Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Memberikan Bukti


Rio tersenyum menatap mereka, membuat Killa dan suaminya menjadi sedikit takut. Tatapan yang Rio berikan memang tidak tajam, tapi banyak makna yang tersirat dari sorotan matanya. Sehingga Killa dan suaminya saling berbicara kecil layaknya orang berbisik.


Kila beserta suaminya memang sudah pasrah untuk menerima hukuman mereka, asalkan mereka bisa mendapatkan maaf dari Rio dan tidak sampai dilaporkan pada pihak berwenang.


"Baiklah, saya bisa memaafkanmu kalau kalian bisa membantu saya untuk menjelaskan kebenaran ini pada calon istri saya. Gimana?"


Killa dan suaminya langsung menyetujui apa yang Rio katakan tanpa membantah sedikit pun. Mereka sadar, kalau kesalahan yang Killa lakukan memang sudah fatal, jadi dia harus bisa meminta maaf agar Becca kembali percaya pada Rio.


"Satu permintaan saya, tolong kembalikan semua uang yang orang itu berikan. Kemudian sampaikan pada Mr. G, sekuat apapun dia mencoba merusak hubungan kami, maka sekuat itu juga tekat saya untuk menunjukkan betapa pentingnya Becca dan Naku didalam hidup saya!"


"Cinta saya pada Becca tidaklah main-main, karena yang saya gunakan langsung jalur langit untuk meminta pada Tuhan agar dilancarkan semuanya. Tidak seperti Mr. G yang menggunakan jalur buntu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tanpa tahu bahwa jalur langit bisa mengalahkan jalur apapun, sehingga apa yang Mr. G harapkan semua akan sia-sia. Dia bukan mendapatkan Becca kembali, melainkan menginjak kotorannya sendiri. Jadi, alangkah baiknya sebelum bertindak gunakan akal sehat juga otak terlebih dahulu dari pada hasilnya mengecewakan!"


Rio menjelaskan apa yang dia inginkan dari mereka, sebenarnya itu hal yang mudah bagi mereka. Suami Killa langsung menyetujui apa yang Rio inginkan, tetapi tidak dengan Killa. Dia malah terdiam membisu dengan tatapan menyorot ke depan memikirkan sesuatu yang membuatnya keberatan atas apa yang dikatakan Rio.


"Saya setuju, Tuan. Saya dan istri saya akan mengembalikan uang Mr. G dan menyampaikan pesan yang Tuan katakan barusan," jawab suami Killa.


"Bagus, bagaimana denganmu, Nyonya Killa? Sepertinya ada yang memberatkanmu, apa? Katakan pada saya!" tanya Rio, menatap Killa.


"Ma-maaf, Tuan. Saya bisa saya mengembalika semua uang itu, sayangnya 30 persen uang tersebut sudah saya gunakan untuk membayar pengobatan suami saya. Jadi, saya tidak bisa melakukan semua itu," sahut Killa, wajahnya terlihat sangat sedih.


Mendengar jawaban dari Killa, suaminya langsung terdiam. Tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan, sementara dia sendiri tidak bisa bekerja sebelum kesehatannya benar-benar pulih total.


Sedikit kecewa sih, tapi mereka tidak bisa melakukan apa-apa. Uang yang Gala berikan bukanlah uang yang kecil, jadi bagaimana bisa mereka mencari pengganti uang yang sudah Killa gunakan untuk di kembalikan pada pemiliknya.


"Ma-maafkan, istri saya, Tuan. Saya janji, kalau nanti kami punya uang, kami akan langsung mengganti uang itu dan menyampaikan pesan Tuan padanya," ucap suami Killa.


"Maaf, Tuan. Karena saya, hubungan Tuan dan calon istri Tuan berantakan. Saya juga belum bisa menuruti permintaan Tuan, lantaran ekonomi kami yang lagi kritis. Sekali lagi tolong maafkan saya," ucap Killa, penuh pemohonan.


Rio menoleh ke arah samping kanannya. Kemudian dia memanggil seorang OB yang merekam semua aksi mereka, lalu rekaman tersebut segera di berikan padanya setelah di simpan. Tidak lupa Rio mengucapkan terima kasih padanya sambil memberikan beberapa lembar ratusan ribu.


Selepas perginya OB tersebut Killa dan suaminya menjadi bingung, tapi kebingungunan itu semakin meningkat saat Rio memberikan ponselnya kepada Killa.


"Tulislah nomor rekeningmu di sini!" titah Rio, menyodorkan ponselnya. Killa tidak mengerti apa yang sedang Rio lakukan, dia hanya menuruti sesuai perintah suaminya.


"Su-sudah, Tuan. Ma-maaf kalau boleh tahu, ada apa Tuan meminta nomor rek---"


"Silakkan cek saldo di M.Banking kalian," ucap Rio tersenyum, tangannya kembali menaruh ponselnya di saku celana.


"Tu-tuan, i-ini ...."


Killa dan suaminya menatap wajah Rio, mereka tidak menyangka Rio akan memberikan uang sebesar itu. Entah apa yang harus mereka lakukan untuk bayaran sebesar itu, mereka juga tidak tahu. Intinya mereka masih dalam keadaan terkejut atas ulah Rio yang hampir membuat jantung Killa copot.


"Terima saja, itu rezeki buat kalian. Anggaplah itu sebagai uang untuk pengobatan Tuan agar bisa segera kembali sembuh. Tenang saja, Saya tidak meminta kalian melakukan appaun. Satu yang saya inginkan, tolong kembalikan uang panas itu agar hidup kalian bisa kembali berkah. Saya rela mencarikan dokter spesial dan membayar semua biaya pengobatan suamimu sampai dia di nyatakan sembuh total. Jadi, kalian tidak akan memikirkan tentang biaya pengobatan lagi. Bagaimana?"


"Ti-tidak perlu, Tuan. Terima kasih, karena sudah berniat baik pada saya juga keluarga saya. Pengobatan saya tersisa 6 bulan lagi, jadi saya hanya perlu berobat jalan aja, setelah itu dokter akan menyatakan kapan saya bisa di katakan sembuh total."


"Baiklah kalau begitu, sudah tidak ada alasan lagi untuk kalian mengembalikan uang itu. Akan tetapi, kembali lagi pada kalian. Masih ingin menggunakan uang panas itu atau tidak, setidaknya kalian tetap harus menceritakan semua ini pada calon istri saya agar dia bisa percaya lagi."


Disela mereka berbincang-bincang, nama suami Killa lamgsung dipanggil oleh seorang suster untuk segera menemui sang dokter di dalam. Sampai obrolan mereka terpaksa dihentikan, Rio pun tidak masalah jika mereka tidak menemui istrinya setidaknya masih ada bukti rekaman yang akan menjelaskan semua itu.


"Ya sudah, Tuan. Setelah kami pulang dari rumah sakit, kami akan segera menemui calon istri Tuan. Sekarang kami masuk dulu, Tuan bisa tinggalkan nomor ponsel agar kami bisa menghubunginya untuk menanyakan di mana calon istri Tuan di rawat," ucap suami Killa, lalu masuk terlebih dahulu.


Killa meminta nomor ponsel Rio, ketima sudah di berikan dia segera menyusul suaminya ke dalam. Rio mulai meninggalkan tempat tersebut, lalu bergegas ke kamar Becca untuk menunjukkan video yang sudah dia rekam.


Akan tetapi, saking senangnya Rio lupa kalau Becca sedang marah besar. Sehingga ketika Rio masuk, suasana hati Becca berubah, dia mengamuk untuk memintanya keluar.


Rio mencoba menjelaskan pada Becca jika dia sudah memiliki bukti cukup kuat untuk diperlihatkan pada mereka jika semua yang terjadi, bukan


sepenuhnya kecerobohan Rio yang merusak suasana mereka. Melainkan ada seseorang yang ingin merusak hubungan mereka menjadi tidak baik.


Naku menengahi mereka dan terus berusaha membuat Rio mengerti bila suasana hati mommynya benar-benar belum stabil sepenuhnya. Akan tetapi Rio tetap memaksa Naku untuk membantunya memberikan ponsel yang terdapat rekamannya dengan Killa.


Susah payah Rio berjuang, akhirnya Naku bisa membantu Rio untuk membuat Becca terdiam ketika melihat isi rekaman tersebut. Rio pun tersenyum saat Becca sesekali melirik sinis ke arahnya.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...