Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Virus atau Hipertermia


Beberapa menitkemudian, dokter dan asistennya keluar dari ruangan UGD untuk memberikan kabar mengenai kondisi Yola saat ini. Dengan perasaan cemas semua langsung berdiri mendekati dokter kecuali, Naila yang diminta Naku untuk duduk di tempat supaya tidak keberatan menggendong Juan.


"Apakah kalian semua keluarga pasien bernama Nona Yola?" tanya dokter memastikan supaya tidak salah memberikan informasi mengenai pasien.


"Ya, Dok. Saya, daddynya. Ini istri saya, dan ini kakaknya. Gimana keadaan putri saya di dalam? Apakah dia baik-baik aja?" Rio kembali bertanya dengan wajah gelisah tak menentu memikirkan putri satu-satunya.


"Panas putri saya sangat tinggi, Dok? Apakah kondisinya tetap aman? Atau dia harus di rawat di sini?" tanya Becca, membuat dokter kesulitan untuk menjawab.


Melihat dokter tidak mendapatkan celah untuk menjelaskan apa yang terjadi pada Yola di dalam, membuat Naku langsung mengambil alih.


"Mom, Dad. Hentikan! Biarkan dokter mengatakan apa yang ingin dia katakan, percayalah. Adikku itu gadis yang kuat, fia pasti baik-baik aja!" sahut Naku dengan suara lantang, tegas, dan berhasil membuat kedua orang tuanya mengunci mulut.


Beberapa detik mereka terdiam, dokter segera melanjutkan ucapannya untuk menjelaskan secara perlahan mengenai kondisi Yola saat ini.


"Jadi, begini Tuan, Nyonya, semuanya. Panas Yola sangatlah tinggi hampir mencapai 43 derajat celcius. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan suhu tubuh menaik drastris seperti Nona Yola. Pertama mengalami penyakit Hipertermia atau demam yang disebabkan oleh virus. Untuk lebih lanjutnya, kami sudah memeriksakan kondisi Nona Yola jauh lebih detail melalui pengecekkan. Dengan begitu kami bisa memastikan apakah demam ini akibat virus atau penyakit Hipertermia."


"Untuk itu, saya mohon buat keluarga Nona Yola jangan terlalu panik. Kita sebagai tenaga medis akan melakukan yang terbaik sebisa kami untuk menangani semua pasien agar kembali pulih. Berdoa saja, supaya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Setelah semua tes keluar kami akan segera memberitahu kalian semua. Untuk sekarang, Nona Yola akan kami pindahkan ke ruangan rawat agar lebih nyaman. Namun, jika anak kecil tidak boleh satu ruangan dengan pasien, sehingga si kecil bisa berada di kamsr sebelah dan jangan berada dekat dengan sang kakak. Atau, lebih baik lagi si kecil ditinggal di runah supaya tidak terjadi sesuatu padanya."


Semua langsung menoleh ke arah Naila yang sedang memangku Juan. Apa yang dikatakan oleh dokter memang benar, jadi suka tidak suka kemungkinan Juan akan ditinggal di rumah dan Becca hanya sesekali datang ke rumah sakit, lalu pulang ke rumah demi menemani Juan. Selebihnya, biarlah Naku dan Rio yang menjaga Princes kesayangan mereka.


"Baik, Dok. Apa pun itu lakukan saja asalkan anak saya bisa kembali sehat. Untuk anak saya yang paling kecil, mungkin nanti tidak akan meninginap di rumah sakit, dia hanya akan datang ke sini untuk menengok tanpa menginap. Selebihnya saya yang akan menjaga full putri saya untuk terus memantau perkembangannya."


Dokter tersenyum kecil, menganggukan kepala pertanda mengerti. Selepas itu dokter kembali masuk ke dalam ruangan untuk mengurus perpindahan kamar Yola. Saat pintu tertutup, Naku langsung menatap sang dadd.


"Naku mau minta izin sama sekolah untuk tidak masuk dalam waktu beberapa hari. Nanti kalau Yola sudah lebih baik, baru Naku berangkat sekolah, dan pulang ke rumah ganti baju langsung kembali ke rumah sakit. Jadi, Daddy tidak akan sendirian menjaga Yola," ucap Naku benar-benar penuh penegasan dalam menatap sang daddy.


"Tapi----"


Tatapan Naku langsung membuat kedua orang tua tak berkutik. Inilah kerasnya watak Naku, apa pun yang dia inginkan harus terpenuhi. Namun, bedanya sekarang dia sudah lebih mengerti jika keluarga jauh lebih penting dari segalanya.


"Oppa, jaga nada bicaramu. Mau bagaimanapun, mereka orang tuamu, jangan sampai niat baikmu malah melukai mereka atas perkataanmu yang sulit dikontrol. Siapa pun boleh menjaga Yola, tetapi Tante lebih fokus ke Juan saja dulu, biarkan Om yang menjaga Yola di sini, begitu juga sama Oppa. Walaupun, Oppa mau menjaga Yola tetap jangan lupakan pendidikan karena itu penting untuk masa depanmu."


Naila berbicara dalam keadaan duduk, membuat mereka langsung menoleh bersamaan menatap gadis yang sedia menjaga Juan di dalam peluknnya.


"Aku ikut apa kata kamu aja, By. Mungkin aku bisa ke sini siang sampai sore saja, selebihnya aku akan mengurus Juan seperti apa yang kita bicarakan. Untuk Kakak pagi sampai siang bisa sekolah, sore sampai malam baru ke rumah sakit nanti pulang lagi atau mau nginap terserah asalkan pelajaran tidak sampai keteteran. Nanti Mommy akan meminta izin 2 hari untuk kamu bisa menjaga Yola bersama Daddy sampai keadaan membaik, setelah itu kamu bisa sekolah dengan rajin meski adikmu masih dirawat. Setuju?"


Semua mengangguk antusias setelah menemukan solusi terbaik untuk menjaga Yola yang sedang sakit. Tak lama, pintu UGD terbuka bersamaan dengan keluarnya bangkar Yola yang akan segera dipindahkan ke kamar rawat.


Wajah yang biasanya tertawa lepas, jahil, lucu, dan menggemaskan sekarang terlihat begitu pucat pasi tak berdaya dalam keadaan tubuh hanya terbaring lemas di bangkar dengan kedua mata masih tertutup rapat.


Becca menangis memeluk sang anak membuat Rio langsung menenangkannya. Lalu, mereka bergegas mendorong bangkar Yola ke kamar rawat yang berada di lantai 15 ruangan VVIP nomor 3. Sementara itu, Naila berjalan di belakang mereka sambil menggendong Juan yang setia tidur di dalam pelukan, membuat Naku setia menjadi di sampingnya dengan merangkut Naila.


Tatapan Naku terhadap sang gadis mampu menggetarkan hatinya, hingga membuat Naila menjadi salah tingkah dengan kedua pipi merona padam. Sumpah, semua orang yang tidak sengaja melihat Naila dan Naku malah berpikir bahwa mereka menikah muda. Keromantisan yang Naku tunjukkan meskipun, sedikit dingin tetap menyita perhatian orang disekitarnya.


Sesampainya di kamar rawat, Yola kembali di baringkan di bangkar khusus dengan alat-alat yang dipasang serapi mungkin agar tidak ada yang kesalahan. Sedangkan Naila, di kamar sebelah untuk menjaga Juan dan lainnya menemani Yola sampai dokter kembali keluar ruangan untuk mengecek hasil lab apakah sudah keluar atau belum.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...