
2 bulan berlalu, hubungan antara keluarga Yola dengan Joey semakin hari semakin membaik. Mereka terus berkomuniksi tanpa putus, apa lagi beberapa kali mereka sering ngumpul untuk liburan bersama atau sekedar makan malam. Semua dilakukan demi menjalani hubungan kekeluargaan (silaturahmi) agar kedua pihak tidak merasa asing.
Sebuah bisnis keluarga baru saja dijalani secara perlahan antara Rio juga Ragil. Mereka sedang membangun satu bisnis yang kelak akan jatuh ditangan anak-anaknya. Bisnis itu didirikan untuk kepentingan bersama sebagai tabungan anak ataupun cucu mereka kelak.
Semua sudah dipikirkan matang-matang dari kedua pihak demi mencapai kesuksesan bersama. Jika hubungan Joey dan Yola semakin dekat bagaikan saudara, lain cerita dengan hubungan Naku sama Joey. Mereka selalu saja menunjukkan ketidak sukaan satu sama lain, tapi lebih tepatnya Naku yang seperti itu.
Naku selalu berusaha menjaga jarak diantara Yola dan Joey agar mereka tetap berada jauh. Naku takut jika mereka semakin dekat, maka akan ada hubungan lain yang terjalin selain kekeluarga yang sudah diputuskan kedua pihak.
Yola dan Naku terlihat lebih sering bersama hanya sekedar bermain atau belajar, itupun masih dalam pengawasan sang kakak. Naku rela bolos les dan kegiatan lainnya hanya demi menjaga sang adik agar tidak terkena godaan pria manja seperti Joey.
Tahu sendiri bukan, bagaimana reaksi Yola dan Joey ketika harus diawasi oleh bodyguard tampan itu. Sedikit saja melakukan kesalahan, Naku akan lngsung turun tangan. Kedua orang tua mereka saja sampai menggelengkan kepala ketika melihat betapa posesif Naku terhadap adik perempuannya.
Jika Naku sudah seposesif ini kepada Yola, bagaimana nasib adik yang masih di dalam kandungan Becca? Seandainya perempuan, apakah perlakuan Naku terhadap Yola akan sama kepada adik kecilnya itu? Lantas, bagaimana jika adiknya laki-laki. Apakah Naku tidak akan seposestif ini. Atau, lebih cenderung cuek? Semua masih tanda tanya besar, lihat saja nanti tepat dikelahiran anak ke-3 Becca dan Rio.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Hari ini adalah hari di mana semua orang sudah menantikan. Bertepatan di Minggu jam 10 pagi, Becca akan melakukan operasi caesar seperti saran dari dokter. Diusia Becca yang tidak lagi muda memang bisa melahirkan secara normal, hanya saja rasa trauma akan kehilangan orang tersayang di dalam hati Rio juga Yola terlalu kuat.
Satu sisi mereka senang karena sebentar lagi akan ada kelahiran si kecil yang sudah ditunggu-tunggu dari beberapa bulan lalu. Akan tetapi, di sisi lainnya ada ketakutan begitu besar di dalam hati Rio saat mengingat masa-masa di mana dia kehilangan ibu kandung Yola.
Jelas-jelas, ibunya Yola meninggal akibat suatu penyakit yang memang tidak bisa disembuhkan dengan cara apapun. Hanya saja, mereka tetap akan menjaga semua itu supaya si kecil tidak pernah merasakan apa yang Yola rasakan.
Ketegangan juga ketakutan mulai terlihat di wajah Rio ketika mengikuti semua prosedur dari sang dokter di ruangan operasi. Rio selalu menemani Becca tanpa melepaskan genggaman tangannya sedikit pun. Rio selalu memberikan semangat tanpa henti kepada istri tercinta demi buah hati mereka menjelang detik-detik kelahirannya.
Sementara Naku dan Yola, duduk bersama saling memeluk satu sama lain sambil menunggu kabar baik keluar dari mulut Rio tentang kelahiran si kecil. Sekeras apapun Naku berusaha membuat Yola nyaman, tetap saja di dalam lubuk hati paling terdalam Naku juga sangat ketakutan. Hanya saja, dia tidak bisa menunjukkan kepada Yola agar tidak membuat Yola semakin cemas.
"Ka-kakak, ba-bagaimana keadaan Mommy di dalam? Mommy baik-baik aja 'kan, sama si kecil. Mommy tidak----"
"Berhenti berpikir negatif, oke?" Naku melepaskan pelukan Yola, sedikit menyerongkan tubuh lalu memegang rahang sang adik menggunakan kedua tangannya yang di arahkan untuk menatap wajah sang kakak.
"Mommy dan Daddy sedang berjuang untuk si kecil, kita sebagai seorang kakak harus tetap semangat buat berpikir positif. Semoga saja, Mommy bisa melewati semua ini demi melahirkan adik. Jadi, stop berpikir negatif yang akan menjadi doa buruk untuk mereka. Yola paham apa yang Kakak sampaikan, hem?"
Yola menganggukan kepalanya kecil sesekali air mata keluar menetesi kedua pipi gembulnya. Naku bisa melihat adanya ketakutan yang sangat besar di bola mata Yola, sehingga Naku bisa ikut merasakan bagaimana pedihnya hidup Yola di masa itu ketika ditinggalkan oleh ibu kandungnya.
Tanpa berkata apapun, Naku langsung kembali membawa Yola ke dalam pelukannya sambil menenangkan supaya adik tersayang itu tidak lagi memiliki pikiran yang membuat Naku pun merasa gelisah.
Di saat mereka berdua sedang fokus menatap ke arah lampu hijau yang masih menyala, tiba-tiba seseorang datang menghampiri dengan perasaan khawatir yang mampu membuat mereka langsung menoleh.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...