
"Ini cobain punyaku, tapi jangan banyak-banyak aku masih laper!" ucap Naku, cuek. Dibalik nada yang terbilang dingin itu, terdapat sedikit perhatian yang di selimuti oleh kecuekan.
Yola menoleh ke arah Naku yang sedikit mendekatkan piringnya ke arah piring Yola, wajahnya memang terlihat datar tanpa ekspresi. Beda sama hatinya yang memiliki perasaan bersalah pada Yola.
"Ndak ucah, Kakak. Ma'acih, ini uga lacana enyak kok. Tan Yola pecennya cama sama Kakak hehe ...."
Setelah mendengar tawa Yola yang berusaha untuk menutupi rasa sedihnya, membuat Naku langsung mengambil speghettinya. Kemudian dililitkan di garpunya dan menyodorkannya di depan mulut Yola.
"Udah cepatan, buka mulutnya!" ucap Naku, sikapnya yang seperti ini berhasil membuat Yola membuka mulutnya dalam keadaan senang.
Perlahan Yola mengunyah makanan yang sudah Naku suapi ke dalam mulutnya, melihat wajah Yola berubah drastis entah mengapa senyuman Naku mulai terukir meskipun sangat tipis.
"Gimana, enak?" tanya Naku, menatap Yola.
"Hem ... Enyak buanget, Kak. Yola cuka, cepahetina top malkotop," Yola memberikan kedua jempolnya untuk Naku sambil tersenyum lebar.
"Astaga, kenapa dari dekat wajahnya lucu banget sih. Pengen deh punya adik lagi, tapi tidak mungkin. Entah kenapa aku merasa hubungan Daddy dan Mommy tidak akan lama lagi." ucap batin Naku sambil memperhatikan Yola yang terus tersenyum di sela-sela makannya.
Becca dan Rio saling menatap satu sama lain, mereka tidak menyangka Naku bisa kembali lembut kepada Yola. Padahal belum lama tadi, dia sempat membentak Yola. Dan sekarang meski sikapnya masih cuek, tapi mereka bisa melihat bahwa Naku seperti telah menyadari akan kesalahannya pada Yola. Sehingga dia melakukan semua itu demi untuk mengambil mood Yola agar bisa kembali membaik.
"Dibalik sikap kasar yang dimiliki oleh Naku, itu hanya sebagai tameng untuk pertahanan dirinya agar dia bisa membatasi dari orang asing. Semua itu pasti karena ketakutannya akan perpisahan antara kamu dan suamimu. Jadi, aku bisa memaklumi. Jikalau pun aku ada di posisi Naku, aku juga akan bersikap sama seperti dia. Sebab, aku tahu kalau ini bukan sikap Naku yang aslinya." ucap Rio, menatap Naku yang sedang menyuapini Yola.
Sebenarnya spaghetti itu rasanya sama, tetapi inilah yang Yola inginkan. Dia ingin makan langsung dari tangan Naku, karena ingin merasakan bagaimana rasanya di perhatikan oleh sang Kakak.
Ketika Naku mencoba untuk mencicipi rasa makanan Yola, semua sama. Tidak ada yang berbeda, hanya saja Naku mengerti maksud dibalik kata tidak enak itu.
"Ya, kau benar. Naku yang dulu bukanlah Naku yang sekarang kamu lihat. Sebelum ada keributan diantara aku dan Gala, sifat Naku benar-benar persis seperti Yola. Dia tipe pria yang ceria, cerewet, dan juga romantis. Tapi, semenjak keributan semuanya berubah, bahkan dia beberapa kali hampir melakukan percobaan bu*nuh diri agar dia tidak melihat atau merasakan yang namanya perpisahan."
Becca tersenyum saat melihat Naku mulai bisa menyalurkan rasa perhatiannya kepada Yola. Tanpa terasa air matanya netes, sampai dia harus menghapusnya supaya tidak terlihat olehnya.
Rio dan Becca kembali meneruskan makannya karena mereka tidak ingin merusak suasa itu, jadi mereka berusaha untuk berpura-pura tidak melihatnya. Demi menjaga Naku agar tidak merasa malu saat di perhatikan oleh Becca dan Rio.
Sesekali mereka melirik adegan manis itu yang benar-benar terlihat bagaikan seorang Adik dan Kakak pada umumnya.
"Kakak ndak mam? Cini Yola cuap--"
"Aku udah kenyang, kau saja yang habiskan. Makanlah yang banyak, sebelum aku menghabiskannya!"
"Ishh, Kakak kila Yola ini capi mamnya anyak. Ental alo Yola ndut, gimana? Tan jeyek tahu, bica-bica badan Yola aya bola, buyet gitu."
"Aaa ... Kakak!"
Naku terkekeh sambil menyiapini Yola, meskipun Yola cemberut dalam keadaan ngambek dengan kedua tangan melipat di dadanya. Akan tetapi, mulutnya terus terbuka menerima suapan dari tangan Naku.
Tawa yang cukup langka bagi Becca, saat melihat anaknya bisa kembali tertawa hanya karena sikap lucu Yola. Selama ini tawa itu jarang sekali Becca lihat, hingga membuat air mata Becca terjatuh kembali.
Sementara Rio, hanya bisa mengusap pundak Becca agar dia bisa kuat untuk menghadapi kenyataan ke depannya. Karena, sebentar lagi dia akan memberitahu semuanya tentang Gala pada anaknya sendiri.
Setelah selesai makan, Becca dan Rio hanya memperhatikan mereka berdua yang suap-suapan satu sama lain. Adegan ini sangat perlu di abadikan, sehingga Becca dan Rio merekam setiap kejadian manis diantara mereka karena belum tentu seperti ini bisa terulang kembali.
Disaat semuanya sudah habis. Yola merasa sangat senang, akhirnya dia bisa berteman dengan Naku. Walaupun, Naku masih cuek terhadapnya. Setidaknya sekarang sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya.
"Gimana, udah selesai makannya?" tanya Becca menatap Yola dan Naku.
"Cudah, Buma. Enyak anget, Yola mam di cuapi cama Kakak. Potokna Yola bahagia anget mayam ini, pasti anti Yola bobona puyes deh. Anti apan-apan Yola mau temu Kakak agi ya, boyeh tan?"
Wajah Yola benar-benar bahagia sekali saat dia bisa merasakan apa yang semua teman-temannya rasakan. Dia tidak menyangka bila memiliki seorang Kakak itu sebahagia ini, Yola kira menjadi anak satu-satunya itu sangat menyenangkan. Nyatanya tidak, lebih seru lagi bila dia memiliki seorang Kakak seperti Naku.
"Tidak-" ucap Naku terputus dan berhasil merubah suasana wajah Yola yang bahagia menjadi sangat menyedihkan.
"Ya cudah deh alo Kakak ndak mau temu Yola agi, ungkin Yola celalu anggu Kakak. Yola minta maap ya alo Yoka nyebelin, pasti Kakak ndak mau temenan agi cama Yola ya coalna Yola celalu buat Kakak mayah-mayah." jawab Yola, lirih.
"Ishh, apaan sih ini bocil. Kalau ngomong jangan ngadi-ngadi ya, lagian aku belum selesai ngomongnya main di potong aja. Maksudku tidak salah lagi, nanti kita ketemu lagi kalau kamu udah besar."
"Tuhkan, huaaa ... Kakak jahat, maca ketemu halus nunggu Yola becal. Alo Yola angen gimana, teyus cakit. Maca Kakak ndak temuin Yola cih, ishh ...."
Semua tertawa kecil saat melihat reaksi lucu dari Yola yang benar-benar sudah mulai posesif dengan Naku. Begitu pun Naku, rasanya dia senang sekali bisa mendapatkan adik seperti Yola walaupun bukan adik kandungnya.
Setelah selesai mereka tertawa, tiba-tiba satu pertanyaan dari Naku berhasil membuat semuanya terdiam mematung.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung