
Jika sampai Naku terus meladeni ocehan Becca, sudah bisa dipastikan obrolan mereka tidak akan selesai dan malah menimbulkan percikan api di anatara keduanya. Becca akan menganggap Naku lebih berpihak pada orang yang berhasil menyakitinya, akibat Naku terus membela Rio di hadapan Becca yang merasa menjadi korban.
Beberapa menit, Becca mulai tenang. Naku juga sudah melepaskan pelukannya ketika seorang suster datang membawa makan sore untuknya serta obat-obatan, supaya Becca tidak merasakan pusing yang berkelanjutan akibat darah rendahnya kambuh.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Selepas perginya Rio dari kamar Becca, dia langsung berjalan meninggalkan rumah sakit untuk kembali ke Restoran di mana sumber masalah berasal. Hanya tempat itu satu-satunya petunjuk yang bisa membawa Rio menemukan bukti lain. Dengan begitu, dia bisa segera membuktikan pada Becca dan Naku kalau dirinya tidak melakukan hal yang mereka pikirkan.
Namun, ketika Rio baru keluar dari lift di lantai 1 rumah sakit, tiba-tiba saja dia melihat seseorang yang tidak asing. Tanpa basa-basi Rio mulai mengikutinya dari arah belakang dengan sedikit mengendap-ngendap bagaikan detektif.
Sepertinya dia wanita yang tadi mengacaukan pertemuanku dan Becca.
Nahkan, bener. Dia Killa, wanita bayaran yang di sewa seseorang untuk menghancurkan hubunganku dan Becca. Lihat aja, sebentar lagi aku akan menangkap kebusukanmu, Nona Killa!
Batin Rio terus bersuara ketika dia berhasil menemukan bukti yang sangat kuat untuk di berikan pada Becca. Entah keajaiban dari mana, Rio bisa semudah ini mendapatkan mukjizat untuk mengetahui semuanya.
Awalnya Rio sangat pusing, dia bingung harus memulainya dari mana supaya bisa merangkai semua puzzel menjadi bukyi kuat. Akan tetapi, Tuhan maha baik. Dialah yang membukakan jalan, tanpa harus bersusah payah mencari jalan keluarnya sendiri.
Rio langsung bersembunyi di sela pilar rumah sakit untuk terus memantau pergerakan Killa. Hanya saja, ada satu yang membuat Rio semakin penasaran. Yaitu, seorang pria yang berada di samping Killa sambil di papah.
Siapa pria itu? Apa itu ayahnya? Tapi bukan, dia masih cukup muda. Kalau adiknya juga, bukan. Atau jangan-jangan itu suaminya? Nah, bisa jadi. Terlihat dari postur badan, raut wajah dan kemesraan mereka membuktikan kalau itu suaminya.
Hem, lumayan bagus. Terima kasih, Tuhan. Engkau sudah mempermudah jalanku, dengan begini aku bisa membongkar semua kedok orang di balik semua ini dan hubunganku sama Becca bisa kembali pulih tanpa harus melakukan kekerasan, ancaman atau sebagainya, dia datang dengan sendirinya membuatku benar-benar terkejut. Ternyata ketika kita memang memiliki niat yang baik, sesulit apapun jalannya Tuhan akan memberikan celah untuk kita melewatinya.
Tidak ada yang tidak mungkin, bila semua kejadian ini sudah di campur tangani oleh-Nya. Jadi, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang langka ini. Aku harus mengurus semuanya sangat hati-hati sampai tuntas!
Berulang kali Rio menerka-nerka tentang pria yang ada di samping Killa melalui isi hatinya. Ini kesempatan bagi Rio yang tidak semua orang bisa dapatkan. Jadi, tunggu apa lagi? Rio langsung berjalan dengan gagahnya mendekati Killa yang sedang duduk bersama suaminya sambil bercanda. Sepertinya, Killa atau suaminya sedang kontrol ke rumah sakit karena memiliki masalah di kesehatan organ dalamnya.
Perlahan langkah Rio semakin dekat, dan berhasil mengejutkan Killa yang sedang tertawa sampai terhenti. Kemudian dia spontan berdiri sambil membolakan matanya menatap wajah Rio.
"Tu-tuan Rio?" tanya Killa, jantungnya berdebar cukup kencang saat di pertemukan olehnya dalam keadaan seperti ini.
Rio hanya bisa tersenyum lebar menatap suami Killa, tidak lupa sebuah rekaman video dari ponsel Rio sudah di hidupkan beberapa detik lalu. Sehingga apa yang mereka lakukan akan tersimpan di rekaman tersebut. Semua itu tidak Rio lakukan seorang diri, dia meminta seorang OB rumah sakit untuk merekamnya dari tempat persembunyiannya.
"Hai, Tuan. Perkenalkan saya Rio, kekasih dari Killa. Senang bertemu denganmu, Tuan."
Suami Killa refleks menoleh ke arah istrinya dengan kedua mata melotot akibat terkejut atas apa yang Rio katakan. Sama halnya seperti Killa, dia juga kaget atas apa yang Rio lakukan di depan suaminya.
"Mah, apa-apaan ini? Kamu selingkuh di belakangku, iya? Jelaskan padaku, apa yang di katakan orang itu benar?"
"Oh, aku tahu. Mentang-mentang aku lagi sakit, kamu cari selingan gitu, dengan berpikir aku tidak akan bisa sehat 'kan? Buktinya, aku sehat bukan? Hanya tinggal beberapa kali lagi kontrol, maka dokter sudah bisa memastikan jika aku di nyatakan sembuh 100 persen!"
Killa terlihat gelisah, dahinya mulai berkeringat. Dia benar-benar bingung harus berkata seperti apa, satu sisi dia sudah mendapatkan bayaran yang besar dari Gala sebesar 50 juta. Lalu, di sisi lainnya dia tidak ingin suaminya salah paham dan hubungan mereka menjadi retak.
Sementara itu, Rio hanya asyik tersenyum menatap keduanya yang mulai berperang. Suami Killa tidak terima dengan pengkhianatan yang Killa lakukan, sedangkan Killa bingung sama semua yang sudah di rencanakan untuk menutup mulut.
"Biarkan saja, Tuan. Jika dia tidak mau menjelaskan, biarkan saja ya menjelaskannya. Ya 'kan, Sayang?" ucap Rio mengikuti gaya Killa ketika dia memerankan perannya di depan Becca.
Tubuh Killa bergetar, dia tidak percaya apa yang dia lakukan bisa berbalik padanya secepat itu. Padahal dia baru menerima uang yang Rio transferkan ke saldonya, tapi takdir membolakan semuanya secepat ini bagaikan roda yang berputar.
"Tidak perlu, Tuan. Saya ucapkan terima kasih, Tuan sudah membuka kedok istri saya hari ini. Entah apa yang kalian lakukan, saya tetap akan mengucapkan terima kasih. Berkat Tuan, saya jadi tahu bagaimana sifat istri saya sebenarnya. Ternyata dia sama dengan wanita lainnya yang haus akan sentuhan, dasar jal---"
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...