
Zie menghentikan perkataannya, membuat Yola yang dari tadi menyimak cerita seru tersebut merasa kesal. Zie menghetikan cerita sambil terkekeh melihat wajah Yola yang penuh tanda tanya, juga rasa penasaran.
Sementara Joey, memperhatikan Zio sambil menemaninya bermain susun balok yang berulang kali Zio hancurkan dan tertawa seperti meledek Joey yang sudah susah payah menyusun balok sampai tinggi.
"Dengan cara apa, Kak Zie? Katakan, aku penasaran kenapa Zio bisa salah paham sama Kakakmu. Terusakan ceritanya!"
"Hihi ... Sabar dong, lagian kamu serius banget, sih. Itu hanya salah paham kok, sekarang Zio sudah kembali main lagi sama Kakak bahkan kita main terus, sayangnya Kakak lagi sakit. Jadi, aku yang harus menemani Zio main sampai Kakak bisa pulang ke rumah dan sembuh."
"Isshh, cerita tadi aja belum kelar Kak Zie malah cerita lain, menyebalkan! Aku udah penasaran tahu, aakhh ..."
Zie tertawa puas melihat wajah kesal Yola yangbtidak bisa di sembunyikan. Anehnya, Zie berhasil menangkap sebuah sinyal yang membuatnya seperti melihat ada masalah yang sedang Yola pikirkan berkaitan dengan seorang adik.
"Apa kamu punya adik, Yola?" tanya Zie, diangguki oleh Yola.
"Adikku baru saja lagi, tapi laki-laki bukan perempuan. Sedangkan Kakakku laki-laki, aku perempuan. Pasti, adikku akan lebih suka main sama Kakakku seperti cerita Kak Zie yang awal tadi, makannya aku pengen dengar cerita selanjutnya yang belum selesai itu."
Jawaban dari Yola berhasil membuat Zie mengerti, ternyata tidak salah apa yang dia tangkap dari rasa penasaran Yola. Setelah menemukan jawaban itu, Zie kembali meneruskan cerita yang belum usai.
"Baiklah, aku teruskan ceritanya, ya. Jadi, untuk membuktikan Kakak sayang atau tidak sama Zio aku dibantu sama Mamah. Kata Mamah kaya gini, 'coba nanti kalau kamu sama Kakakmu lagi main sama Zio, pura-pura kamu pukul Zio, tapi jangan dikaki Zio. Pukulnya dikakimu biar Kakakmu menganggap kalau yang kamu pukul itu Zio. Dari situ kamu akan tahu, apakah Kakakmu sayang Zio atau tidak. Hanya itu yang membuat Kakakmu sadar biar tidak banyak bermain games.' Nah, gitu. Akhirnya aku ikutin deh saran dari Mamah."
"Waktu itu aku sama Kakak baru pulang sekolah, kami langsung ganti baju terus makan siang sambil nunggu Zio bangun tidur. Abis itu kita nonton tv di ruang tengah, aku fokus sama film, terus Kakak mainan sama ponselnya. Gak lama Zio datang diantar sama Mamah, terus Mamah kasih kode sama aku, ya, sudah aku lakuin deh, hehe ...."
"Mamah pergi ke dapur buat bikin makan siang Zio, terus aku jagain Zio duduk di bawah, Kakak duduk diatas tetap mainan sama gamesnya. Nah, saat itu Zio lagi merangkak kek kursi di situlah aku pura-pura marah terus memukul kakiku sampai bunyi. Sekali, dua kali Kakak tidak meresponnya. Terus yang ketiga kalinya baru Kakak sadar dan langsung marahin aku terus gendong Zio yang kaget. Anehnya, Zio bukannya menolak bermain denganku, dia malah menolak digendong sama Kakak hihi ...."
Zie selalu tertawa ketika dia kembali mengingat semua kejadian beberapa bulan lalu setelah berhasil mengeprank sang kakak. Yola ikut tertawa mendengar cerita lucu itu yang membuat Joey tersenyum.
"Aaakhhh, aku suka banget sama cerita Kak Zie lucu banget. Aku malah lagi sedih karena adikku laki-laki, pasti dia akan lebih senang main sama Kakakku," ucap Yola membuat senyuman dibibir mulai memudar.
"Loh, kenapa? Kita sama loh, aku punya Kakak dan adik laki-laki, tapi kami tidak seperti apa yang kamu takutin. Sudahlah, kamu jangan takut dan sedih. Selagi kamu bisa menjadi kakak yang baik buat adikmu, pasti dia akan senang main sama kamu. Mau adik laki-laki atau perempuan itu sama aja, kok. Aku juga pertama gitu berebutan sama Kakak, aku pengen adik perempuan, ehh ... Kakak maunya laki-laki. Pas tahu adikku laki-laki aku juga murung sama kaya kami, cuman pas Kakak bilang kalau kita gak boleh merasa sedih karena itu sama saja kita tidak bersyukur punya adik. Bagaimana kalau nanti adik kita diambil lagi sama Tuhan, hem?"
"Pasti kita akan jauh lebih sedih dari ini. Jadi, lebih baik kita tetap bersyukur aja. Apapun itu kita harus bersama-sama menjadi kakak yang baik karena kalau kita memiliki niatan jelek untuk menguasai adik kita, pasti nanti adik kita tidak akan nyaman main sama kita kalau lagi main. Kamu jangan sedih ya, semua orang itu akan nyaman sama kita karena kita memiliki hati yang baik dan tulus. Mau kita paksa juga orang tidak akan mau main sama kita kalau kita tidak punya kebaikan dalam diri kita."
Yola benar-benar menyimak dari semua perkataan Zie. Tidak tahu harus berbicara apa lagi, Yola malah meminta izin untuk memeluk Zie. Dengan senang hati Zie menyambut hangat Yola di dalam pelukannya.
Di luar dugaan, Joey merasa senang lantaran Yuhan telah mengirinkan seorang malaikat baik untuk membantunya memberikan penjelasan di saat Joey masih bingung harus berkata apa pada Yola.
Diam-diam Joey mengucapkan terima kasih di dalam hati atas pertolongan Tuhan-Nya kali ini yang membuat mata hati Yola kembali terbuka. Dia tidak lagi merasa sedih, kecewa ataupun marah akibat sang adik tidak sesuai dengan ekspetasinya.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...