
3 bulan berlalu, kehidupan Becca juga Rio semakin membaik. Tidak ada lagi gangguan yang membuat mereka harus bertengkar hebat, meskipun terkadang masih ada aja masalah kecil yang membuat keduanya sedikit bertengkar.
Maklum saja, hubungan tanpa adanya keributan bagaikan makanan yang tidak memiliki rasa. Apa lagi keributan di dalam hubungan bukan berarti menandakan perpecahan, tetapi itu sebagai bumbu-bumbu cinta mereka. Semakin mereka bertengkar, maka akan semakin membuat mereka tahu sebesar apa rasa cinta yang di miliki pasangannya.
Banyak hubungan dari luar terlihat bertengkar, bahkan hampir saja cinta mereka kandas. Akan tetapi masih bisa bertahan sampai akhir hayat. Belum lagi hubungan yang terlihat baik-baik saja, sekalinya bertengkar pasti langsung kandas tanpa bisa diperbaiki.
Itulah yang di namakan hubungan, terkadang ada pasang surut layaknya ombak di laut. Terkadang ada pula hubungan yang bertengkar hebat, tiba-tiba kandas begitu saja. Ada juga yang terlihat baik-baik saja, hubungannya baik. Semua itu kembali lagi pada mereka yang menjalani, kekuatan mereka akan di uji dari hal kecil sampai besar.
Apa bila mereka memiliki cinta yang luar biasa besarnya, maka semua akan baik-baik saja meskipun masalah yang mereka hadapi sangatlah rumit. Sama seperti apa yang Becca dan Rio lalui kurang lebih 2 tahun, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menyatukan cinta dengan cara melangsungkan pernikahan di hari ini.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Bertepatan di hari Sabtu, Rio dan Becca akan segera melangsungkan pernikahan di depan pendeta. Janji suci sebentar lagi akan dilaksanakan membuat jantung Rio juga Becca berdetak lebih cepat dari biasanya. Kegugupan di wajah mereka masing-masing membuat beberapa perias tertawa geli, lantaran mereka terliht seperti anak remaja yang baru menikah.
Di sebuah gedung yang sangat luas, telah di rombak menjadi sebuah istana cantik dengan desain seindah mungkin untuk menyambut hari bahagia yang sudah dinantikan jauh-jauh hari.
Hiasan bunga di pinggir jalan menuju Altar juga tatanan meja kursi yang disusun sangat rapi terlihat mewah. Sehingga berhasil menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Niat ingin membuat pesta kecil penuh kesederhnaan, kini malah menjadi pesta yang kurang lebih hampir diatas pesta pernikahan anak remaja.
Belum lagi banyak sorotan kamera yang sudah mengabadikan momen tersebut, tidak lupa acara mereka di adakan live di televisi untuk membagikan kebahagiaan mereka. Dengan begitu, apa yang mereka lakukan ini kelak bisa menjadi sebuah memori indah yang tida terlupakan.
Kesederhanaan pesta yang mereka inginkan, malah menjadi kemewahan yang sama sekali tidak ada di dalam bayangan Becca maupun Rio. Mereka pikir acar pesta hanya di desain bagaikan acara perayaan biasan sesuai sama apa yang mereka inginkan. Akan tetapi, malah menjadi seindah ini.
Warna putih adalah warna yang Rio dan Becca sukai di tema pernikahan mereka, lantaran itu adalah lambang kesucian yang cukup dominan ada di tema pernikahan. Ibaratkan, tema yang mereka inginkan sebagai bentuk doa mereka agar hubungan pernikahan ini menjadi yang terakhir seumur hidup.
Becca tidak menyangka, jikalau pesta pernikahan yang kedua kalinya jauh lebih baik dari pernikahan sebelumnya. Sama seperti Rio, dia juga tidak ingin acara pernikahaan mereka terlalu mewah lantaran ini bukanlah pernikahan anak remaja pada umumnya.
Berbagai rancangan sudah disiapkan oleh W.O (Wedding Organizer) yang mereka sewa untuk mengurus semua acara. Sepuluh ribu tamu undangan telah hadir meramaikan gedung yang sangat luas tersebut.
