Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Si Ratu Ranjang


Tangan Rio kembali mengusap pipi istrinya, senyuman yang Rio ukir di bibir terlihat baik-baik saja. Tidak ada kemarahan yang melekat di hati sang suami saat Becca tidak sengaja kembali melakukan kesalahan.


Namun, Becca tahu. Dari tatapan suaminya dia seperti sedang menahan sesuatu yang memang sudah lama tidak dia keluarkan. Mata sayu, napas yang tidak sennormal biasanya sudah menjadi jawaban kuat untuk Becca.


"Jika kamu lelah, istirahatlah. Aku tidak apa-apa kok, masih ada hari lagi, 'kan? Jadi, tidak perlu khawatir. Aku tidak akan pernah memaksakanmu untuk melayanimu. Aku paham kalau----"


"Bagaima jika aku menginginkan semua itu terjadi malam ini? Apakah kamu akan menolakku?"


Becca tersenyum, mengedipkan sebelah mata sambil mengusap rahang sang suami penuh kelembutan. Hasrat yang berusaha Rio tahan, seketika langsung lolos begitu saja menyetrum tubuhnya sendiri.


"A-aku tahu kamu begini karena terpaksa, bukan? Kamu hanya kasihan melihatku yang sudah lama tidak melakukannya. Jadi, sudahlah. Aku tidak apa-apa, lebih baik kamu istirahat aja. Pekerjaanku juga masih banyak."


Segenap kekuatan Rio kerahkan untuk menahan sesuatu, walaupun si kecil sudah kembali mengembang hingga membuatnya sesak di dalam sangkar.


Perlahan Rio mulai melepaskan tangan Becca, dia tidak ingin malam ini melakukan hubungan hanya karena keterpaksaan. Bagi Rio, apapun yang dipaksakan hanya akan terasa nikmat sekejap, bukan kepuasan yang memang harus di tuntaskan hingga menimbulkan kebahagiaan bersama.


Becca tersenyum saat melihat suaminya gugup. Dia saja bingung ingin mengetik apa di laptopnya, sementara pekerjaannya saja Becca lihat tidak ada. Dia hanya menyiapkan sesuatu yang sewaktu-waktu akan dibutuhkan.


Ya, aku tahu. Mungkin ucapanku telah menyinggung hatinya. Maka dari itu, dia tidak enak ingin meminta padaku yang menurutnya itu pemaksaan. Namun, jika aku menginginkan seharusnya dia tidak menolak, bukan? Terus kenapa dia malah menahan diri, sedangkan sangkarnya sudah hampir jebol?


Hem, dasar jantan! Bisa-bisanya dia menolakku di malam pertama kita, sepertinya dia belum mengenalku. Becca si Ratu Ranjang!


Lihatlah, suamiku! Aku akan membuktikan, bahwa aku ini bukan wanita yang pantang menyerah. Meskipun aku memiliki rasa trauma, karena kepuasan yang telah aku berikan setiap hari tidak menjamin suamiku akan tetap bersamaku. Setidaknya aku sudah berjuang untuk menjadi pemain handal di ranjang, hanya demi memberikan servisan terbaik.


Sekarang aku janji, aku akan berubah jauh lebih baik lagi untuk membenahi diri. Mungkin kejadian waktu itu karena aku belum bisa jadi istri yang terbaik bagi suamiku, tapi lain cerita dengan dirimu. Sebisa mungkin aku akan mempertahankan rumah tanggaku, sebab aku tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.


Benar apa kata suamiku ini, jika trauma itu tidak aku lawan. Maka, semua itu malah akan kembali menghancurkan aku lebih dalam. Aku tidak rela, bayangan masa lalu terus menghantui masa depanku. Fokusku saat ini, bagaimana aku bisa menjadi seorang istri, sekaligus ibu yang baik untuk anak-anak. Tidak lagi ada kemarahan yang di sertai emosi, dan tidak ada lagi kelabilan di dalam hati ini. Intinya aku harus berubah, titik!


Suara hati Becca benar-benar telah dipenuhi tekad yang kuat. Nasihat Rio memang sangat berguna untuknya, semua yang dikatakan memang benar. Sampai kapan pun trauma itu dimanja, hasilnya akan tetap sama dan malah akan semakin merusak kebahagiaan yang ada. Beda jika dilawan, otomatis trauma itulah yang kalah akan kebahagiaan. Sehingga, semua kepahitan juga luka di masa lalu akan sirna tanpa disadari.


Ketika melihat suaminya yang seperti itu, membuat Becca tidak kuat untuk menahan rasa gemas. Ingin sekali Becca mencubit kedua pipi itu, tapi dia urungkan dan malah pergi ke arah kamar mandi.


Saat Becca berjalan masuki kamar mandi, Rio sedikit merilik kaki sang istri dan melihat punggung yang sudah tertelan pintu.


Loh, kok dia malah pergi ke kamar mandi, sih? Katanya tadi dia pengen, terus kenapa tidak coba merayuku? Akhhh, dasar istri menyebalkan!


Mana Otong bangun terus lagi, kenapa enggak tidur aja si lu, Tong. Biasa juga kalau bangun pas pagi-pagi doang, terus kenapa sekarang malah bangun---


Suara hati Rio terputus saat dia tidak sengaja melihat ke arah pintu kamar mandi yang terbuka. Wajahnya langsung tercenga melihat penampilan sang istri yang super hot.


"Hai, Baby! Apakah kamu masih ingin menolakku, hem?" ucap Becca, keluar dari kamar mandi langsung menyandari di dekat meja bupet berwarna putih.



Gaun dinas berwarna merah maroon, telah berhasil membuat Rio tidak berkedip. Dia menalan air liurnya secara kasar, sampai jangkunnya naik turun tanpa henti. Senyuman juga kedipan mata Becca selalu menggoda sang suami, hingga sengatan listrik mulai menjalar keseluruh tubuh.


Keterkejutan Rio benar membuat Becca terkekeh kecil. Wajah sang suami persis seperti anak kecil, rasanya ingin sekali Becca mencubit pipi Rio sampai dia tersadar dan kembali berkedip.


"Baby ...." Suara Becca mulai berdayu-dayu. Kemudian berjalan seperti seorang model di atas panggung mendekat ke arah Rio. Ketika sudah ada dihadapan sang suami, Becca membungkukkan sedikit tubuhnya sambil menutup laptop milik Rio.


Belahan dada yang menggembul membuat mata Rio semakin melotot, sepertinya Becca sengaja memancing Rio agar dia mulai kepanasan.


Sumpah mukanya lucu banget, sih. Makannya, lain kali jangan suka menolak ajakan istri. Sekarang baru ngerasain, 'kan hihi ... bagaimana, hem? Pasti tersiksa ya, menahan sesuatu di bawah sana yang sudah memberontak, uhh ... Kasihan! Haha ....


Becca benar-benar puas saat melihat wajah suaminya dalam mode on. Akan tetapi, kejahilan Becca sungguh membuat Rio benar-benar sudah tidak kuat lagi menahan si Otong yang ingin menunjukkan betapa jantannya dia.


"Sudah malam, waktunya istirahat. Aku tidak suka melihat suamiku bekerja larut malam hanya demi mencari uang, ingat! Kesehatan nomor satu, kalau uang masih bisa dicari. Namun, kesehatan sulit untuk dipertahankan. Paham?"


Becca kembali berdiri dihadapan Rio, membuat jakun sang suami naik-turun. Meskipun, usia Becca sudah tidak muda lagi. Bentuk tubuhnya benar-benar terbilang masih bagus, sekel juga berisi. Tidak lembek seperti bentuk tubuh pada umumnya.


Inilah, pentingnya merawat tubuh. Jika seseorang memiliki uang yang cukup banyak, dia pasti akan mempercantik wajah juga tubuh supaya pasangan tetap betah dengan servisan yang mantap. Lain cerita sama seseorang yang hanya hidup dengan berkecukupan, mereka hanya bisa merawat seadanya. Setidaknya, sang istri masih bisa membuat sang suami puas atas goyangan ranjang tengah malam.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...