Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kebahagiaan Keluarga Joey


Hampir 20 menit mereka semua yang ada di luar dibikin panik oleh ke datangan dokter yang dari tadi tidak keluar-keluar. Kegelisahan dan kekhawatiran mereka semua sudah berada di ujung tanduk.


Rani dan Ragil tidak sanggup duduk dengan tenang, keduanya dari tadi berjalan ke sana kmari hanya karena memikirkan kondisi sang anak yang ada di dalam. Entah apa yang terjadi, harapan mereka semua ini kapan baik.


Tak lama pintu terbuka bersamaan keluarnya Yola dalam keadaan air mata yang sudah mengalir di pipi. Ragil dan Rani langsung mendekati gadis kecil itu untuk menanyakan apa yang telah terjadi pada anaknya.


"Yola, gimana Joey? Ada apa dengannya? Joey baik-baik aja, 'kan, Cantik? Joey gapapa, 'kan?" tanya Rani membuat Yola bingung harus menjawab apa.


"Jawab, Sayang. Gapapa, jangan takut, kasih tahu sama kita semua apa yang terjadi di dalam? Kenapa sampai dokter berlari untuk memeriksanya? Apa kondisi Joey menurun karena kita?" tanya Ragil, berusaha menenangkan Yola yang terlihat tertekan.


Yola bukannya menjawab pertanyaan mereka. Dia malah menoleh ke arah belakang melihat suster, membuatnya langsung mengambil alih.


"Tuan, Nyonya, semuanya tenang dulu, ya. Sebentar lagi dokter akan memberitahu kita semua tentang kabar Joey, semoga ini adalah kabar baik."


Rani dan Ragil langsung menoleh saling bertatap-tatapan dengan penuh arti. Kekhawatiran mereka semakin bertambah, entah mereka harus bahagia atau sedih intinya harapan satu-satunya hanya ada pada dokter.


Yola terdiam menatap wajah sang kakak, lalu berlari memeluknya dan menangis. Naku membawa Yola untuk duduk aambil menenangkan samg adik. Keadaan gadis itu malah semakin membuat mereka menjadi tidak tenang.


Tak lama dokter keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung mendapat pertanyaan-pertanyan tanpa henti dari orang tua Joey. Rio mencoba untuk menenangkan Ragil, sedangkan Becca menenangkan Rani. Jika tidak begitu, sudah pasti mereka berdua tidak akan berhenti berbicara sampai dokter sendiri menjadi bingung harus menjawab dari mana.


"Tenanglah, biarkan dokter menjelaskan terlebih dahulu tentang, Joey. Kalo kalian begini, gimana caranya dokter menjawab, sementara pertanyaan kalian gak ada ujungnya!" ucap Rio penuh ketegasan.


Akhirnya Rani dan Ragil terdiam. Rio meminta dokter untuk menjelaskan bagaimana kondisi Joey dan kejadian apa yang membuat dia sampai harus terburu-buru mengeceknya.


Dokter perlahan menarik napas, lalu tersenyum lebar menatap mereka satu persatu secara bergantian. Setelah itu, dia mulai menjelaskan jika keadaan Joey sekarang sudah bebas dari masa kritis atau komanya.


Hanya mendengar semua itu, Rani dan Ragil langsung menangis saling berpelukan. Mereka yang ada di sana ikut senang saat kebahagiaan yang dinantikan sudah datang.


Dokter juga menjelaskan, bahwa semua ini tidak menjamin bila Joey telah dinyatakan sembuh total. Dia harus mengontrol atau memeriksa keadaan Joey setiap 1 jam sekali untuk mengetahui reaksi donor hati yang sudah diterimanya.


Jika dalam waktu kurang lebih 3 bulan Joey tidak merasakan apa pun, itu berarti donor hati yang sudah dilakukan sang dokter tidak sia-sia dan hati tersebut sudah berfungsi dengan baik.


Akan tetapi, jika dalam waktu kurang dari 1 bulan Joey mengamani gejala-gejala tertentu itu berarti operas hati yang dilakukan gagal dan hati tidak cocok atau tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, mereka harus menemukan kembali dalam waktu yang sangat singkat demi menyelamatkan nyawanya.


Tangis bahagia mereka pecah ketika memberikan ucaoan selamat kepada Rani dan Ragil bahwa Joey sudah sadarkan diri. Mereka hanya berharap semua berita bahagia terus hadir menyelimuti keluarga Joey tanpa adanya kesedihan.


"Gimana, Oppa? Jangan lupa janjimu, izinkan mereka bersama dan jangan halangi mereka lagi. Aku saksi bisu loh, kalo Oppa tidak menuruti semua itu aku akan sangat marah. Itu artinya Oppa bukan pria sejati yang bisa dipegang omongannya!" sindir Naila.


Sumpah, gue baru 1 jam yang lalu loh, ngancem tuh, bocah. Ko-kok, dia bisa bangun secepat itu? Ishh, asli ini di luar nalar. Gue gak ngerti lagi harus ngomong apa, keajaiban yang dia terima mampu memecahkan rencana gue. Akhhh ... Si*al! Lagian lu ngapain sih, pake acara ngancem segala. Jadi, kemakan sendiri 'kan, batunya. Namanya orang koma, gue kira dia bakaln bangun lama, tapi nyatanya dia bangun secepat itu. Asli sih, ini benar-benar membuat gua terjebak dengan ucapan sendiri. Alaahh, taeklahh!


Naku mengoceh di dalam hati ketika tidak terima dengan keajaiban yang diterima oleh Joey. Niat ingin membuat mereka jauh dengan cara itu, tetapi tanda sadar semua ucapan itu adalah semangat yang paling ampuh untuk Joey kembali bersama mereka.


Sindiran demi sindiran dari Naila membuat Naku semakin kesal ketika menatap wajahnya. Ditambah tawa Naila yang begitu bahagia meledek dirinya mampu membuat semua orang merasa curiga.


"Kauuu!" pekik Naku.


"Naku!" ucap Becca, melototkan mata ketika melihat sang anak sedikit membentak Naila. Smeua mata langsung beralih ke mereka berdua.


"Ada apa lagi sih, Kak?" tanya Rio dengan nada pasrah melihat ulah sang anak.


"Tuh, Naila ngeledekin aku mulu!" jawab Naku, kesal.


"Dih, mana ada, ya. Oppa sendiri yang janji, kalau sampai d ingkari awas aja. Toh, Oppa yang ngancam Joey. Jadi, kenapa Oppa marah pas Joey bangun? Jangan bilang Oppa manfaatkan keadaan Joey yang sedang kritis itu supaya jauh dari Yola, iya? Wahh ... Tidak semudah itu ferguso haha ... Satu kejahatan akan kalah dengan serubut kebaikan, wleeep!"


Naila meledek Naku yang membuat dia semakin kesal. Naila langsung berlari ke arah Becca dan berlindung dibalik tubuhnya. Sementara Naku ingin mengejar gadis menyebalkan itu, tetapi tidak jadi akibat melihat tatapan semua orang.


"Ancaman?" tanya semua orang menatap Naila. Di mana gadis itu langsung menutup mulut dalam keadaan terkejut akibat mulutnya yang keceplosan.


Mam*pus, gue! Sumpah, Naila mulut lu benar-benar rasanya pengen gue cip*ok asli, nj*irr!


Naku sudah sangat pasrah dengan semua itu yang diterimanya. Tatapan menyeramkan dari semua keluarga berhasil membuat dia merinding. Mungkin, jika Becca doang sang anak tidak masalah. Namun, ini semua orang yang ada di sana. Apakah mereka semua akan menghukumnya? Lantas, hukuman apa yang pantas diterima oleh Naku?


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...