Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Melindungi Satu Sama Lain


Becca yang mendengar semua cerita itu dari Rio, membuatnya mengerti. Ternyata di balik rencananya dia memiliki pendukung kuat langsung dari Tuhannya sendiri. Sehingga semua yang terjadi sama Lola, bukan sepenuhnya salah Becca. Melainkan sebuah karma yang memang Tuhan berikan padanya.


"Hem, jadi begitu cerita. Aku kira apa yang terjadi padanya atas campur tangan kita, tapi saat mendengar cerita Kakak. Ternyata ini memang keajaiban Tuhan," ucap Becca, sambil tersenyum.


"Terus gimana? Apa kamu tetap akan memberitahu semua ini pada mantan suamimu, tentang rencana kita?" tanya Rio, di angguki oleh Becca.


"Harus, Kak. Aku tidak mau ada kesalah pahaman, setidaknya aku sudah berkata jujur, kalau dia membenciku silakkan! Aku tidak peduli, yang penting rasa sakit di hatiku sudah terbalaskan saat melihat dia hancur dengan sendirinya!"


Tatapan tajam menyorot jelas ke arah depan, di mana rasa sakit yang Gala berikan pada Becca memang masih membekas. Hanya saja, Becca sedang berusaha untuk menerima semua takdir cintanya, dan menjadikannya sebagai takdir yang kelak bisa di rubah di kemudian hari.


"Tidak boleh memiliki dendam oleh seseorang, seburuk apa pun mereka memperlakukan kita, percayalah. Tuhan itu adil, cukup Dia saja yang akan membalasnya!"


"Niat awal kita melakukan ini hanya untuk membongkar semuanya, bukan ingin membalas semua perbuatan wanita yang sudah merenggut kebahagiaan rumah tanggamu. Di sini kita ingin membuktikan, sekaligus membongkar semua kebohongannya agar mereka tahu siapa yang benar dan siapa yang salah."


Nasihat yang selalu Rio berikan kepada Becca, hanya mendapatkan lirikan mata darinya. Kemudian Becca kembali menatap ke arah depan sambil menganggukan kepalanya perlahan.


Mungkin, bagi Rio untuk mengatakan itu mudah. Berbeda sama Becca yang menjalaninya semuanya, karena tidak mudah untuk Becca melakukan apa yang dikatakan Rio. Akan tetapi, Becca akan tetap barusaha mencoba mendengarkan selagi itu yang terbaik bagi hidupnya.


Sesampainya di suatu rumah sakit yang tidak terlalu jauh dari tempat kejadian, mobil Rio segera di parkirkan secara rapi. Kemudian mereka berdua turun, di mana sudah ada beberapa wartawa yang sudah berjaga di luar rumah sakit.


Ramah sakit yang terbilang tidak kecil dan juga tidak besar itu, menjadi ramai atas khasus Lola yang sempat di permalukan oleh semua orang.


Rio mencoba untuk melindungi Becca ketika mereka berjalan memasuki rumah sakit melewati beberapa wartawan. Sorotan itu tidak lepas pada pria yang ada di samping Becca.


Setelah masuk ke dalam, mereka seger menuju ke ruangan UGD di mana Lola di rawat. Tidak jauh dari mereka berjalan, terlihat ada seorang pria duduk dalam keadaan frustasi. Siapa lagi kalau bukan Gala.


Di saat dia sudah mulai mencoba untuk menerima keadaan yang sudah menghancurkannya, Tuhan malah memberitahukan tentang kenyataan ini. Bagaimana Gala tidak terpukul, dia terlalu percaya dengan perkataan manis Lola sampai dia sendiri tidak bisa mengambil keputusan yang benar.


Dan, pada akhirnya rumah tangganya yang menjadi korban. Impian anaknya untuk memiliki kelurg yang harmonis telah gagal, serta cinta sucinya bersama istrinya telah padam.


Lantas, bgaimana Gala bisa meneruskan hidupnya ketika badai sana-sini terus menghantamnya dari berbagi macam sudut? Itulah PR untuk Gala, dia harus belajar menerima keadaan yang tidak bisa di kembalikan seperti sediakala.


"Gal, Lola gimana?" tanya Becca yang masih beberapa langkah lagi sampai di depannya. Gala melirik ke arah kaki, lalu mendongak menatap wajah mantan istrinya yang pernah dia sakiti.


"Aku mengikutimu ke sini, aku juga sudah memberikan pengertian pada semua para tamu undanganmu. Sehingga, tidak ada satu pun yang akan menyalahkan kalian. Semua ini merupakan takdir, jadi tidak seharusnya kita menghakimi seseorang," jawab Becca berdiri tepat di depan mantan suaminya.


Gala perlahan berdiri menatap manik mata Becca dengan sangat dalam. Begitu juga Becca yang sudah lama tidak pernah menatap mantan suaminya sedekat ini.


Perasaan keduanya mulai bercampur aduk, yang mana Gala sangat merindukan Becca. Berbeda sama Becca, dia sangat kecewa terhadap cinta pertamanya ini.


Namun, di saat Gala kelepasan ingin memeluk Becca. Dengan sigap Becca di tarik kebelakang Rio, sampai akhirnya yang ada di dalam pelukan Gala adalah Rio. Sementara Becca berdiri di belakang Rio dalam posisi terdiam menatap mereka.


Ketika Gala telah menyadari semuanya, tanpa basa-basi langsung melepaskan pelukannya dari Rio. Tatapan tajam Gala, menyorot penuh keseriusan kepada pria yang saat ini berada bersama mantan istrinya.


"Siapa kau? Kenapa lancang sekali, ingin ikut campur urusan orang? Dasar tidak tahu sopan-santun!" tegas Gala.


Matanya mulai memerah akibat menahan rasa emosi di dalam tubuhnya. Semua itu karena Gala baru saja mengetahui, jika Becca ternyata lagi dekat sama seorang pria yang ada di hadapannya saat ini.


"Maaf, Tuan. Di sini saya tidak ingin ikut campur masalah kalian, hanya saja sikap Anda tidak bisa di benarkan. Kalian bukan lagi suami-istri, jadi Tuan harus bisa menjaga privasi masing-masing supaya tidak menimbulkan ketidak nyamanan antara satu sama lain."


"Ingat, Tuan! Istri Anda di dalam sedang berjuang untuk tetap bisa bertahan hidup, jadi tolong sedikit saja hargai perjuangannya. Walaupun dia salah, tetapi cintanya pada Tuan, tidaklah salah!"


Kata-kata Rio yang terdengar penuh makna itu, berhasil memancing emosi di dalam hati Gala. Sampai akhirnya, Gala memegang kedua kerah jas yang di gunakan Rio. Kedua mata mereka saling menatap satu sama lain, dengan sorot mata yang sangat tajam.


Melihat suasana sudah mulai tidak kondusif, Becca segera menjauhkan Gala dari hadapan Rio. Di situ bisa terlihat jelas, bila Becca dan Rio memang sama-sama saling melindungi satu sama lain yang semakin membuat hati Gala terbakar.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung