Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Mencemaskan Keadaan Becca


"Selamat malam, muachh!"


Naku mencium kening Becca dengan sangat lembut dan langsung pergi kembali duduk di kursi gemasnya. Becca hanya bisa tersenyum menyentuh keningnya.


"Te-terima kasih, Sayang. Mommy sayang banget sama Naku, janji ya jangan pernah tinggalin Mommy?" ucap Becca kembali meneteskan air matanya.


Naku membalikan kursinya sambil menatap Becca yang ada di atas ranjangnya.


"Ya, ya. Naku janji, udahlah jangan nangis terus cengeng banget sih. Sekarang Mommy mau tidur atau Naku suruh Mommy kembali ke kamar!"


Mendengar Naku mengatakan seperti itu, Becca langsung tertidur menyamping sambil memeluk guling. Dia berusaha keras menahan isak tangisnya agar tidak kembali di dengar oleh anaknya.


Becca tahu, secuek dan semarah apapun Naku padanya. Naku tetaplah anak yang sangat menyayangi kedua orang tuanya, meski caranya saja yang berbeda.


Jika dulu Naku menunjukkan kasih sayangnya dengan sikap manjanya, berbeda sama sekarang yang lebih cool.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Gala yang sudah selesai menyiapkan semua masakannya, langsung membawanya ke dalam kamar. Senyuman manis terukir di biburnya untuk memberikan kejutan ini pada istrinya.


Akan tetapi, ketika Gala membuka pintu dan mengatakan sesuatu. Tiba-tiba dialah yang diberikan kejutan karena tidak melihat Becca berada di atas ranjangnya.


"Taraaa ... Sayang, lihatlah aku udah buatin kamu so--"


"Loh, Becca? Kamu dimana, Sayang? Kok tidak ada di kamar? Apa kamu masih ada di kamar mandi?"


Gala menaruh makanan di atas meja dekat sofa panjang. Kemudian dia menelusuri setiap tempat yang ada di dalam kamarnya, tetapi tidak satu pun jejak Becca.


Dengan perasaan cemas dan juga bingung, Gala langsung ke luar kamar segera mencari keberadaan istrinya. Dari mulai ke kolam renang, taman, belakang rumah, kamar-kamar kosong, ruang keluarga dan sebagainya.


Namun, Gala sama sekali tidak menemukan istrinya. Wajahnya semakin bingung karena dia sangat mengkhawatirkan tentang kondisi istrinya.


Sampai akhirnya Naku yang baru saja dari belakang, mengambil minuman serta beberapa cemilan tidak sengaja berpapasan oleh Gala.


"Nyari siapa, Dad?" tanya Naku sambil minum.


"Nyari Mommy, setengah jam lalu Mommy sudah pulang. Terus katanya lagi kurang enak badan, akhirnya Daddy inisiatif buat bikinin Mommy soup gitu di bantu Bibi. Ehh, pas Daddy ke kamar Mommy tidak ada. Kamu lihat Mommy?"


Naku terus melihat respon serta memperhatikan gerak-gerik tubuh Gala yang memang terlihat gelisah, panik dan juga mengkhawatirkan tentang kondisi istrinya.


"Tidak ada yang aneh dari sikap Daddy, terus kenapa Mommy seakan-akan menghindari Daddy?" gumam batin Naku.


"Daddy itu nanya sama kamu, lihat Mommy tidak? Kenapa malah melamun sih!" ucap Gala, kesal.


Gala yang mendengar bila istrinya ada di kamar anaknya, langsung merasa sedikit curiga. Tidak biasanya Becca tidur di kamar anaknya, meskipun ada masalah. Akan tetapi, kenapa di saat semuanya baik-baik saja Becca malah memilih tidur bersama anaknya dari pada suaminya.


Bukannya setiap kali pasangan merasa kurang enak badan, akan memilih di manja oleh pasangannya. Terus kenapa Becca malah memilih bersama anaknya? Itulah pikiran yang mengganjal di hati Gala.


Dia merasa bingung atas sikap Becca hari ini. Gala tetap menghargai keputusan istrinya, mungkin saja dia memang lagi butuh anaknya. Jadi, Gala langsung saja mengikuti Naku masuk ke dalam kamarnya.


Naku duduk di depan layar komputernya, sedangkan Gala duduk di pinggir ranjang sambil mengelus wajah istrinya.


"Kamu kenapa memilih tidur di sini, hem? Bukannya selama ini saat aku lagi sakit kamu yang selalu berusaha merawatku, tetapi ketika aku ingin merawatmu. Kamu malah tidak ada di dalam kamar, padahal aku udah buatkan soup sama teh hangat loh."


Gala menatap sendu ke wajah Becca yang terlihat sedikit pucat, bahkan badannya pun mulai terasa panas.


"Udah biarin Mommy tidur di sini, Naku bisa menjaga Mommy. Daddy kembali aja ke kamar, ini udah malam kasihan Mommy. Dia butuh istirahat, jadi jangan di ganggu." ucap Naku, cuek.


"Ya sudah, Daddy titip Mommy ya. Kalau nanti ada apa-apa langsung panggil Daddy, sekarang Daddy mau ambilkan obat dulu buat Mommy. Biar nanti kalau Mommy terbangun kamu bisa memberikannya."


Gala langsung pergi meninggalkan kamar Naku dalam keadaan tergesa-gesa. Naku sedikit melirik kepergian Daddynya yang terlihat normal-normal saja. Layaknya perhatian suami kepada istrinya.


Jika memang mereka tidak ada masalah. Terus kenapa Becca terlihat begitu sedih? Apa iya ini karena Becca hanya kangen oleh sikap Naku yang dulu? Tapi, di rasa-rasa tidak mungkin juga.


Naku yang mulai merasa pusing langsung mengalihkan pikirannya ke dalam games. Kemudian Gala kembali datang ke kamarnya untuk membawakan semua soup, minuman dan juga obat yang tadi dia bawa ke dalam kamarnya.


"Kalau nanti Mommymu bangun jangan lupa berikan itu padanya, dengar 'kan apa yang Daddy katakan barusan?" ucap Gala yang masih di penuhi kekhawatiran saat menatap istrinya.


"Ckk, berisik banget sih!"


"Apa Daddy lupa, Naku ini sudah besar. Jadi, tanpa Daddy kasih tahu juga, Naku sudah tahu!"


"Mendingan, sekarang Daddy pergi dari kamar Naku. Jangan sampai suara Daddy itu membangunkan Mommy. Paham!"


Gala langsung mencium kening istrinya sangat lembut, dan sedikit mengelus kepalanya. Kemudian dia pergi ke arah kamarnya, meninggalkan Becca bersama Naku.


Rasanya ingin sekali Gala berada di samping istrinya, akan tetapi dia juga tidak boleh egois. Mungkin saja Becca memang lagi pengen berada di samping anaknya, jadi mau tidak mau Gala pun kembali ke kamarnya dalam keadaan yang masih di penuhi rasa kecemasan.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung