
"Daddy!" teriak Yola langsung memeluk pinggang Rio. Perlahan Rio membungkukkan badannya memeluk Yola sambil menempelkan pipi dikepala sang anak.
"Da-daddy, gi-gimana sama Mommy di dalam? Mommy baik-baik aja, 'kan? Mommy sama Ade ...."
Naku menghentikan perkataannya membuat Rio kembali berdiri tegak. Air mata di wajah Rio masih terlihat jelas membuat Rani dan Ragil terharu atas kebahagiaan yang pastinya tidak bisa Rio jelaskan.
"Mommy baik-baik aja, Sayang. Selamat ya, sekarang Naku dan Yola sudah benar-benar menjadi Kakak. Adik kalian sudah lahir," jawab Rio tersenyum menatap keluarga Joey.
Naku langsung memeluk Rio sambil mengucapkan selamat atas kelahiran anak pertama yang akan menjadi anak ketiga. Mereka berpelukan satu sama lain layaknya teletubbies. Semua terlihat bahagia mendengar kalau kondusu Becca dan si kecil dalam keadaan baik-baik saja.
"Syukurlah, selamat Tuan, atas kelahiran anak ketiganya. Selamat juga buat Naku sama Yola yang sudah berhasil menjadi seorang kakak. Semoga kedepannya bisa kompak untuk menjaga adik kecil kalian, sekali lagi kami ucapkan selamat," ucap Ragil mewakilkan keluarga kecilnya.
"Terima kasih, Tuan Ragil, Nyonya, Joey. Kalian sudah menyempatkan datang ke sini," sahut Rio mulai melepaskan pelukan kedua anaknya.
"Oh, ya, adik Yola cewek apa cowok, Dad?" tanya Yola mengusap semua air matanya. Wajah semua orang menjadi penasaran dengan gender anak ketiga Becca dan Rio.
Pertanyaan Yola sangat mewakilkan mereka, apa lagi Naku sudah tidak sabar untuk mendengarnya langsung dari bibir Rio. Mereka terlihat begitu bersemangat memastikan gender dari si kecil.
Rio menatap satu persatu wajah mereka sambil tersenyum, "Anak ketiga kami ... Dia ...." Seketika perkataan Rio terhenti, semakin membuat mereka gemas.
"Dia ...." Yola menatap polos ke arah Rio.
"Dia ...." Berulang kali Rio menggantungkan kata-katanya dan semakin membuat kesal Naku sama Yola.
"Astaga, Daddy! Cepatlah, aku sudah tidak sabar!" pekik Naku membuat Rio dan kedua orang tua Joey tersenyum.
"Tahu nih, Dad. Bikin orang penisirin aja ishh!" seru Yola, sebal.
"Penasaran!"
"Ya, mangap. Namanya juga orang kepanikir, salah dikit gak ngaruh kali, hihi ...."
"Terserah, mau pinisirin kek, mau mangap kek, mau kepanikir kek bodo amat!" jawab Naku penuh emosi.
"Lah, kok mar-- hemmp ...."
Naku menutup mulut Yola menggunakan tangannya sendiri, kemudian menatap serius ke arah Rio, "Cepat katakan adikku ini cewek apa cowok, Dad?"
"E,ehh ... Lepaskan adikmu dul---"
"Akhhhh ... Ck! Kenapa kamu gigit tanganku sih, sakit tahu!" pekik Naku, terkejut tangannya digigit oleh Yola.
"Bodo amat, siapa suruh main tutup-tutup aja mulut orang dikata tong sampah!" jawab Yola tidak terima sama apa yang Naku lakukan.
Astaga, dalam keadaan panik juga mereka masih aja berantem. Haahh, sabar, Rio, sabar!
Rio berbicara di dalam hati, Joey berusaha memisahkan Naku dan Yola dibantu orang kedua orang tuanya. Hanya saja, Yola dan Naku tetap sama-sama tidak terima perlakuan satu sama lain. Pada akhirnya, Rio harus turun tangan agar mereka menyudahi adu mulut sebelum ada dokter yang datang dan memarahi mereka.
Benar saja, belum sempat perdebatan berhenti dokter keluar bersama beberapa perawat untuk membawa inkubator yang di dalamnya ada si kecil sedang tertidur pulas.
Si kecil akan dibawa ke ruangan bayi untuk melakukan pengecekkan dari segi fisik juga kesehatan atau organ tubuh yang ada di dalam. Tidak lupa disusul bangkar Becca yang didorong oleh perawat lainnya untuk dipindahkan ke kamar rawat.
Semua langsung terfokus pada Becca yang tersenyum sambil mengusap pipi Yola dan Naku secara bergantian.
"Selamat kalian sudah menjadi seorang kakak untuk si kecil, semoga kalian berdua bisa kompak terus dalam menjaga adiknya, ya."
"Aaa ... Mommy, Yola seneng banget. Terima kasih, Mom. Yola sayang Mommy selamanya!"
Yola mencium kening Becca dengan penuh kasih sayang. Begitu juga Naku dan Rio, mereka tersenyum bersama membuat Rani terharu melihat keluarga tersebut.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
...Di dalam kamar rawat VVIP nomor 5 ...
Becca tersenyum menatap keluarga Joey yang sudah meluangkan waktunya hanya sekedar menyaksikan hari kebahagiaan mereka. Tidak lupa Becca dan Rio mengucapkan terima kasih, lantaran keluarga Joey sudah membantu menjaga Naku serta Yola selama mereka berada di dalam ruang operasi.
Yola duduk di pinggir ranjang Becca sambil tersenyum. Disela-sela mereka semua berbincang Yola sama Naku menanyakan sesuatu yang dari tadi tidak mereka temukan jawabannya.
"Mom, di mana adikku? Kenapa dia tidak ada di sini?" tanya Yola membuat semua mengalihkan pandangan ke arahnya.
"Sabar ya, Sayang. Dokter sedang mengecek kesehatan adik Yola dulu, nanti kalau sudah selesai baru dibawa ke sini," jawab Becca.
"Lama?" tanya Naku.
"Lama tidaknya, Mommy belum tahu. Intinya doakan saja adik kalian, semoga semuanya sehat-sehat dan tidak ada pemeriksaan yang mengkhawatirkan," ucap Becca.
"Terus, adik Yola cewek apa cowok, Mom? Dari tadi Yola nanya Daddy gak dapet jawaban, kesel!" sahut Yola melipat kedua tangan di dada dengan wajah cemberut.
"Tahu tuh, Daddy ngeselin banget. Ngasih tahunya setengah-setengah mulu, bikin orang penasaran!" sambung Naku, ikut merasa kesal menatap Rio.
Becca menoleh ke arah Rio yang langsung menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tatapan istrinya begitu tajam membuat Rio bingung, jika mengatakan kejadian tadi pasti malah akan menambah beban Becca. Sehingga Rio meminta maaf karena hanya itu yang bisa dia lakukan supaya tidak memperpanjang masalah.
"Uhh, kasihan. Ya, sudah Mommy kasih tahu ya, adik kalian itu----"
"Laki-laki ya, Tante?" tanya Joey membuat Rani langsung memarahinya lantaran telah memotong perkataan Becca. Tidak lupa meminta maaf kepada semuanya.
Becca dan Rio tidak ada masalah, itu wajah saja. Mereka masih sangat kecil, jadi sudah pasti rasa penasarannya jauh lebih besar dari pada orang dewasa.
"Ma-maafin Joey, Tante, Om. Joey----"
"Gapapa, Joey. Santai saja, kami malah senang. Kamu berbicara spontans karena kamu juga ikut merasakan ketegangan anak kami. Terima kasih ya," ucap Rio diangguki oleh Becca.
Jika semua tidak ada masalah, berbeda sama Naku. Lirikan matanya sangat tajam seakan-akan ingin memakan Joey hidup-hidup, sebab dia sudah merusak suasana.
Namun, Becca yang paham dengan tatapan mata sang anak langsung meneruskan perkataannya dan membuat semuanya terkejut bukan main.
"Sudah, gapapa. Mommy lanjut ya, jadi ... Adik kalian itu laki-laki, yeeyy ...."
"Yes! Hahah ...."
Kedua tangan Naku mengepal keras langsung ditarik ke arah sambil sebagai bukti kalau dia sangat-sangat bahagia ketika tahu kalau adiknya laki-laki. Tidak hanya Naku, tetapi Joey pun ikut senang atas kelahiran Baby Boy.
Di saat semuanya merasa bahagia, ada satu orang yang terlihat terpuruk atas kabar tersebut. Wajahnya begitu sedih, seakan-akan tidak menyukai kabar sang adik yang ternyata, Baby Boy. Siapa lagi kalau bukan Yola, entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Yola hanya bisa menunjuk sambil memi*linkan baju persis seperti anak kecil lagi ngambek.
Kira-kira ada apa dengan Yola, kenapa dia tidak sebahagia Naku? Apakah dia tidak menginginkan adiknya, atau ada sesuatu yang membuat Yola seperti ini? Entahlah, simak terus kisah mereka dan jangan lupa berikan dukungan sebanyak-banyaknya. Terima kasih.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...