Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Gagalnya Rencana Gala


"Ohya, gimana? Apa kamu sudah bantuin Daddy buat bujuk Mommymu untuk kembali seperti dulu?" tanya Gala, sambil memainkan stick PS-nya.


"Aku udah coba, tapi Mommy tetap kekeh untuk tidak kembali!" jawab Naku, tanpa menatap Gala.


"Kok bisa? Apa semua itu karena pria yang deketin Mommymu? Memangnya dia punya apa sih, sampai Mommy tidak mau kembali sama Daddy?" tanya Gala kembali.


"Dia punya hati yang baik, yang tidak Daddy punya! Dia mampu membuat Mommy kembali bersemangat setelah Daddy menghacurkannya!" seru Naku, mendapat senyuman dari Becca.


"Kok kamu belain pria itu? Katanya mau bantuin Daddy, terus kenapa malah sekarang mojokin Daddy?"


"Maaf, keceplosan!"


"Dahlah, kalau kamu tidak niat buat bantu. Ya sudah, Daddy bisa berusaha sendiri!"


"Yakin, mau usaha sendiri?"


"Yakin, lagi pula kamu lebih memihak pria itu. Sedangkan kamu aja belum tahu, gimana busuknya dia! Nanti kalau sudah tahu, barulah kamu merasakan kalau apa yang kamu lihat belum tentu kebenarannya!"


"Entahlah, waktu itu aku ngobrol panjang kali lebar sama dia. Terus dia bilang, kalau dia memiliki perasaan yang besar sama Mommy."


"Pe-perasaan? Ma-maksudnya dia cinta sama Mommymu gitu?"


Wajah Gala langsung berubah menjadi panik, dia tidak rela apa bila ada seorang pria yang akan mendekati Becca selain dirinya. Berperang sama kepercayaan Becca saja itu sudah termasuk sangat berat, di tambah lagi Gala harus bersaing dengan Rio untuk bisa mendapatkan Becca kembali.


Semakin berat cobaan serta ujian yang akan Gala hadapi untuk kedepannya. Sehingga dia harus benar-benar ekstra mencari cara untuk memutar otaknya, supaya Becca berada di pelukannya seperti dulu.


"Ya, dia sangat mencintai Mommy. Dan ini cuman aku sama dia yang tahu, termasuk Daddy. Jadi, aku harap Daddy jangan mengatakan apa pun soal ini kepada Mommy. Paham?"


"Mana mungkin Daddy mengatakan itu pada Mommymu, sama saja Daddy membuat Mommymu terjebak di dalam lautan cintanya. Lebih baik Daddy mencari cara agar bisa kembali sama Mommymu. Dan, Daddy minta sama kamu. Terus awasi Mommymu, jangan biarkan dia dekat dengan pria itu agar impianmu untuk memiliki keluarga bahagia yang saling mencintai bisa kembali terwujud!"


Naku hanya menganggukan kepalanya dan kembali fokus pada permainannya, sementara Gala juga ikut main sesekali pandangannya mulai tidak fokus akibat cerita yang Naku sampaikan.


Rasa perih, sakit dan juga takut. Mulai menghantui Gala, dia harus segera mencari ide-ide cemerlang agar Rio bisa menjauhi Becca, atau Becca yang menjauhi Rio.


Namun, saat Gala sedang berusaha keras berpikir. Selang beberapa detik terdengar suara tepukkan tangan yang sangat nyaring di telinganya.


Naku dan Gala langsung menoleh ke arah sumber suara, mereka terkejut bukan main karena Becca bisa pulang ke rumah jauh lebih cepat dari jadwal biasanya.


"Kau manfaatkan anakmu sendiri dengan cara mencuci otaknya agar membenci Kak Rio, agar bisa membuatku balik sama kamu? Hahah ... Jangan mimpi, Gala!"


"Impianmu sudah terlalu jauh untuk di gapai! Ingatlah, aku memaafkanmu bukan berarti aku akan memberikan kesempatan untukmu! Sekali kamu berkhianat, maka di saat itu juga tidak ada yang namanya kesempatan kedua ketiga dan seterusnya!"


"Dan, kau Naku! Umurmu sudah hampir mau menjelang 15 tahun. Seharusnya kamu bisa membedakan mana yang baik dan tidak. Ya, Mommy akui. Dia adalah Ayah biologismu, tapi kamu juga tidak boleh melupakan apa yang sudah dia perbuat sampai kita berada di posisi ini!"


"Coba kalau tidak ada Om Rio, hidup kita pasti masih berada di dalam lubang yang tidak tahu agaimana kita bisa keluar, dan harus melakukan apa lagi untuk terlepas dari semuanya!"


"Mommy mengatakan ini bukan karena Mommy tidak sayang sama kamu, atau Mommy egois dengan diri Mommy sendiri. Tapi, cobalah kamu mengerti trntang perasaan Mommy sedikit saja. Dan lihat, pria yang menjadi Ayahmu itu benar-benar telah mengkhianati cinta Mommy. Dan segampang itu kamu ikut di dalam rencananya?"


"Hahah ... Sungguh, kalian luar biasa! Anak dan Bapak sama saja, sama-sama telah berhasil menyakiti hatiku! Dengan ini, aku ucapkan selamat padamu Gala. Kau telah membuktikan padaku, kalau kamu dan Lola tidak ada bedanya. Sama-sama terlalu ambisi untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan, sementara itu tidak akan pernah terjadi!"


"Untukmu, Naku! Terima kasih, karena kamu sudah membuat Mommy merasakan kecewa setelah Mommy salah dalam memberikan harapan. Mommy kira kamu adalah sumber kekuatan Mommy bisa sampai di puncak ini, tapi Mommy salah. Kamu dan Daddymu memang pandai menyakit hati Mommy. Sekali lagi terima kasih! Kalau perlu kamu tinggal saja dengan Daddy kesayanganmu itu. Mommy bisa hidup sendiri tanpa dirimu!"


"Mommy udah capek, capek banget untuk nasihatimu! Ternyata ini penyebab di balik semua perubahanmu yang membenci Om Rio. Padahal Mommy udah berusaha buat nurutin yang kamu inginkan, sayangnya itu bukan keinginanmu yang cemburu pada Yola. Melainkan keinginan seorang pria yang tidak tahu malu!"


"Penyesalan bukan membuatnya semakin berubah menjadi lebih baik, malah semakin menggila! Entah apa yang ada di pikirannya saat ini, aku tidak paham! Seenak jidatnya ingin membuatku kembali setelah semua rasa sakit yang sudah di berikan. Cihh, memalukan!"


Becca tersenyum, meneteskan air matanya ketika menatap putra kesayangannya juga ikut serta mengkhianati dirinya. Semua janji yang Naku ucapkan padanya, sudah tidak ada artinya lagi ketika Naku lebih mempercayai atau memilih Gala ketimbang dirinya.


Naku dan Gala langsung berdiri, wajah mereka sangat takut kalau Becca akan marah padanya. Setelah di lihat dari ekspresi Becca, Naku merasa cukup bersalah. Dia tidak mengerti apakah luka yang Gala berikan begitu dalam, sehingga Becca juga ikut kecewa atas sikapnya.


Padahal tujuannya untuk mempersatukan cinta mereka baik, tetapi respons Becca yang kurang baik. Baru Naku ingin menjelaskan, Becca sudah kembali pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai mobilnya seorang diri dalam keadaan menangis.


Naku berusaha mengejarnya, tetapi tidak bisa. Becca terlalu sulit di jangkau, akibat rasa marahnya membuat Becca kehilangan akal untuk menyetir mobil dalam keadaan ugal-ugalan. Gala pun kehilangan jejak mobil Becca sampai akhirnya dia frustasi karena semua rencananya telah gagal total.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung