
Semua orang terlihat begitu panik ketika menghadapi situasi seperti ini. Sungguh tidak menyangka, apabila reaksi Yola akan separah ini bagaikan seseorang yang sudah hilang arah tak tahu harus bagaimana.
"Dad, Mom, kenapa Yola bisa pingsan?" tanya Naku, penasaran menatap semua orang secara bergantian.
"Jangan-jangan kalian sudah membicarakan semua ini sama Yola?" tanya Naila, meyakinkan.
"Itu memang sudah perjanjian kita, Daddy pun mengatakannya secara baik-baik. Kalian juga tahu 'kan, sebelumnya kita prediksi seandainya Yola tahu pasti hanya akan menangis, tetapi tidak. Ternyata reaksinya jauh lebih dari itu, kota tidak tahu. Cuma, ya, gimana lagi. Kalau tidak jujur dari sekarang kasihan Joey, pasti dia ingin segera bertemu dengan Yola di sana."
Apa yang Becca katakan memang ada benarnya. Semua tidak dapat berkata-kata, selain fokus pada kondisi Yola yang sedang pingsan. Berulang kali Becca dan Vivi mencoba untuk membangunkan gadis itu dengan berbagai cara yaitu, digosokan minyak kaya putih di leher, kaki, juga tangan serta mengarahkan botonya ke hidung supaya Yola bisa menghirupnya.
"Apa aku harus panggil dokter ke rumah untuk---"
"Tidak perlu, ini hanya pingsan biasa karena syok. Beberapa detik juga adikmu akan bangun. Kita pantau saja dulu keadaannya, jika memang mengharuskan ada dokter baru kita panggil dokter yang biasa ke rumah."
Begitulah nasihat dari Rio yang diangguki oleh semua orang. Melihat Yola seperti ini semua merasa kasihan dan sedikit bersalah, tetapi tidak ada cara lain. Keluarga Joey sudah meminta mereka semua untuk datang, kemungkinan besar dengan adanya Yola pasti Joey bisa lebih cepat pemulihannya tidak sampai berlarut-larut.
Benar apa yang dikatakan oleh Rio, tak lama Yola sadarkan diri membuat Becca langsung membantu sang anak untuk duduk. Tatapan waja Yola sangatlah kosong, matanya kembali berkaca-kaca ketika dia mengingat semua perkataan sang daddy.
Tanpa berkata apa-apa Yola menangis sambil memeluk erat Becca yang ada di hadapannya. Semua orang terdiam memperhatikan Yola yang sedang menumpahkan segala kesedihan pada sang mommy.
Tak hanya itu, ternyata anak-anak pun ikut menangis. Segera mungkin Vivi dan Leon pergi ke kamar bawah untuk melihat apa yang terjadi. Itu juga diikuti oleh Naku dan Naila atas perintah Rio supaya tidak merepotkan mereka jika yang menangis adalah Juan.
"Ssst ... Sayang, sabar ya, jangan nangis gini dong, Mommy jadi khawatir, loh. Yola baru sembuh sakit, jadi Mommy mohon jangan seperti ini ya, Sayang. Mommy tahu, Yola pasti sedih banget dengar kabar Kak Joey, tapi mau gimana lagi. Kita cuma bisa mendoakan supaya Kak Joey bisa melewati semua ujian dan bebas dari penyakitnya. Saat ini Kak Joey tidak butuh tangisan, Sayang, melainkan doa dari orang-orang yang sayang padanya. Yola paham?"
Becca menasihati Yola sambil memeluk dan mengusap punggungnya. Sementara Rio, mengusap kepala anaknya semua itu mereka lakukan demi menenangkan sang anak, pastinya sangat terpukul atas apa yang terjadi dengan Joey.
Terlihat sekali betapa sayangnya Yola pada Joey, sehingga dia bahkan sampai tidak sadarkan diri dengan demam tinggi hanya karena memiliki ikatan batin yang kuat sama Joey. Lalu sekarang, dia juga rela mengeluarkan ribuan air mata hanya untuk menangisi seorang pria. Sungguh, Rio dan Becca tidak dapat berkata apa-apa jika memang semua ini sudah takdir Tuhan yang menginginkan Yola dan Joey bersatu.
"Yola takut, Mom, Dad, Yola takut. Kak Joey pasti butuh Yola, Kak Joey pengen Yola ada di sana nemenin dia pas sakit. Yola pengen lihat Kak Joey, Mom, Dad. Yola mau ke sana, ayo, ke sana, Yola mohon hiks ...."
"Kalo Yola mau ke sana, Yola harus sehat, Yola gak boleh nangis begini, Yola harus kuat. Ingat 'kan, Kak Joey tidak suka Yola cengeng, tidak suka Yola menjadi wanita yang lemah, jadi ayo, dong, semangat lagi. Kalau Yola bisa sabar, tenang, Daddy janji malam ini kita berangkat ke luar negeri untuk melihat kondisi Kak Joey. Tapi, kalo Yola masih nangis, terus sakit lagi, Daddy batalkan semua tiket dan kita tidak jadi berangkat malam ini juga. Lebih baik kita kembali ke rumah sakit untuk merawatmu sampai benar-benar sembuh serta bisa mengontrol emosi marah juga sedihmu baru kita berangkat. Gimana?"
Yola langsung menggelengkan kepalanya beberapa kali, kemudian melepaskan pelukan sang daddy dan menghapus semua air mata sambil menahan isak suara yang terdengar sangat menyakitkan hati Rio dan Becca.
"Yola gak nangis lihat! Yola juga gak cengeng, Yola kuat, Yola sehat, Yola gak sakit lagi. Jadi, kita berangkat malam ini ya, Dad. Yola janji, Yola gak sakit lagi. Yola akan baik-baik saja demi bertemu Kak Joey. Daddy sama Mommy jangan khawatir, Yola kuat. Jadi, nanti malam kita berangkat ya, Mom, Dad. Please!"
Walaupun Yola berusaha menahan tangisan yang terasa sesak di dada, tetap saja Rio dan Becca yang melihat itu merasa tidak tega. Sehingga mereka menganggukan kepalanya, lalu memeluk Yola secara bersama-sama.
"Nangislah, Sayang. Jika memang semua itu akan membuat hatimu lega keluarkan semua unek-unek hatimu, tapi janji tidak boleh lagi memendam semuanya yang akan membuatmu sakit. Mengerti 'kan, apa maksud Daddy?"
Yola menganggukan kepala, kemudian kembali melepaskan semua rasa yang dia pendam tadi membuat orang tua hanya menjadi pendengar yang baik. Becca dan Rio tidak dapat berkata apa-apa karena memberikan sang anak waktu untuk meluapkan semua emosi sedih, marah, dan sebagainya asalkan itu tidak akan membuatnya kembali sakit.
Jangan mengira, memendam perasaan itu tidak akan menimpulkan penyakit. Justru orang-orang yang seringkali memendam semuanya di dalam hati itu tanpa disadari telah mengumpulkan penyakit-penyakit yang akan bersarang di dalam tubuhnya. Sehingga, akan ada saatnya penyakit itu menunjukkan diri ketika kondisi tubuh tidak baik-baik saja.
Setelah Yola tenang dan tidak lagi menangis, Rio dan Becca membawa Yola turun ke bawah mereka semua kembali berkumpul di ruang tenang semuanya bersama Juan dan Nuel yang sudah bangun. Apa pun mereka lakukan demi menghibur gadis kecil itu agar tidak berlarut-larut di dalam kesedihan.
Mereka bermain games, bermain tebak gambar, nonton film, makan, nyemil, semuanya dilakukan untuk tetap menstabilkan kondisi hati Yola. Tidak lupa gadis itu juga meminum obatnya supaya rasa puaing di kepala tidak terus berlanjut yang akhirnya Yola ketiduran di bawah beralasan karpet berbulu halus dengan warna abu-abu.
Naila dan Naku berusaha menjauhkan Nuel sama Juan agar tidak mengganggu sang adik. Ditambah, Vivi ikut bersama Becca untuk membantunya membereskan pakai-pakaian yang akan dibawa. Begitu juga Leon dan Rio mereka menjaga anak-anaknya, ketika Naku kembali ke kamar untuk membereskan pakaian yang akan dibawa ditemani Naila yang terus mengekori sang pria idamannya.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...