamu bisa menjadi orang baik atas keinginanmu sendiri tanpa paksaan. Dan satu yang harus kamu tahu, tenang saja. Aku tidak akan kembali dengannya, keputusanku untuk berpisah sudah benar. Jadi, kamu bisa memilikinya seutuhnya!"
Setelah mendengar perkataan Becca, ntah mengapa hati Lola langsung tergores. Dia seperti bisa merasakan apa yang Becca rasakan, seakan-akan ini adalah karma kecil dari apa yang sudah dia lakukan padanya.
Lola tidak bisa mengatakan apapun lagi, dia hanya menganggukan kepalanya pertanda bahwa dia akan berubah demi mempertahankan rumah tangganya.
Naku yang ada di samping Becca tidak ingin ikut campur atas masalah yang terjadi pada kedua orang tuanya, selama tidak ada yang menyentuh Becca. Dia merasa bangga atas sikap Mommynya yang bisa bersikap selembut ini pada seseorang yang sudah menyakiti hatinya dan juga menguras mentalnya.
Tanpa di sadari ada seseorang yang tersenyum lebar saat menyaksikan kejadian yang ada di dalam gedung tersenyum. Hanya saja, dia tidak menyangka kejadian ini bisa langsung meledak bagaikan bom yang sangat dahsyat.
Melihat sikap Becca yang sangat dewasa, berhasil mengetuk hatinya sehingga dia merasa kagum atas sikap Becca yang tidak ikut menghakimi orang yang jelas-jelas sudah menghancurkan hidupnya.
Lola langsung kembali beralih ke Gala, dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada. Dia menjelaskan semua kejadian pada waktu itu, dan kenapa dia melakukan kehamilan palsu pada Gala. Walaupun, Gala tidak berkata apa-apa. Akan tetapi, dia memiliki telinga yang pasti merekan semua suara yang ada di dekatnya.
Gala terdiam bukan berarti dia bingung harus bersikap apa pada Lola. Dia hanya menyesali semua perbuatannya, seharusnya dari awal dia berkata jujur dengan Becca maka kemungkinan besar semua ini tidak akan terjadi.
Namun, apa daya. Rasa kasihan sama Lola pada waktu itu, membutakan semua kenyataan yang ada. Sehingga rencana Gala yang awalnya ingin membuktikan anak itu adalah anaknya atau bukan, menjadi hilang. Lantaran, Becca sudah lebih tahu semua itu sebelum waktunya. Jadi, situasi yang seharusnya tidak ada di bayangan Gala, sekarang telah terjadi tanpa di duga.
Penjelasan yang Lola berikan malah semakin membuat kuping Galamenjadi panas. Tanpa rasa kasihan, tangannya refleks menampar Lola sampai tubuhnya terlempar dan menghantam sebuah meja hingga rusak.
Kebayang bukan, betapa kencangnya tamparan Gala pada Lola. Sampai-sampai semua orang begitu syok, melihat kekuatan super yang entah berasal dari mana bisa membuat Lola tergeletak di atas meja yang sudah rusak.
Tubuhnya sudah di penuhi oleh luka-luka akibat pecahan beling yang menempel di kulit mulusnya. Rasa sakit di fisiknya tidak sebanding dengan rasa sakit di hati Lola. Di mana harga dirinya sudah hancur dan runtuh, kini dia juga harus menerima tubuh mulusnya di penuhi oleh luka.
Namun,itu tidak membuat Lola kapok. Dia terus bangkit dan kembali bersujud di hadapan Gala sambil menangis untuk minta maaf padanya atas semua kesalahannya.
"Hiks ... Ma-maafkan aku, Sayang. Maaf! Kamu boleh menyiksaku sampai kapan pun aku siap, asalkan jangan pernah tinggalin aku karenaaku sangat mencintaimu, Gala. Aku tidak siap, jika kamu menceraikanku. Kasih aku kesempatan sekali saja, maka aku akan merubah semuanya agar aku bisa menjadi istri yang baik untukmu. Aku mohon, Sayang. Aku mohon, maafkan aku!"
"Sudah cukup, Lola. Hentikan semua ini! Aku sudah muak mendengar suaramu, bahkan aku sudah tidak sudi untuk melihat wajahmu lagi!"
"Mulai saat ini, aku akan menceraikanmu. Dan kita akan hidup masing-masing! Aku tidak mau lagi, sampai kau muncul di hadapanku. Jika itu terjadi, maka jangan salahkan aku kalau aku akan melakukan sesuatu yang lebih parah dari ini!"
Bentakan suara bariton Gala menggelegar di seluruh gedung itu, sampai semuanya tidak berhenti di rekam oleh wartawan serta beberapa para tamu undangan.
Sorakan hingga tepukan tangan mengiringi rasa kebahagiaan mereka semua, lantaran Gala telah mengambil sikap yang sangat benar untuk menceraikan Lola di depan umum, setelah di permalukan.
Akan tetapi, cara semua orang untuk melampiaskan rasa senangnya sedikit salah. Mereka malah melemparkan semua makanan yang ada di sana serta minuman ke tubuh Lola, tanpa terkecuali.
Lola hanya bisa menangis sambil duduk, saat menerima semua rasa malu itu. Tidak sedikit pun dia memberontak melindungi tubuhnya. Becca yang merasa kasihan pada Lola, segera berteriak agar membuat semua orang menghentikan aksinya.
Namun, di sela-sela Becca menyelamatkan Lola dari pembullyan itu ada salah satu orang yang bisa di katakan sangat membenci pelakor, langsung melemparkan sebuah gelas tepat di kepala Lola.
Lola hanya bisa pasrah, memegangi kepalanya dalam keadaan tubuh yang mulai melemah karena rasa pusing di kepalanya serta aliran cairan berwarna merah terus mengalir. Kemudian Lola jatuh pingsan, Becca refleks untuk melindunginya agar tidak lagi membuat semua orang menghakiminya.
Teriakan Becca yang begitu keras, berhasil menghentikan semua itu. Becca segera memarahi Gala, lantaran dia hanya bisa berdiam diri tanpa ada rasa kasihan terhadap istrinya sendiri.
Demi menuruti permintaan Becca, Gala segera menggendong Lola dan membawanya ke rumah sakit sebelum terlambat. Naku, membantu Becca untuk membuat semua orang agar lebih tenang serta membubarkan acara tersebut.
Di mana semua orang langsung memberikan semangat pada Naku dan Becca, tidak lupa doa-doa baik di panjatkan untuk kebahagiaan mereka.
Satu sisi positif, semua orang merangkul Becca tanpa lagi menyalahkannya. Akan tetapi, sisi lainnya Becca juga tidak membuat semuanya untuk memojokan Gala ataupun Lola. Sebab, Gala dan Becca sudah menikmati kehidupan barunya, jadi biarlah itu menjadi urusan masing-masing tanpa harus ikut campur.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung