Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Bertemu Sahabat Lama


Melihat sentuhan tangan wanita lain di tubuh suaminya membuat Becca merasa jijik untuk kembali menyentuhnya.


"Be-berarti se-selama kurang lebih 1 tahun ini, aku berhubungan badan dengan tubuh yang sudah dibagi oleh wanita lain?"


"Tega kamu, Gal! Kamu sudah benar-benar membuatku muak, tingkahmu yang kurang kasih sayang itu berhasil mengejutkanku!"


"Kurang apa aku, Gal? Setiap malam aku berusaha untuk mempercantik diri, memberikan servisan yang berbeda meski umurku tidak lagi muda. Namun, apa balasan yang aku terima sekarang?"


"Kamu bukan lagi mengkhianati pernikahan ini, tetapi kamu juga telah menjadikan dia sebagai maduku? Dasar pria hidung belang!"


"Kau lihat saja aku akan membalas semua rasa sakitmu, sampai kamu merasakan apa yang aku rasakan berkali-kali lipat!"


"Selamat, kamu telah berhasil menghancurkan impian anakku. Tunggu saja tanggal mainnya, suamiku tersayang!"


"Cihh, menjijikan!"


Becca berbicara di dalam hatinya penuh dengan kebencian. Hatinya sudah benar-benar sangat hancur. Dia harus mendengar semua percakapan semua itu begitu jelas. Becca tidak menyangka, suaminya bisa melakukan hal terlarang itu tepat di belakangnya.


Suasana yang awalnya biasa saja, sekarang telah menjadi panas saat mata Becca melihat wanita itu memberikan sentuhan bibir kepada suaminya.


Beberapa kali, Gala berusaha menolak. Akan tetapi, saat tangan Gala di arahkan ke perut Lola, di situlah Gala mulai terdiam mematung. Dia langsung mengikuti permainan Lola.


Sampai akhirnya pemandangan tidak enak terekam jelas di memori Becca. Dia harus melihat tubuh suaminya di gunakan secara liar oleh sekretarisnya sendiri.


Kecewa? Wah, jelas saja Becca kecewa. Rasa kecewa itu sudah melebihi rasa cintanya. Sehingga yang ada di hati Becca saat ini hanyalah dendam, dendam dan juga dendam. Bagi Becca, Gala harus merasakan apa yang dia rasakan tanpa terlewatkan.


Becca segera pergi meninggalakan semua suasana itu, tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Apa lagi, dia bilang kepada securitu atau resepsionis, untuk tidak mengatakan tentang ke datangannya.


Dikarenakan, Becca tidak jadi memberikan kejutan pada suaminya di Perusahaan. Dia memilik kembali dalam kondisi yang seakan semuanya baik-baik saja. Sandiwara yang Becca lakukan benar-benar sangat cantik, sampai semua tidak mencurigainya sedikitpun.


Kemudian, Becca pergi meninggalkan Perusahaan Gala setelah dia tidak kuat lagi untuk merekam adegan tersebut. Adegan dimana keduanya sedang melakukan hubungan suami-istri.


Jika bukan karena Naku, sudah bisa di pastikan Becca akan melakukan hal yang sangat nekat di dalam Perusahaan, dan menghancurkan nama suaminya supaya tercemar jelek.


Namun, demi Naku. Becca harus kuat, dia tidak mau sampai Naku melakukan hal yang tidak dia inginkan kembali. Bagi Becca hanya Nakulah sumber kekuatannya saat ini, ketika dia harus menghadapi semua ujian terbesar di dalam hidupnya.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Becca juga memperingati supirnya untuk tidak memberitahukan kepada siapapun termasuk keluarganya, kemana saja dia pergi seharian ini.


Becca berusaha menjelaskan pada supirnya apa yang harus dia katakan kepada keluarganya. Semua demi tujuan rencana yang akan Becca susun untuk membalaskan dendam pada Gala.


Akhirnya Becca pergi seorang diri ke suatu tempat. Dia ingin meluapkan semua rasa yang dia pendam, rasanya Becca tidak bisa pulang ke rumah kalau hatinya belum bisa tenang.


Satu-satunya tempat yang Becca kunjungi saat ini adalah BAR. Meski tidak banyak pria hidung belang di siang bolomg begini, hanya saja untuk pertama kai Becca melangkahkan kakinya.


Rasa gemetar dan juga takut mulai menyelimuti hatinya, tetapi Becca terus tekatkan demi sekedar bisa menghilanglan sedikit beban di dalam pikirannya.


Namun, di saat Becca ingin mencoba untuk meminum 1 gelas win yang tidak pernah dia minum. Tiba-tiba seorang pria langsung merebutnya sampai membuat Becca terkejut, lalu berdiri.


Baru saja Becca ingin memarahi orang tersebut, bibirnya seketika menjadi kaku. Matanya menatap jelas ke arah mata pria itu, dimana keduanya saling terdiam sejenak untuk mengenali wajah satu sama lain.


"Ri-rio? Benar 'kan, kau itu Dario Adhelard? Kakak kelasku di Univerity Spanyol?" tanya Becca, menatap intes di setiap raut wajah pria itu.


"Apa yang kau lakukan di sini Ecca? Ini itu bukan duniamu, jadi sekarang kau harus ikut bersamaku!"


Becca terdiam menarikntasnya bersamaan dengan tangannya yang ditarik oleh Rio ke luar Bar. Bagaikan di cocok hidungnya, Becca seakan menuruti semua perkataan Rio.


Mereka masuk ke sebuah mobil yang di duga milik Rio, tanpa basa-basi Rio membawa Becca ke sebuah tempat. Itu semua Rio lakukan agar menjauhkan Becca dari tempat yang tidak seharusnya Becca kunjungi.


1 jam perjalanan, mereka masih dalam keadaan terdiam. Dimana Rio melihat Becca melamun sambil meremas baju, membuat dia sangat mengerti.


Jika saat ini keadaan Becca tidak sedang baik-baik saja. Pasti ada kejadian yang berhasil menguras semua emosinya, sampai-sampai Becca nekat ingin melakukan hal yang tidak pernah dia lakukan.


Lantas kemana Rio membawa pergi Becca? Apakah dia akan memanfaatkan kesempatan ini, supaya bisa mendekati Becca secara perlahan? Atau dia akan kembali menjadi seorang Kakak sekaligus sahabat yang akan selalu ada, di saat Becca membutuhkannya?


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung