Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Janji Suci Rio & Becca


Sebuah pesan tersirat yang banyak mengandung makna, Naku ucapkan dengan lantang penuh keseriusan sambil menatap mata Rio.


"Hari ini, detik ini sampai selamanya. Aku, Nakula Destavin Maverick menyerahkan seluruh kebahagiaan mommyku kepadamu, Tuan Dario Adhelard. Jaga mommy seperti Tuan sedang menjaga putri kecil kesayangan Tuan. Berikan mommy kebahagiaan yang tidak pernah didapatkan, hapus semua kesedihan juga luka yang ada di dalam hidupnya lalu menggantikannya dengan cinta kasih yang sangat melimpah."


"Mungkin, jika aku boleh memilih. Biarkan aku saja yang mendapatkan tindakan buruk darimu, jangan mommyku. Luka yang ada di dalam hati mommy sudah cukup banyak, bahkan aku sebagai anak juga belum bisa membahagiakannya. Jadi, aku titipkan dia kepada Tuan untuk disayangi bukan disakiti. Tuan boleh tidak menyayangi diriku, tapi jangan dengan mommyku!"


"Jadikan dia seorang Ratu satu-satunya di dalam hati Tuan yang memiliki tahta tertinggi sebagai pasangan hidup, kemudian berikan ruang tersendiri untuk mommyku agar dia nyaman bersama dengan Peri kecil Tuan. Mungkin sebelum ini tujuan hidup Tuan hanya untuk Peri kecil, Tuan. Akan tetapi, setelah ini tujuan hidup Tuan kembali bertambah. Pertama Tuan harus menjadi ayah yang baik untuk Putri Tuan yang cantik itu, dan tujuan terakhir Tuan menjadi suami dengan tanggung jawab besar terhadap keluarga kecil Tuan, supaya Tuan bisa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab."


"Kami tidak butuh hartamu, dan kami juga tidak bangga akan ketampanan wajahmu. Satu yang kami bangga dari dirimu, Tuan memiliki kebaikan hati yang sangat luar biasa. Cinta kasih yang ada di dalam diri Tuan sangatlah berharga dari apapun di dunia ini. Jadi, saya mohon dengan amat sangat. Jagalah mommy, sebagaimana Tuan menjaga putri kecil Tuan. Berikan dia hidup yang layak, juga kebahagiaan sama seperti putri Tuan. Hanya itu yang bisa aku sampaikan, tidak ada tuntutan yang aku berikan selain buat kebahagiaan mommy!"


"Jika sampai suatu saat nanti, mommy kembali terluka akan kelakuan Tuan yang jauh dari kebaikan. Maka, di saat itu juga aku akan mengambil mommy dari tangan Tuan. Biarkan aku yang membahagiaan mommy, dan biarkan aku yang memberikan kehidupan layak yang tida pernah dia dapatkan sebelumnya. Terim kasih!"


Kata-kata Naku sungguh berhasil membuat semua orang tersenyum meneteskan air mata karena terharu. Sama seperti Becca juga Rio yang sudah berlinang air mata ketika menatap Naku.


Sementara itu, Yola hanya bisa berkaca-kaca karena dia tidak menyangka jika sebentar lagi Becca benar-benar akan menjadi mommy yang selama ini dia inginkan. Bertahun-tahun Yola berdoa untuk di berikan seorang mommy yang baik, dan sekarang semua itu telah di wujudkan oleh sang daddy dengan memberikan wanita yang sangat menyayanginya.


"Siap, mungkin jika aku berjanji untuk tidak menyakiti mommymu atau membuatnya bahagia setiap detik, itu tidak akan mungkin. Setiap hubungan pasti akan ada pasang surutnya, untuk itu aku hanya bisa berjanji kepada kalian semua di depan sang pendeta jika aku akan selalu berusaha untuk membahagiakan istri serta anak-anakku. Apapun itu akan aku lakukan, bahkan nyawa juga aku pertaruhkan demi kalian semua. Naku, Yola juga Becca, istriku!"


"Terima kasih, telah mengizinkan aku untuk mempersunting mommymu. Semoga dengan awal yang baru ini, kita bisa menjadi satu keluarga yang utuh dengan kebahagiaan yang melimpah. Aku juga tidak akan pernah membedakanmu dengan anak kandungku sendiri, karena bagaimana pun kalian tetap anak-ankku!"


Sungguh, kata-kata yang manis. Baru hanya penyerahan Becca kepada Rio saja, mereka sudah berhasil membuat air mata kebahagiaan menular pada tamu undangan yang hadir. Hampir 90 persen, mereka menangis karena merasa kagum terhadap kebesaran cinta yang ada di kedua keluarga yang sebentar lagi akan menjadi satu.


Setelah penyerahan selesai, sang pendeta meminta Yola dan Naku untuk melepaskan tangannya dari kedua orang tua mereka. Kini, hanya ada tangan Rio yang menggenggam erat penuh kelembutan tangan Becca sambil menatapnya dengan air mata yang masih mengalir.


Sang pendeta meminta untuk Yola dan Naku menuruni Altar, meninggalkan kedua orang tuanya yang beberapa menit lagi akan melakukan janji suci satu sama lain dengan bantuan sang pendeta.


"Bagaimana, apa kalian sudah siap?" tanya sang pendeta.


"Saya, siap!"


"Saya juga, siap!"


Tanpa adanya paksaan mereka segera menjawab semua pertanyaan itu penuh kelantangan. Senyuman mereka lontarkan satu sama lain sambil mengubah posisinya untuk menghadap ke arah sang pendeta sambil berpegangan tangan.


Sampai beberapa menit telah terlewatkan, akhirnya sang pendeta menatap mereka secara bergantian sambil tersenyum.


"Sekarang sudah tiba saatnya janji suci kalian ucapkan, apakah kalian sudah siap?" tanya sang pendeta.


"Saya siap!" jawab Rio dan Becca secara bersamaan.


"Baiklah, sekarang kita mulai dari mempelai pria terlebih dahulu yang akan mengucapkannya. Kemudian di susul oleh mempelai wanita, silakan Tuan!" ujar sang pendeta.


Rio dan Becca merubah posisi untuk saling berhadapan sambil menggenggam tangan. Kemudian dia menarik napasnya dalam-dalam, lalu menghembuskan secara perlahan sambil memejamkan kedua matanya sekilas.


Setelah itu, Rio tersenyum dan mengucapkan kalimat janji suci yang sangat tegas, lantang juga indah terdengar di telinga semua orang.


Saya, Dario Adhelard telah mengambil engkau menjadi seorang istri, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita sesuai dengan hukum Allah yang kudus. Dan inilah janji setiaku yang sangat tulus.


Kalimat indah yang sering mereka semua dengar terasa berbeda, ketika Rio yang mengucapkannya dengan sepenuh hati. Layaknya, seorang pria yang sedang mengucapkan janji pada Tuhan-Nya untuk bisa selalu melindungi, mencintai juga menghargai wanitanya seumur hidup.


Diusianya yang tidak muda lagi, Rio serta Becca benar-benar tidak terlihat sedikit saja adanya penuaan di wajah mereka. Riasan wajah yang sangat bagus, telah merubah mereka seperti anak usia 20 tahunan.


Tanpa harus menunggu lama lagi, kini saatnya Becca yang mengucapkan janji suci tersebut dengan suara lembutnya penuh kebahagiaan.


Saya, Becca Dushinka telah mengambil engkau menjadi seorang suami, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita sesuai dengan hukum Allah yang kudus. Dan inilah janji setiaku yang sangat tulus.


Pengucapan kalimat tersebut benar-benar terdengar lembut, lantang juga penuh cinta. Banyak tamu undangan yang meneteskan air mata, saat mereka mengucapkan kalimat indah itu tanpa adanya keraguan sedikit pun di hati Rio juga Becca.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...