Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Dasar Gatel!


Sebuah panggilan yang berasal dari ponsel Rio terus berdering, membuat canda tawa mereka berhenti sejenak. Lalu, Rio mengeluarkan ponsel kesayangannya untuk melihat notif yang tertera.


Becca memberikan kode alis kepada Rio, dalam artian kalau dia ingin tahu siapa yang telah mengganggu kesenangan mereka bertiga.


Rio menunjukkan notif panggilan tersebut kepada Becca juga Rio. My Princess, adalah sebuah nama cantik yang Rio berikan untuk menyimpan nomor ponsel anak kesayangannya. Dia tidak pernah menyimpan nomor orang yang dia sayangi dengan nama asli, pasti akan ada nama tersendiri yang telah diberikan.


Sama halnya seperti Naku dan Becca, Rio juga telah menyimpan nomor panggilan mereka dengan di berikan nama My Boys dan My Life. Semua itu hanya berlaku kepada mereka bertiga, karena hanya tiga nama itu yang sudah berhasil masuk di dalam hati kecilnya.


"Hem, anak itu benar-benar, ya. Dia selalu tahu aja di mana ada momen yang harus ada dia, terus tidak ada pasti dia akan selalu mengganggunya sampai kita tidak melupakannya. Instingnya sangat kuat," ucap Becca menggelengkan kepalanya berulang kali. Dia tidak menyangka anak perempuannya itu seperti cenayang yang bisa mengetahui situasi yang pas untuk diganggu.


"Bocil meresahkan!" seru Naku, suaranya terdengar sangat kecil. Akan tetapi, masih cukup jelas ditelinga Becca yang ada disampingnya persis.


Satu hukuman kecil berhasil Becca berikan dengan bebas kepada putra tersayangnya. Jeweran tangan itu melambangkan bentuk kasih sayang Becca terhadap putrinya.


"A-awsssh, sa-sakit, Mom. Sakit!" cicit Naku, penuh rasa perih ditelinganya. Bagaimana tidak, walaupun Becca menjewer kecil, telinga Naku tetap langsung memerah.


"Biarin aja, makan nih bocil meresahkan! Enak banget main ngatain adikmu sendiri, bagian dikatain balik marah. Dasar egois!"


Rio menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibu dan anak yang benar-benar meresahkan. Bagaimana nanti ketika mereka disatukan pada atap yang sama dengan Yola, sudah pasti rumah sepi akan menjadi ramai bagaikan pasar.


Inilah yang Rio sukai dari Becca, walaupun sifatnya terkadang masih sering labil sesuai moodnya Becca tetap bisa menjadi seorang ibu yang terbaik buat anak-anaknya. Kasih sayang yang Becca miliki untuk Yola sangatlah besar, sama besarnya dengan kasih sayang pada anaknya sendiri.


Jika Becca mampu membela kebenaran, maka Rio juga bisa menengahi semuanya untuk memberikan nasihat agar orang yang salah tidak selalu merasa disalahkan.


"Udahlah, Ca. Kasihan putraku, kupingnya sampai merah gitu. Namanya juga anak-anak, pasti mereka akan melakukan hal tersebut ketika lagi bercanda. Jadi, jangan pada berantem, aku mau angkat video call dari Yola dulu!"


Rio menatap mereka berdua secara bergantian, nasihat Rio langsung membuat Becca melepaskan jeweran tangannya yang dari tadi menempel di telinga Naku.


Sementara itu, Rio segera mengangkat panggilan video call yang kesekian kalinya dari Yola. Di mana Naku sudah mengusap telinga berulang kali demi mengurangi rasa panas yang membekas, tetapi tidak hanya itu. Naku malah meledek mommy dengan menjulurkan lidahnya.


"Wleee, syukurin diomelin hahah ...." Naku tertawa puas sambil berbisik ke arah Becca, seakan-akan dia sedang menyindirnya karena mendapatkan pembelaan dari Rio.


"Enak ya, dibela. Yang salah siapa yang kena omelan siapa, dasar laki ngeselin!" seru Becca, menjulurkan lidah kepada Rio seakan sedang meledeknya yang lagi asyik teleponan sama Yola.


Naku hanya bisa tertawa melihat sikap Becca yang terlihat seperti anak kecil. Baru kali ini Naku bisa merasakan bercanda kembali setelah lama dia menghadapi situasi atau kondisi rumah yang tidak baik.


Rasanya Naku senang sekali ketika suasana masa kecilnya sudah kembali terulang. Ini yang dia rindukan, tapi beberapa tahun terakhir tidak Naku dapatkan dari kedua orang tuanya. Hanya ada keributan, kebisingan juga emosi yang selalu berputar diisi kepalanya.


Naku tahu, mungkin Rio tipikal pria yang tidak bisa romantis dengan pasangannya. Akan tetapi, caranya memperlakukan Becca dan Naku benar-benar terbilang lembut. Melebihi Gala yang hanya bisa bersikap manis serta romantis, tetapi selalu gagal untuk memberikan kenyamanan bagi keluarganya.


Rio menambahkan pengeras suara agar perkataan Yola bisa benar-benar terdengar oleh Becca juga Naku, sebab perkataan Yola sangat penting untuk mereka. Betapa lucunya ketika seorang anak kecil sedang memarahi ayahnya sendiri.


Becca hanya bisa terkekeh ketika mendengar suara putrinya yang comel juga menggemaskan. Terlihat dari nada bicara Yola yang begitu menyayangi Becca bagaikan ibu kandungnya. Sama halnya Naku, dia juga merasa senang dibalik kebawelan yang Yola ciptakan terdapat cinta kasih yang sangat besar.


[Tahu dari mana Daddy ketemuan sama cewek-cewek? Memangnya Yola bisa ngeramal daddy, gitu?]


Rio sengaja memancing Yola, meskipun sesekali lirikan mata Rio menatap ke arah belakang ponselnya. Becca menahan tawanya saat Rio ingin menjahili putrinya.


[Ya, tahulah, orang tadi Yola denger suara cewek gitu. Pokoknya Yola mau daddy pulang sekarang! Kasihan Buma, kalau Buma tahu gimana?]


[Buma pasti sedih lihat daddy nakal. Lagian juga daddy ngapain sih nakal-nakal, katanya mau nikah sama Buma terus kenapa daddy jadi jahat? Daddy mau Yola hukum, nanti Yola suruh berendam di air es biar daddy kapok, mau?]


Sebisa mungkin Rio menahan tawa ketika wajah Yola begitu marah. Becca yang memang sudah gereget ingin menjahili Yola, langsung saja melancarkan aksinya. Sehingga berhasil memancing emosi Yola karena dia mengira bahwa Rio terbukti sedang berduaan dengan wanita lain.


"Sayang, siapa sih, dia? Kok berisik banget mulutnya udah kaya kaleng rombeng, sebel deh, aku tuh," ucap Becca dengan nada manjanya yang membuat Yola di sana melototkan matanya.


Mulailah terjadi peperangan yang tidak diduga, tetapi bukan menimbulkan pepecahan diantara mereka yang ada menambah keharmonisan yang tidak pernah ada di dalam bayangan Rio.


Kebisingan yang terdengar di telinga Rio bukanlah kebisingan akibat merasa terganggu, melainkan keramaian suasana baru akan terus melekat didalam rumah tangga yang sebentar lagi mereka bina.


[Hyaak ... Siapa tadi yang ngomong sayang-sayang sama daddy, hahh? Bisa-bisanya dia ngomong kalau Yola berisik, kaya kaleng rombek segala. Sini kalau berani ngomong sama Yola, enak aja ngatain Yola begitu. Dasar gatel!]


[Hehh, ulut bulu jangan dekat-dekat daddy Yola, ya! Husss, husss ... pergi sana! Kalau sampai milik Buma lecet, awas aja. Yola akan hukum, biar kapok!]


Emosi Yola berhasil membuat Naku tertawa, baru kali ini seorang Becca yang bisa disebut bidadari, princes dan sebagainya. Kini, bisa-bisanya berubah menjadi ulet bulu yang terkesan gatal serta menjijikan.


Awalnya Becca ingin menjahili Yola, tapi melihat reaksi Yola seperti ini malah membuatnya kesal sendiri. Lalu, dia langsung merebut ponsel yang ada di tangan Rio sampai membuat Yola sendiri terkejut ketika melihat wajah Becca yang ada di layar ponselnya.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...