
"Ingat, Mom. Jika Mommy bertingkah bagaikan anak labil seperti ini, sama saja Mommy tidak punya pendirian. Mommy itu istri sah, sedangkan dia hanya istri yang tidak diinginkan. Jadi hak Mommy jauh lebih di atas dia, seharusnya Mommy bisa melawan bukan bungkam layaknya sapi yang telah di cocok hidungnya!"
"Jika Mommy ingin kembali dengan Daddy, rebut Daddy bukan malah menangis. Semua itu tidak akan membuat Daddy sadar! Dan jika Mommy ingin mengakhirnya, maka bicarakan padanya Naku siap untuk menerima semua perpisahan ini. Walaupun Naku harus mengubur dalam-dalam impian dan juga keinginan Naku untuk keluarga kita!"
"Naku siap menjadi tameng Mommy, bila itu di perlukan! Dan Naku siap memilih Mommy dari pada Daddy, jika Mommy bisa membela hak Mommy sendiri dari apa yang sudah membuat Mommy sakit!"
"Tunjukkan pada Daddy dan wanita itu, bila Mommy adalah wanita yang kuat bukan lemah! Ini hanya soal berakhirnya pernikahan, bukan hidup Mommy. Paham!"
"Namun, jika Mommy terus memilih berdiam dan pergi dengan menyembunyikan semua itu. Sama saja Mommy tidak lebih penge*cut dari Daddy! Dengan begitu Daddy akan merasa menang, bila tahu kedekatan Mommy dengan Om Rio. Sehingga dia bisa membalikan fakta kalau di sini Mommy yang berselingkuh, bukan Daddy dengan wanita itu!"
Becca yang sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa lagi, langsung berlari dan memeluk Naku sangat erat. Dia tidak menyangka anak seusia Naku bisa lebih berpikir dewasa darinya sendiri.
Entah pikiran dari mana, Naku bisa mengatakan semuanya demi menasihati Becca untuk bisa lebih tegas lagi mengambil keputusan. Hanya saja, cara Naku sedikit keras sehingga Becca tidak bisa mengerti apa yang ada di dalam pikirannya.
Becca benar-benar sangat beruntung, memiliki anak sehabat Naku. Mungkin tanpa Becca sadari, sifatnya yang terlalu lembek pada dirinya sendiri atas masalah yang terjadi pada rumah tangganya. Semua itu berhasil membuat Naku tumbuh menjadi dewasa sebelum usianya.
Inilah, akibat dampak yang Naku terima ketika dia harus setiap hari menghadapi percekcokan kedua orang tuanya. Sampai berulang kali ingin mengakhiri hidupnya, karena kedua orang tuanya tidak bisa mengabulkan impian terbesarnya.
Namun, apa daya. Bila memang ini yang terjadi, Naku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia telah pasrah jika impiannya akan kandas untuk selamanya. Bagi Naku saat ini, dia harus bisa memberikan suport yang lebih buat Becca agar dia bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya dan juga semuanya.
Isak tangis mereka pecah secara bersamaan dalam oelukan satu sama lain. Dimana Becca berulang kali meminta maaf kepada sang anak, jika dia belum bisa mewujudkan impiannya untuk memiliki keluarga yang sempurna. Begitu juga Naku, dia pun meminta maaf bila ada kata-kata kasar yang terucap demi membuat Becca kembali bangkit membela haknya.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Di balik kesedihan Naku dan Becca, tepatnya di suatu tempat ada seorang suami-istri sedang berada di Apartemen. Dimana mereka habis melakukan hubungan badan, karena sang pria tidak mendapatkan hak dari istri sahnya. Siapa lagi jika bukan Gala dan Lola.
Baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. Kini, Lola langsung menarik tangannya untuk duduk di tepi ranjang dalam keadaan Gala yang terdiam.
"Mau kemana? Kenapa buru-buru banget sih, 'kan kita baru juga sselesai melakukan hubungan badan. Masa udah main pergi aja, aku masih kangen loh. Hari ini tidur di sini ya, please!"
Lola terus berusaha untuk merayu Gala agar dia tidak meninggalkannya. Entah mengapa, Lola ingin sekali menahan Gala kembali pulang, karena belum puas menghabiskan waktu berdua.
"Aku tidak bisa, jika aku pulang terlalu larut pasti Becca akan terus curiga denganku. Apa lagi semakin ke sini rasa curiga yang Becca miliki semakin kuat, bahkan dia sampai mengetahui hubungan kita. Untuk itu aku--"
"Tuan itu kenapa sih, setiap aku ingin meminta waktu yang dipikiran hanyalah Becca, Becca dan Becca terus. Apa sih lebihnya dia? Ingat, Tuan. Aku dan Nyonya Becca itu sama, sama-sama istri Tuan, meskipun aku hanya istri sirih. Aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya di sayang sama Tuan, apa lagi di dalam perutku sudah ada anak kita. Apa Tuan tidak ingin menemaninya? Sudah cukup aku bertahan hampir 1 tahun ini, membiarkan Tuan terus mementingkan mereka. Tapi, tanpa Tuan sadari Tuan juga tidak bisa bersikap adil terhadap aku dan juga Nyonya Becca. Kenapa, Tuan. Kenapa!"
"Aku tahu, Tuan belum bisa mencintaiku. Tidak seperti Tuan mencintai Nyonya Becca. Hanya saja, salahkah bila aku ingin di manja oleh suamiku sendiri? Salah? Aku juga wanita, Tuan. Aku pula punya rasa cemburu, walau aku harus sadar diri dimana batasanku. Tapi, cobalah sedikit saja luangkan waktu untuk kita jangan terus semuanya tentang Nyonya Becca dan anak kalian!"
Lola berdiri dalam keadaan emosi, dia mengungkapkan apa yang di rasakan selama ini. Perasaan yang mengganjal di hatinya terus meluap, membuat Gala pun menjadi terdiam.
Terlihat sekali bila wajah Gala sangat bingung. Dia tidak tahu harus memilih siapa, semua ini rasanya begitu berat untuknya. Satu sisi dia harus mencari cara untuk membuat istrinya kembali percaya agar tidak terus mencurigainya dan satu sisi lagi dia juga kasihan terhadap Lola.
.......
.......
...***💜💜>Bersambung