Tamu undangan sebanyak itu hanya dihadiri oleh teman bisnis Rio, teman bisnis Becca, orang-orang penting juga teman Yola. Tidak lupa, Gala juga di undang untuk datang ke acara tersebut. Entah Gala akan datang atau tidak, itu urusannya sendiri. Setidaknya mereka tidak menaruh dendam padanya.
Yola mengundang satu sekolah tanpa terkeculi, termasuk semua guru tetap Yola undang. Sampai ke tukang kebun, ibu kantin pokoknya semua yang ada di sekolah Yola undang sebagai bentuk rasa senangny atas pernikahan orang tuanya.
Semua Yola lakukan demi membuktikan, kalau sebentar lagi Yola akan memiliki mommy sama seperti teman-temannya yang mempunyai keluarga lengkap. Apa lagi, Yola diberikan bonus seorang kakak yang tampan juga menyayanginya.
Berbeda sama Naku, tidak ada satu pun teman yang Naku undang. Bagi Naku, kebahagiaan Becca jauh lebih penting dari pada mengumbar semuanya yang nanti malah akan menjadi pengacau. Intinya Naku ingin semuanya lancar sampai selesai tanpa halangan satu apapun.
Satu persatu acara sudah dilaksanakan oleh MC yang pegang kendali atas berlangsungnya acara pernikahan Rio dan Becca. Kini, saatnya puncak acara segera dilangsungkan agar tidak menunda waktu yang cukup banyak.
MC tersebut mempersilakkan mempelai pria untuk menuju Altar. Banyak sorotan kamera yang telah berhasil menangkap ketampanan seorang Pangeran yang sedang berjalan di Altar untuk mendekati pendeta.
Pangeran yang dimaksud tidak lain adalah Rio, dia berjalan sambil menggandeng tangan putrinya yang selalu ada di samping untuk mengantarkan sang daddy ke pintu gerbang kebahagiaannya.
Setelah itu, disusul oleh seorang Peri yang sangat cantik jelita. Siapa lagi jika bukan Becca, dia juga berjalan didampingi oleh putra kesayangannya.
Sesampainya kedua mempelai di Altar depan pendekat. Mereka di minta untuk saling berhadapan satu sama lain. Di mana posisi Becca bersama Naku berada di seberang Rio dan Yola. Mereka saling tersenyum bersama, karena tidak menyangka semua ini bisa terjadi.
"Apa kalian sudah siap?" tanya pendeta, menatap mereka berempat. Anggukan serta senyuman mewakilkan mereka yang telah siap untuk melakukan acara selanjutnya.
"Baiklah, silakkan anak dari mempelai pria untuk membantu sang ayah membuka kedua telapak tangannya," titah sang pendeta.
Yola dan Rio menuruti perintah sang pendeta, di mana tangan Yola memegang pergelangantl tangan Rio yang sudah mengadah di depan Becca.
"Setelah itu, gantian untuk anak dari mempelai wanita menyerahkan tangan sang bunda berada di genggaman pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah sambungnya," ucap pendeta, diangguki oleh Naku.
Perlahan Naku membantu Becca meletakkan kedua tangannya di atas telapak tangan Rio. Mereka tersenyum sambil menahan tangannya sambil menunggu perintah selanjutnya.
"Kemudian, mempelai pria mengganggam erat tangan calon istrinya jangan di lepas sebelum janji suci dilakukan!"
"Untuk anak dari mempelai pria, jangan lupa ucapkan kalimat yang menyatakan apa bila kamu telah menyerahkan ibundamu kepada pria yang sebentar lagi akan menjadi ayahmu. Jangan lupa sampaikan pesan kepadanya sesuai keinginanmu, silakkan!"
Naku menganggukkan kepalanya saat menatap sang pendeta, lalu beralih menatap Rio. Sorot mata mereka benar-benar di penuhi oleh keseriusan yang sangat mendalam. Setelah beberapa detik Naku menetralkan degup jantungnya. Perlahan Naku mulai mengatakan sesuatu yang harus dia sampaikan sebagai bentuk pesan terhadap pendamping Becca untuk selamanya.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...