
Tepatnya di kamar Naku, Gala masuk ke dalam membuat Naku hanya sedikit melirik ke arahnya dan kembali fokus merapikan barang-barangnya.
"Boleh Daddy ngomong sama Naku, sebentar?" ucap Gala duduk di ranjang Naku sambil menatap Naku yang berjalan kesana-kemari untuk memasukan pakaiannya ke koper.
"Apa yang mau Daddy katakan? Bukannya sudah jelas?" tanya Naku, tatapannya sangat datar tanpa ekspresi.
"Dengerin Daddy dulu, Naku. Daddy tidak sejahat apa yang Naku bayangkan. Daddy terpaksa melakukan semua itu, karena Daddy juga bingung harus gimana. Kejadian itu benar-benar membuat Daddy bingung, akhirnya Daddy mengambil keputusan sendiri lantaran Daddy takut Mommymu marah dan akan meninggalkan Dad--"
"Terus setelah Daddy menyembunyikn semuanya, apakah Mommy tetap bersama Daddy? Tidak 'kan? Mommy malah merasa begitu kecewa, sama seperti Naku yang tidak nyangka kalau orang sebaik Daddy bisa melakukan hal seperti itu!"
"Ma-maafkan Daddy, Naku. Daddy janji, Daddy akan memperbiki semuanya. Asalkan Naku bantu Daddy untuk membujuk Mommy agar tidak meninggalkan Daddy. Daddy tidak mau hidup sendiri tanpa kalian, Daddy mohon!"
"Keputusan Mommy juga keputusan Naku. Jika posisi Daddy ada di posisi Mommy pun Naku akan membela Daddy, karena di sini Naku tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Naku hanya mengikuti apa kata hati Naku, kalau mungkin kejadian ini terjadi saat Naku sudah dewasa. Naku akan lebih memilih tinggal sendiri tanpa memilih salah satu dari kalian!"
"Kenapa Naku berbicara seperti itu? Apakah Naku membenci Daddy? Bukannya tadi Daddy sudah menjelaskan pada Naku, terus kenapa Naku masih marah sama Daddy?"
"Naku tidak terima kalau Daddy nyakiti Mommy! Sama halnya jika Mommy itu Daddy!"
"Daddy 'kan udah minta maaf, Daddy juga tidak salah. Daddy hanya bertanggung jawab atas apa yang Daddy lakukan. Jadi, kalian harusnya mengerti posisi Daddy sekarang. Bukan malah meninggalkan Daddy seperti ini. Ingat! Tuhan aja masih bisamemberikan kesempatan dan maaf pada pengikutnya, terus kenapa kalian tidak?"
"Itu karena perbuatan Daddy memang tidak bisa di maafkan lagi. Daddy sebagai cowok harus bisa menerima resiko apa yang Daddy perbuat. Sama kaya Daddy nasihati Naku, ketika Naku berbuat salah!"
"Tap---"
"Jangan ganggu Naku!"
Suara lantang Naku yang terdengar pilu, berhasil membuat Gala menyerah. Satu sisi dia tidak bisa membujuk Becca, dan di sisi lain tidak ada respon sedikitpun dari Naku.
Perlahan Gala berdiri melihat Naku yang sedang fokus menata semuanya, kemudian dia pergi kembali melihat Becca. Setelah itu berjalan menuruni anakan tangga menuju ruang keluarga. Dimana Gala pun duduk penuh frustasi menjambak rambutnya dengan gusar, sambil memikirkan kedepannya.
Kurang lebih 45 menit, Becca turun sambil membawa 2 koper gede yang berisikan barang-barangnya. Akan tetapi, tidak semua Becca bawa. Hanya sebagian yang dia beli dari hasil uangnya sendiri bukan dari suaminya.
Kemudian di susul oleh Naku yang juga membawa 2 koper besar, berisikan barang-barang penting yang berkaitan dengan sekolahnya sendiri.
Gala yang melihat itu segera berdiri, lalu menghadang mereka berdua dalam keadaan berdiri di hadapannya dengan mata memerah dan raut wajah yang sangat menyedihkan.
Rasa kasihan memang ada di benak Becca dan Naku, akan tetapi mereka tidak bisa terus bertahan dalam kondisi yang seperti ini. Becca tidak ingin tinggal bersama madunya, atau berbagi suami pada orang lain.
"Maafkan, Naku. Dad! Mungkin kepergian Naku dan Mommy akan membuat Daddy sakit, tapi asalkan Daddy tahu. Naku hanya tidak suka Mommy di sakiti, untuk urusan sayang. Naku memang sayang sama Daddy, cuman Naku kecewa sama cara Daddy!" gumam batin Naku, menahan semua rasa sedih di dalam hatinya.
"Maafkan aku, Gal! Mungkin ini jalan yang terbaik untuk kita. Aku memang sudah gagal menjadi istrimu, tapi aku tidak mau gagal untuk menjadi seorang Ibu. Aku memang masih cinta sama kamu, tapi rasa sakit di hatiku jauh lebih besar. Semoga kamu bisa mengerti perasaanku ini, dan kita bisa berpisah secara baik-baik tanpa harus bersaing memperebutkan Naku!" ucap batin Becca.
Mereka bertiga kembali beragumen satu sama lain, dengan nada yang sangat tinggi. Sampai akhirnya Becca pergi bersama Naku, meninggalkan Gala dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Dimana Gala terus berlari mengejar driver yang membawa Naku dan Becca pergi, tetapi sayangnya Gala gagal. Dia terjatuh kemudian segera di tolong oleh security rumahnya yang berlari membantunya untuk membawa Gala pulang.
Wajah sedih terlihat jelas dari penjaga rumah mereka, semua pun tidak menyangka bila rumah tangga majikannya bisa setragis ini dengan adanya perpisahan.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung