Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kembalinya Joey Dari Korea


Sesampainya Joey kembali ke negara kelahiran, wajah yang terlihat murung sekarang telah berubah menjadi sangat ceria. Joey tidak menyangka, sekuat inikah rasa rindu yang sudah tertanam di dalam hati ketika harus berjauhan pada gadis kecilnya.


Joey terpaksa meninggalkan gadis kecinya beberapa hari demi sebuah tekat yang kuat untuk kesehatannya tanpa keluarga Yola harus mengetahuinya. Joey ingin mereka semua tahu, bahwa pria itu selalu dalam keadaan baik-baik saja.


Ditambah lagi, Joey harus benar-benar menjaga rahasia ini agar tidak mendapatkan rasa kasihan seseorang atas penyakitnya. Jika memang umur Joey tidak bertahan lama, biarlah maut yang mengatakan semua penderitaan selama ini Joey rasakan.


Namun, jika Joey bisa kembali sembuh. Itu berarti, Joey sudah berhasil menaklukkan penyakit yang tidak semua orang bisa taklukkan.


Malam hari, keluarga Joey datang mengunjungi rumah keluarga Yola. Di mana Becca sudah menyiapkan beberapa menu makan malam yang cukup mewah hanya sekedar menyambut mereka.


Sementara itu, Yola tidak bisa mengontrol rasa rindunya sampai-sampai Joey datang Yola langsung berlari sekencang mungkin dan memeluknya sangat erat.


Tidak hanya itu, drama kecil juga beberapa kali terjadi ketika Naku berusaha keras memisahkan kedua bocil menyebalkan itu, meskipun dia sendiri harus berpikir keras untuk bisa memisahkannya dengan cara halus.


Mereka semua segera berjalan ke arah ruang makan, di mana sudah ada Becca dan pembantu yang sedang mengangatkan makanan agar lebih nikmat untuk disantap.


Becca merasa senang karena mereka sudah kembali mengunjunginya dengan membawa hadiah mewah yang tidak hanya untuk Baby Juan, tetapi untuk semua. Baby Juan mendapatkan 2 setel pakaian, serta sepatu. Sedangkan Yola, hadiah yang diberikan cukup mewah karena dia mendapatka satu setel pakaian, sepatu dan perhiasan kalung dengan bentuk simpel.


Sementara Naku, hanya mendapatkan satu setel pakaian, sepatu, juga jam tangan mewah. Akan tetapi, berbeda sama Becca yang menerima tas bermerek, serta Rio kembali menambah koleksi jas mewah dengan warna biru dongker yang tidak kalah mahalnya sama apa yang mereka miliki.


"Wahh ... Hadiahnya banyak sekali, ya ampun. Kalian habis ngerampok di mana ini? Astaga, benar-benar ya, beliin oleh-oleh sampai nguras isi dompet. Udah, udah ... Ini bawa pulang aja, kalian belikan hadiah buat anak-anak aja aku udah bersyukur. Kenapa kami harus dibelikan juga? Kami masih bisa beli sendiri, kok. Udah ini bawa pulang aja, aku tidak mau merepotkan kalian."


Wajah Becca berubah panik ketika melihat hadiah-hadiah yang mereka bawakan semuanya bermerek. Tanpa harus dikasih tahu berapa harga barang tersebut, Becca sudah bisa menebaknya. Jika semua barang dijumlahkan, maka bisa sekitar 380 juta. Besar, bukan? Ya, mungkin untuk Becca sendiri itu nominal yang sudah sangat besar.


Lain cerita sama keluarga Joey yang tidak melihat berapapun nilai rupiahnya, selagi mereka ada niatan untuk memberinya semua akan terwujud hanya dengan menunjukkan jarinya.


"Aisshh ... Apalah Kakak ini. Ayolah, terima. Kami beli jauh-jauh loh, masa iya, gak diterima. Anggap aja itu semua hadiah dari kami. Lagi pula itu hadiah kecil, kok tidak semahal yang kakak pikirkan. Tenang aja, itu merek abal-abal bukan aslinya. Sudah-sudah, ambilah!"


Rani terus mengoper tas belanjaan ditangannya ketangan Becca, begitu juga sebaliknya. Membuat semua yang melihat merasa aneh ketika melihat kedua wanita itu sedang berperang.


"Merek abal-abal katamu? Hahh, dasar! Besok-besok ajaklah Mamihmu ke dokter mata, Joey. Periksakan matanya itu, merek asli begini dibilang abal-abal, dasar gemblung!"


"Hihi ... Udah, akhh. Ayo, makan, Kak. Aku laper nih, lagian itu belanjaan taruh aja di kamarmu nanti kena noda sayang nyucinya mahal."


"Yalah, tuh! Bagian nyuci tas dibilang mahal, bagian beli tasnya udah kaya beli kacang rebus di pasar malam. Dahlah, susah memang ngomong sama dirimu. Udah, ayo, duduklah! Ini semua makanan baru aku hangatkan. Makanlah!"


Rani hanya bisa tertawa kecil melihat wajah Becca yang sedikit kesal. Satu persatu duduk di kursinya masing-masing, apalahi ketika melihat hubungan Becca sama Rani terbilang cukup akrab membuat para suami merasa senang. Mereka berdua terlihat seperti adik dan kakak.


Namun, hanya ada satu orang yang menatap tidak suka yaitu, Naku. Pria itu selalu saja mengawasi pergerakan mereka, hingga membuatnya merasa kesal melihat kedekatan Becca dan Rani.


Hahh ... Dasar wanita, kaya gitu aja heboh! Padahal, di dalam hatinya mah, senang udah dikasih hadiah. Cuman, gengsi aja. Mending kaya aku tidak munafik mau nerima hadiahnya, tetapi tidak orangnya hihi ....


Suara batin Naku ketika melihat Becca dan Rani sudah kembali akur untuk mengambilkan makanan ke atas meja para suami, beserta anak-anak.


Di saat Naku ingin menyuapkan sendok ke dalam mulut, tiba-tiba saja dia melihat pemandangan kurang menyenangkan. Di mana dia baru tahu, kalau Yola duduk tetap di sebelah Joey dalam keadaan Yola tertawa bahagia sambil menceritakan hari-hari yang dilewatkan selagi Joey berada di luar negeri.


"Kau pindah sini, Dek!" pinta Naku langsung berdiri.


Yola refleks menatap Naku yang baru saja berdiri, "Dishh, gak mau! Kakak duduk aja di situ, lagian itu kursi Kakak. Kursi Yola di sini!"


Jawaban Yola cukup tegas, semakin membuat jiwa kesal di dalam hati Naku mulai nyawa. Akan tetapi, Naku harus tetap bersikap bail di depan semua orang agar tidak membuat mereka merasa curiga.


"Aku mau ambil lauk itu susah, jadi kita tukeran tempat, ya. Please! Kakak mau makan pakai udang bakar, jadi geserlah, ayo!"


"Isshh, gak mau! Lagian kalau mau udang, tinggal bilang nanti diambilin Mommy. Atau, kalau perlu piringnya di dekati biar gak ganggu orang makan!"


"Tapi ...."


"Udahlah, Kak. Janganlah berulah terus, Mommy pusing lihat kamu selalu begini. Biarkan adikmu berteman sama aja termasuk Joey yang penting selagi pertemannya baik, maka dukunglah. Namun, jika tidak baik barulah kamu bisa membatasi adikmu," ucap Becca sambil menyiapkan makanan yang baru dihangatkan.


"Apa yang dibilang Mommy itu benar, Kak. Lagi pula katanya sudah sahabatan sama Joey, terus kenapa Daddy lihat kamu masih tidak suka, hem? Apa jangan-jangan ...."


Rio menjeda perkataannya hingga membuat semua orang menjadi penasaran. Jantung Naku mulai berdetak tidak karuan, tstapi dia juga merasa tenang sampai sang ayah berhasil


"Jangan-jangan apa, Dad?" tanya Yola mewakilkan semua.


"Jangan-jangan kamu ...."


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...