
Namun, setelah Naku pikir-pikir kembali. Dia mengingat semua tentang kebaikan yang Rio berikan, sehingga Naku berpikir kalau Rio tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu.
Percaya tidak percaya, Naku harus tetap percaya kalau Rio bukan tipe pria yang seperti ada di dalam bayangannya. Semua itu hanya ilusi semata, lantaran tidak semuanya orang memiliki sifat yang sama seperti apa yang Naku pikirkan.
"Om Rio memang baik, dia tidak pernah sedikit pun mengecewakan aku dan Mommy. Bahkan, dia satu-satunya yang selalu bisa membuat Mommy tersenyum dalam keadaan sakit sekali pun."
"Om Rio juga selalu ada di saat kami terluka ataupun terjatuh. Tidak seperti Daddy, dia yang sudah membuat kita berada di posisi ini. Dia juga yang kembali memaksa kita untuk kembali padanya dengan caranya yang tidak baik. Ketika Mommy pergi saja dia masih mementingkan bisnisnya ketimbang harus mencari keberadaan Mommy, kaya gitu dibilang kalau dia masih mencintai Mommy? Hahh, dasar pria egois!"
"Apa aku harus membiarkan Mommy bahagia sama Om Rio? Bagaimana kalau nanti Om Rio mengkhianati Mommy seperti Daddy? Apa Mommy tidak akan sakit lagi? Tapi, tidak mungkin Om Rio seperti itu. Dia pria baik-baik aja, tidak mungkin melakukan hal buruk itu. Ya, aku harus percaya itu. Harus!"
"Apa aku harus mengizinkan Mommy untuk menikah lagi dengan Om Rio? Apa itu yang bisa membuat Mommy bahagia? Jika memang begitu, aku harus tanyakan secara langsung pada Mommy apa yang dia inginkan dariku. Dan sebesar apa perasaan merek berdua, intinya aku harus bisa bersikap sedewasa mungkin demi kebahagiaan Mommy."
Naku berusaha menanamkan di dalam pikirannya tentang kebaikan yang selalu Rio berikan padanya. Kemudian dia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamar Becca. Di depan pintu, Naku mendengar jelas suara isak tangis dari Mommynya yang cukup menggentarkan hatinya.
"Mo-mommy nangis?" gumam Naku, terkejut atas reaksi Becca yang terdengar begitu mengharapkan izin dari anaknya.
Tangisan Becca membuat Naku tidak tega lagi untuk mendengarnya. Dia langsung mengetuk pintu kamar Becca untuk meminta izin masuk ke dalam. Setelah mendapatkan izin, Naku langsung membuka pintu perlahan lalu melangkahkan kedua kakinya mendekati Becca yang duduk di tepi ranjang.
"Mommy kenapa?" tanya Naku, menatap Becca yang sedang menghapus air matanya.
"Mommy nangis?" tanya Naku kembali, ketika melihat wajah Becca sudah sembab.
Becca hanya tersenyum menggelengkan kepalanya sambil mengusap pipi Naku selembut mungkin. Becca mencoba untuk menahan perasaannya sendiri agar tidak terbawa sedih, saat harapannya untuk menikah dengan Rio masih berada di angan-angan yang tidak kunjung kesampaian.
"Mommy jangan bohong, Naku tahu Mommy sedih karena Naku tidak setuju Mommy nikah lagi 'kan?" tanya Naku berulang kali.
"Sejak kapan Mommy mencintai Om Rio?"
"Mommy tidak tahu pas kapan, Mommy hanya tahu Mommy selalu ngerasa nyaman jika ada di dekat Om Rio. Dia selalu tahu caranya buat Mommy bahagia, meskipun caranya terbilang sederhana, tapi tidak semua orang bisa melakukan sepertinya. Termasuk Daddymu juga tidak bisa seperti itu, walaupun Daddy selalu berusaha membahagiakan Mommy, cuman caranya terbilang berbeda. Daddymu cenderung membahagiakan Mommy memberikan hartanya, tapi Om Rio membuat Mommy tersadar kalau bahagia bukan hanya tentang harta, tapi juga cinta kasih yang penuh ketulusan."
"Apa Mommy bahagia bersama Om Rio? Apa Mommy senang menikah dengannya?"
Becca mengangguk antusias berulang kali tanpa henti, dari sini bisa disimpulkan kalau memang Mommynya sangat mengharapkan semua itu bisa terwujud sesuai keinginannya.
Naku yang melihat adanya kesedihan di mata Mommynya langsung memeluknya, sehingga air mata Becca seketika runtuh begitu saja di dalam dekapan anak kesayangannya.
Kesedihan yang berhasil Naku tangkap, hampir sama seperti pertama kali hati Becca hancur dan patah akibat ulah suaminya yang berhasil mengkhianati cinta mereka. Naku bisa merasakan betapa tulusnya cinta Becca pada Rio, sampai berhasil menggentarkan hati Naku.
Bisakah Naku memberikan izin itu sebagai hadiah berharga yang tidak akan pernah Becca lupakan sampai kapanpun? Atau Naku masih membutuhkan waktu untuk berpikir? Saksikan kelanjutannya setelah author sembuh. Mohon doanya, terima kasih.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...