Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Tidak Peka


"Oppa, ayo kita nonton bioskop!" ajak Naila sambil menarik-narik lengan Naku.


Sementara Naku hanya bisa mengikuti setiap langkah kaki Naila, dimana Naku terdiam dengan segala pemikirannya yang mulai berkelana.


"Da-daddy? A-apa tadi beneran Daddy? Jika benar itu Daddy, terus wanita yang memeluk lengan Daddy siapa?"


"Apa jangan-jangan, perkataan Mommy pada waktu itu benar adanya. Bila Daddy memang memiliki wanita lain di belakang Mommy?"


Batin Naku terus berbicara tanpa henti, sampai membuat pikiran terus berputar entah kemana. Antara percaya dan tidak, karena Naku hanya sekilas melihat seorang pria yang mirip dengan Gala.


Mata Naku menangkap kejadian, dimana ada seorang pria yang sangat mirip dengan Gala berjalan ke arah parkiran. Sayangnya, Naku tidak melihat wajahnya yang terhalang oleh wajah wanita di sampingnya.


Naila tersenyum lebar terus menggandeng Naku yang sama sekali tidak menolaknya. Mereka menaiki ekskalator menuju lantai paling atas, dimana tempat bioskop berada.


Namun, saat Naku sudah menyadari tangannya di genggam oleh Naila. Seketika dia refleks menepis hingga kembali menangkap Naila yang hampir saja terjatuh dari ekskalator.


Posisi mereka benar-benar seperti orang sedang berdansa. Romantis? Ya, jelas. Bahkan momen itu ada beberapa yang mengabadikannya dan menaruhnya di sosial media.


Tatapan mereka berdua terlihat sangat dalam, bersamaan dengan detakan jantung yang berdebar cukup kencang.


Sampai akhirnya adegan manis itu berakhir saat salah satu orang mengingatkannya bila sebentar lagi mereka akan sampai. Dan posisi seperti itu malah membahayakan mereka, saat mereka tidak menyadari kalau saat ini ada di atas ekskalator berjalan.


"Dek, awas kalian udah mau sampai itu!" ucap pengunjung yang berada di belakang mereka.


Naku dan Naila refleks langsung berdiri tegak, kemudian membenarkan pakaiannya yang sedikit berantakan untuk menutupi rasa malunya. Kemudian kakinya melangkah dan kembali berjalan, menaiki ekskalator berikutnya.


Sampai di lantai atas mereka masih terdiam akibat kejadian tadi, berhasil membuat jantungnya berdetak tidak stabil.


Mereka pun berhenti di tempat penjualan tiket sambil mengantri bersama. Naila yang sudah kembali antusias untuk menonton film, langsung berbalik menatap Naku sambil tersenyum.


"Oppa mau nonton apa?" tanya Naila, malah mendapati kedua mata Naku yang melotot cukup besar.


"Kenapa matanya, kok melotot? Apa Oppa sakit?" tanya Naila lagi.


Semua orang yang mengantri di samping kanan dan kirinya langsung menatap ke arah mereka berdua. Senyuman serta tawaan kecil berhasil membuat Naku menjadi malu.


"Ekhem, Oppa, Oppa. Oppa mau makan apa? Ayam goreng atau burger? Hihih ...." ucap seorang wanita kepada pasangannya.


"Aakhh, Honey. Oppa sayang banget sama kamu, uhh tututu. Haha ...." sahut kekasihnya mencubit pipi wanita itu sangat gemas.


Mereka berdua tertawa bersama ketika panggilan yang sangat romantis itu terdengar dari mulut anak masih sekolah dasar. Berbeda dengan mereka yang sudah SMK ataupun kerja.


Naku yang benar-benar Naku, langsung menarik tangan Naila untuk menjauhi tempat tersebut. Kemudian dia mengunci tubuh Naila tepat dia pilar gedung sambil menatapnya sangat tajam.


"Berapa kali gua bilang, jangan pernah sebut nama itu!" ucap Naku, penuh penekanan.


"Memang kenapa sih, Oppa. Lagian juga panggilan itu enggak salah, malah terdengar sangat bagus kok." jawab Naila.


"Kalau sampai lu ulangin lagi, langsung gua tarik. Kita pulang sekarang juga!"


Ancaman yang Naku berikan tidak akan main-main. Sehingga, dengan berat hati Naila menganggukan kepalanya pertanda bila dia telah setuju sama perkataannya.


"Bagus!"


Naku melepaskan kuncian tubuhnya dari Naila, lalu mereka kembali mengantri di tempat tiket untuk menonton film.


Setelah mendapatkan tiket, tidak lupa mereka membeli popcorn serta minuman yang akan di bawa ke dalam ruangan.


Semua itu di beli dari uang mereka sendiri-sendiri. Awalnya Naila meminta untuk di bayari, tetapi tahu sendiri bagaimana tidak sukanya Naku terhadap Naila. Jadi, suka tidak suka Naila pun membayarnya sendiri. Dari pada mereka harus pulang tanpa melakukan apapun.


2 jam kurang mereka telah selesai menonton bioskop, lalu keluar dalam keadaan Naila yang sangat bahagia. Tawanya tidak berhenti ketika film yang dia tonton adalah film komedi yang sangat lucu.


Hanya saja itu semua tidak berubah apapun di dalam wajah Naku, dia masih terlihat datar tanpa ekspresi. Pikirannya selalu kemana-mana ketika apa yang dia lihat tadi masih membuatnya penasaran.


"Aku mau beli es krim dulu ya, tunggu sebentar!"


Naila menghentikan langkahnya menuju pedagang es krim, akan tetapi saat Naila mengantri. Tiba-tiba dia melihat Naku terus berjalan bagaikan robot yang tidak di pencet tombol berhenti.


"Hyaak, Op- Ehh, Naku tunggun aku!" pekik Naila berlari mengejar Naku, sedangkan Naku yang sadar langsung membalikan badannya melihat Naila.


"Ckk, lama banget sih jalannya!" ucap Naku, kesal. Dia menyangka bahwa Naila jalannya seperti keong yang sangat lambat.


Padahal tanpa di sadari Naku sendiri yang tidak mendengar, kalau Naila sudah memberitahukannya bahwa dia akan pergi membeli es krim.


"Apaan sih, kenapa malah kamu yang ngomel. Aneh! Harusnya itu aku, karena aku udah bilang mau beli es krim dulu. Cuman, kamu malah jalan terus udah kaya robot!" sahut Naila, balik memarahi Naku.


Di situ Naku menjadi bingung, apakah benar yang Naila katakan atau tidak. Tangan Naku refleks menggaruk kepalanya, masih tetap menyangkal itu semua. Jika Naila tidak mengatakan sesuatu padanya.


Perdebatan terus terjadi, sampai akhirnya Naila mengeluarkan jurus ngambeknya. Naku yang tidak tahu harus bagaimana menghadapi wanita yang marah, hanya bisa terdiam tanpa membujuknya.


Naila semakin kesal dan juga marah, dia menghentakan kedua kakinya sambil terus berjalan. Sebenarnya dia menginginkan es krim, akan tetapi Naku tidak peka terhadapnya.


Sehingga, Naila langsung saja pergi menuju ke lantai khusus permainan time zone. Di sana Naila melampiaskan semua rasa kesalnya dengan melempar bola basket, memukul kepala tikus dan sebagainya.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung