Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Mengizinkan Becca


Selang beberapa menit saat Becca sudah jauh lebih baik, Naku perlahan mulai melepaskan pelukannya. Kemudian dia menatap wajah Becca yang sudah sembab, lalu mengusap sisa air mata di pipinya dan setelah itu memegang kedua tangan Becca penuh keseriusan.


"Mom, tatap mata Naku. Bilang sama Naku, apa yang Mommy inginkan dari Naku saat ini? Katakan dengan sungguh-sungguh, kali ini Naku ingin mendengar Mommy mengatakannya tanpa embel-embel ataupun nangis. Bisa?"


Sorotan mata dari Naku benar-benar berhasil membuat Becca tidak berkutik. Dia hanya bisa menganggukan kepalanya, lalu Becca mencoba menarik napasnya berulang kali. Dirasa sudah cukup kuat, barulah Becca menatap Naku penuh kesungguhan sambil mengutarakan semua isi hatinya saat ini.


"Jujur, Mommy tahu Naku pasti berat untuk melepas Mommy menikah lagi dengan siapapun itu. Tapi, kali ini saja untuk yang pertama dan terakhir Mommy meminta sama Naku, tolong restui hubungan Mommy dan Om Rio. Mommy mohon, izinkan Mommy bahagia bersamanya, Mommy yakin ini pilihan Mommy yang terakhir dan selamanya."


Becca berbicara penuh keyakinan yang sangat besar untuk membicarakan semua itu pada anak semata wayangnya. Nada bicaranya terdengar begitu tegas, apa lagi tatapannya yang mendalam membuat Naku benar-benar yakin kalau Becca memang menginginkan semuanya terwujud. Untuk yang pertama kali Naku dengar seorang Becca memohon pada anaknya seperti ini berhasil menyentuh hatinya.


Keseriusan di wajah Becca melambangkan sebuah cinta yang sangat besar pada Rio, melebihi cintanya pada Gala. Dari sini, Naku baru mulai percaya. Dia pun perlahan memantapkan hatinya kembali demi melihat Mommynya bisa tersenyum sediakala tanpa air mata kesedihan.


"Mommy yakin dengan Om Rio? Kalau dia orang yang kelak bisa selalu membahagiakan Mommy lahir batin? Dan, apa Mommy sudah yakin dengan pilihan Mommy ini?"


"Mommy yakin, Sayang. Mommy sangat yakin, Om Rio tidak akan pernah menyakiti Mommy. Dia akan selalu membahagiakan Mommy juga kamu, dia bukan pria yang seperti ada di bayanganmu. Dia bukan ayah tiri yang akan menjahati kita di kemudian hari, karena itu sangat-sangat jauh dari sifat aslinya. Jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi. Oke?"


"Sekali lagi, Naku tanya sama Mommy. Mommy yakin dengan semua pilihan Mommy untuk menikah dengan Om Rio?"


"Mommy yakin, Sayang. Sangat, sangat, sangat yakin. Ini pilihan Mommy yang terakhir sampai Mommy menutup mata, bahkan kelak Mommy di surga. Om Riolah yang akan kembali bersanding dengan Mommy."


Becca tersenyum begitu manis, membuat Naku lagi-lagi harus menurunkan semua egonya demi kebahagiaan Mommynya yang sempat di rampas oleh Daddynya sendiri.


Genggaman tangan Becca benar-benar erat, juga tatapannya yang penuh dengan keyakinan kembali menggoyangkan hati Naku. Mungkin udah saatnya dia melepaskan Mommynya bersama pria yang memang terbaik untuknya.


Dengan semua keyakinan yang ada di dalam diri Naku, dia perlahan memejamkan kedua matanya. Kemudian kembali menatap Mommy dan mengatakan sesuatu yang berhasil memecahkan tangis bahagia untuk Becca.


"Baiklah, Naku izinkan Mommy menikah dengan Om Rio. Tapi, jika suatu saat nanti Naku tahu Mommy kembali di sakiti. Maka, Naku akan kembali menarik kembali Mommy serta membawa ke dalam pelukan Naku. Dan, ingatlah! Ini pilihan yang terakhir untuk Mommy, Naku tidak akan membiarkan Mommy kembali tersakiti. Paham?"


"Lebih baik Mommy hidup sendiri, tapi Naku selalu berusaha menjadi yang terbaik demi membahagiakan Mommy. Dari pada Mommy harus menikah berulang kali, pada akhirnya semua itu harus berakhir mengecewakan!"


Ucapan Naku kali ini, berhasil membangkitkan semua semangat serta keyakinan di dalam diri Becca kalau dia harus tetap bahagia. Tidak peduli apa yang akan terjadi ke depannya nanti, setidaknya dia sudah berjuang untuk berusaha mewujudkan semuanya.


Becca yang tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya bisa memeluk Naku begitu erat sambil mengucapkan terima kasih berulang kali tanpa henti di sela tangis kebahagiaan yang Becca runtuhkan.


Becca melepaskan pelukan Naku, lalu dia meraup wajah anaknya sambil menciumi berulang kali penuh rasa bangga. Ternyata, Becca salah telah berpikir bahwa anaknya belum cukup dewasa untuk mengerti tentang semua ini.


Namun, kenyataannya Naku bisa mengambil keputusan sebaik itu tanpa mereka harus menghadapi pertengkaran seperti biasa, apa bila menghadapi perbedaan pendapat yang cukup berselisih.


Rasanya Becca benar-benar tidak menyangka, jika kebahagiaannya sudah berada di depan matanya sendiri. Dengan izin dan restu dari Naku, Becca baru bisa bernapas lega untuk menjalani kehidupan kedepannya.


Harapan serta doa yang mereka inginkan, semoga ini yang terakhir dan tidak akan membuat Rio khilaf seperti Gala di kemudian hari. Supaya cinta mereka akan kekal abadi sampai akhir hayat, bukan hanya sekedar cinta yang tumbuh sesaai bagaikan cinta mo*nyet yang biasa di temukan pada anak remaja.


"Ya sudah, Mommy istirahat. Kasihan mata Mommy sudah bengkak, intinya Mommy sehat-sehat dan tetap bahagia. Naku tidak mau dengar Mommy terluka lagi, atau sampai sakit-sakitan. Mengerti?"


"Ya, Sayang. Mommy janji, Mommy akan berusaha menjaga kesehatan Mommy. Supaya kelak, Mommy bisa bermain bersama dengan anak serta istrimu."


Mata Becca mulai menggoda Naku, membuatnya langsung menjadi panik juga malu. Wajahnya seketika memerah hanya karena di goda oleh Mommynya sendiri.


"Ckkk, apaan sih, Mom. Jangan ngaco deh! Perjalan Naku masih panjang, Naku ingin sukses dulu baru nikah!"


"Yakin? Kalau kamu tidak sukses, apa kamu tidak akan menikah?"


"Yakkk ... Amit-amit! Orang tuh jadi orang tua doa'in anaknya yang bagus-bagus, ini malah doa'in yang jelek. Dasar tidak tahu diri!"


"Hehh, apa kau bilang tadi? Bisa-bisanya kau mengatakan hal sekasar itu pada Mommymu sendiri, hahh! Siapa yang ngajarin?"


Reaksi Becca langsung berubah ketika Naku berbicara dengan kata-kata yang tidak baik untuk di dengar. Terlebih, Naku seorang anak yang tidak pantas mengatakan hal seperti itu pada orang tuanya sendiri.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...