
Sesampainya di dalam kamar, Becca langsung memberikan kabar kepada Rio kalau dia tidak mengizinkannya untuk datang ke rumah. Semua itu akibat ada syarat yang harus di penuhi dari Naku. Akan tetapi Becca tidak mengatakan dengan jelas persyaratannya, sampai Rio kembali menelponnya.
Rio selalu menekan Becca agar dia berkata jujur padanya mengenai keinginan atau permintaan Naku. Rio bisa menerima syarat dari Naku, asalkan Yola bisa main ke rumah mereka. Bagi Rio kebahagiaan anaknya lebih segalanya, sama halnya dengan Becca.
Mereka mengobrol sepanjang malam, dimana Becca pun menangis saat menceritakan sikap Naku yang terkadang suka berubah-ubah sesuai moodnya sendiri. Air mata Becca menetes, membuat Rio hanya bisa menenangkannya.
Saat ini tempatnya untuk membagi cerita tentang masalah hidupnya hanyalah Rio. Tidak ada lagi, lantaran jika Becca hanya memendam semua itu akan merusak mentalnya dan bisa membahayakan dirinya sendiri.
Apa lagi, banyak kasus yang terjadi di dunia ini. Di saat seseoang sedang menimpa masalah yang cukup berat, pasti akan mengambil jalan pintas yaitu bu*nuh diri. Tanpa mereka berpikir, jika Tuhan mengirimkan cobaan itu sesuai kapasitasnya masing-masing.
Itu yang sangat Becca takutkan, dia tidak ingin meninggalkan Naku seorang diri. Lebih baik batinnya tersiksa, tetapi masih bisa melihat anaknya tumbuh dewasa dari pada dia tidak bisa lagi mendampingi anak satu-satunya.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Keesokan harinya, tepatnya di pagi hari pukul 7. Gala yang baru saja bersiap-siap ingin berangkat kerja, langsung turun menuju meja makan.
Sudah 1 bulan lebih ini Gala menikmati kesendiriannya tanpa seorang istri dan anak yang selalu menemani hari-harinya. Seakan-akan, rumah yang besar itu seperti tidak memiliki penghuni sama sekali.
Namun, saat tiba di ruang makan. Gala di kejutkan oleh keberadaan seseorang yang sudah duduk tepat di kursi yang selama bertahun-tahun Becca tempati.
"Hai, bagaimana tidurmu, nyenyak?" tanya seseorang itu sambil tersenyum.
"Lo-lola? Nga-ngapain kamu ke sini? Ba-bagaimana bisa kamu masuk ke dalam rumah ini?" tanya balik Gala. Dia benar-benar terlihat syok, saat mengetahui keberadaan Lola yang tidak tahu kapan dia ada di rumah ini.
Ya, itulah Lola. Wanita yang telah berhasil menjadi perusak rumah tangga orang, dan telah menjadi istri sirih dari Gala.
"Kamu tidak perlu tahu bagaimana caranya aku bisa sampai ada di sini, yang paling penting aku akan menemanimu setiap saat. Jadi kamu tidak perlu merasa kesepian lagi di rumah ini," ucap Lola.
Perlahan dia bangkit dari kursinya dan merangkul tangan Gala sambil membawanya duduk. Akan tetapi, Gala menolak keras. Matanya menatap tajam ke arah Becca dengan suara yang sangat lantang.
"A-aku ta-tadi pagi datang ke sini, karena aku tahu pasti kamu kesepian sendiriannya di rumah. Jadi aku berinisiatif untuk datang ke sini jam 6, terus aku bilang dan menunjukkan bukti-bukti kalau kita ini sudah menikah. Ya sudah akhirnya aku boleh masuk ke rumah ini, dan itu koperku masih ada di ruang tamu. Habis aku mau ke kamarmu, tapi aku bingung. Ya, aku mending buatkan sarapan saja sebelum kamu berangkat kerja."
Penjelasan yang di berikan Lola, benar-benar telah membuat emosi di dalam hati Gala mulai tidak bisa terbendung. Dengan seenaknya Lola masuk ke rumah ini, sedangkan dia tidak pernah mengajak wanita manapun untuk menginjakan kaki ke rumahnya.
"Sekarang aku minta secara baik-baik, keluarlah dari rumahku atau aku bisa bertindak kasar!"
Gala menekankan kata-katanya, tatapan tajam itu memang memancarkan aura yang tidak baik. Lola berusaha menahan rasa takutnya, agar dia bisa tetap berada di sini dan terus di sampingnya.
"Tidak, aku tidak akan pergi. Aku juga berhak ada di sini bersama suamiku, lagi pula aku tidak pernah mengusik kehidupanmu dengan mantan istrimu. Tapi, sekarang tidak lagi. Kamu dan dia sudah bercerai, jadi aku tidak akan lagi menyia-nyiakan waktu kita berdua!" seru Lola, mulai memberanikan diri untuk membela haknya sendiri.
"Aku dan Becca belum resmi bercerai! Jadi, jangan pernah mengatakan hal tersebut di hadapanku. Paham! Dan, satu lagi yang harus kau tahu. Kau itu hanyalah benalu di dalam hidupku, yang merusak segalanya. Maka dari itu keluarlah dari rumahku, karena aku akan berusaha mengembalikan keluarga kecilku!" seru Gala, sangat tegas.
"Apa kamu bilang? Kamu ingin mengembalikan semuanya? Haha ... Jangan mimpi, Tuan Gala yang terhormat! Sampai kapanpun mantan istri dan anakmu itu tidak akan pernah kembali ke sini. Dia pasti sedang menikmati ke sendiriannya bersama pria di luar sana!"
Emosi yang dari tadi berusaha Gala tahan, langsung meledak ketika mendengar perkataan Lola yang menjelekan Becca. Tangannya refleks menampar Lola sangat keras, hingga dia hampir saja terjatuh jika tidak berpegangan pada kursi dan meja yang ada di dekatnya.
Lirikan mata Lola sangatlah tajam, begitu juga Gala. Tanpa berkata apapun. Lola pergi meninggalkan Gala sambil kembali membawa kopernya. Sementara Gala hanya bisa uring-uringan di tempat, kamudian berangkat ke kantor dalam keadaan perut kosong serta emosi yang masih meledak-ledak.
Perkataan Lola terus terngiang-ngiang di kepala Gala. Apakah benar setelah lepas darinya, Becca akan mencari pria lain? Jika benar, maka Gala tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi. Apapun akan Gala lakukan asalkan Becca tidak sampai jatuh ke tangan pria lain. Gala tidak akan rela bila semua itu benar-benar terjadi.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung