Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Hamil Alpukat


"Bagaimana, Nyonya? Apa masih mual, atau ada keluhan lain selama bulan ini?" tanya sang dokter duduk di kursi samping bangkar Becca sambil memakai sarung tangan karet berwarna putih.


Asisten sang dokter meminta izin untuk membuka baju Becca agar mempermudah sang dokter untuk memeriksa perutnya. Tidak lupa menaikan selimut sebatas pinggang untum menutupi kedua kaki Becca, lantaran memakai dres.


"Keluhan sih, enggak ada, Dok. Cuman mual biasa aja, apa lagi baru bangun tidur itu pasti muntah dulu baru nantinya enakan. Kalau enggak muntah, badan rasanya kaya gimana gitu," jawab Becca menoleh ke arah dokter.


"Syukurlah, jika tidak ada keluhan apa-apa." Sang dokter mulai menaruhkan gel ke atas perut Becca membuat Yola sedikit mendekat untuk melihat ke arah monitor kecil depan dokter, "Cuman, kalau untuk mual itu wajar saja. Nanti setalah memasuki usia kandungan 5 bulan ke atas pasti tidak mual lagi. Jadi, mohon bersabar ya, Nyonya."


Becca tersenyum menganggukan kepala, kemudian menatap Rio dan kedua anaknya yang selalu ada di samping. Rio menggenggam tangan Becca sambil memperhatikan apa yang sedang dokter lakukan.


"Bagaimana, apa sudah siap buat nengokin Baby di dalam?" tanya dokter menatap mereka satu persatu penuh senyuman.


"Siap, Dok. Udah enggak sabar mau dengar detak jantungnya," ucap Becca begitu antusias.


"Baiklah, mari kita tengok, Baby!"


"Let's go!" ucap Yola sangat bersemangat untuk bertemu adiknya, membuat semua terkekeh melihat wajah Yola yang begitu penasaran atas dengan bentuk sang adik di dalam.


Perlahan, dokter mulai menempelkan sebuah alat bernama transduser. Benda berbentuk gagang pipih yang mudah digenggam oleh tangan.


Ujung transduser berbentuk hampir setengah yang ditempelkan di dinding bagian perut atas atau bawah guna untuk memancarkan suara berfrekuensi tinggi. Sehingga akan menimbulkan gelombang suara yang dapat menentukan ukuran, bentuk serta struktur organ di dalam monitor.


Sang dokter mulai menjelaskan kepada mereka mengenai kondisi kandungan Becca melalui monitor yang berfungsi untuk memperlihat gambar hasil dari transduser. Monitor USG yang normal berbentuk piksel hitam putih, sehingga hanya dokter ahli yang bisa membaca hasil USG.


Gambar dari monitor terlihat begitu lucu, membuat Becca dan Rio merasa gemas ingin segera menggendong anaknya. Sementara Naku, terlihat biasa saja karena dia masih belum mengerti tentang gambar yang ada di monitor itu.


Lain cerita sama Yola, wajahnya terlihat begitu datar tanpa ekspresi apapun. Mata gadis itu hanya fokus pada gambar yang masih sangat samar. Apa lagi bentuknya yang aneh membuat Yola merasa sedikit takut, sampai satu kalimat keluar dari mulut Yola hingga berhasil merubah suasana di ruangan tersebut.


"Loh, Kok adik Yola bentuknya sama kaya Alien gitu, sih?"


Semua orang tercenga melihat kebingungan di wajah Yola. Inilah yang terjadi ketika Becca membawa Yola, sebelumnya juga pernah ada kejadian di mana Becca memeriksakan kandungan yang masih berusia 1 bulan. Di situ Yola mengatakan kalau di dalam perut Becca tidak ada adik bayinya, hanya ada layar televisi (monitor) yang rusak.


Kata-kata itu saja sudah membuat dokter tertawa gemas akibat tingkah lucu Yola, dan sekarang lagi-lagi Yola membuat Becca harus menutup muka karena rasa malu.


"Itu bukan bentuk dari Alien, Sayang. Akan tetapi, itu bentuk dari isi yang ada di dalam perut mommy Yola melalui benda ini." Sang dokter sambil menunjukkan benda tersebut kepada Yola, kemudian melanjutkan perkataannya.


"Hem, gimana ya, jelasinnya. Dokter juga bingung, hehe ...."


"Sudah, Dok. Biarkan saja, dia memang suka begitu. Ada saja ulahnya yang bikin orang dewasa pusing harus menjelaskan apa yang dia maksud," ucap Becca.


"Ckk, mana mungkin Mommy hamil Alien, kamu kira Daddymu itu Alien, jadi anaknya bis jadi Alien. Dasar aneh!" seru Naku.


"Isshh, mana aku tahu. Emangnya pas Mommy sama Daddy lagi bikin Ade, aku ada disitu. Aku aja enggak tahu kapan mereka bikin Ade, siapa tahu Mommy salah adonan, 'kan? Jadi, bentuk Ade bisa kaya Alien gitu," jawab Yola, membuat Becca dan Rio langsung melototkan matanya.


"Oh, iya, ya. Ya, udah deh, nanti kalau Mommy sama Daddy bikin Ade lagi, kasih tahu Yola ya, nanti Yola bantuin biar gak salah adonan lagi. Oke?"


Sang dokter terkekeh geli bersama suster saat menangani keluarga yang absrub ini. Becca hanya bisa menepuk dahinya sendiri saat menyaksikan gadis kecil itu semakin meresahkan.


"Kakak!" ucap Rio penuh penekanan sambil melirik tajam penuh arti.


"Hihihi, pisss!" Naku menunjukkan jari berbentuk V. Membuat Rio hanya bisa membuang napas secara kasar.


"Lah, malah pada ketawa. Dikira Yola lagi ngelawak kaya Om prikitiw, aneh!" sahut Yola, sebel.


"Hahh? Om prikitiw siapa?" tanya Naku.


"Itu loh, Kak. Om yang nyanyi, Susis, kalau gede mau jadi apa? Atu, auu dadi Doktel. Gitu hihih ..."


"Itu Susan, Sayang, bukan Susis," sambung dokter terkekeh.


"Oh, gitu. Salah dong, hihih ...."


"Salah, Nona. Yang bener itu, Susis, wowowo Susis, suami siyen istri. Gitu, cantik," balas suster sedikit menyanyi.


"Oh, iya, ya. Kenapa jadi nanya itu, haha ...."


Yola tertawa sendiri akibat rasa malu ketika salah dalam menyayikan lagu tersebut. Selang beberapa menit, mereka menyudahi bercandanya karena dokter harus kembali meneruskan pemeriksaan yang sempat tertunda.


Alat pipih itu mulai bergerak di atas perut Becca, penjelasan demi penjelasan dokter sampaikan sambil sesekali menekan tombol yang membuat gambar tersebut berhenti untuk mengambil momen foto yang terkesan lucu.


"Anaknya sehat ya, Mom. Panjang tubuh Baby sudah mencapai sekitar 11,8 cm dan beratnya kurang lebih 100 gram hampir sama seperti buah alpukat. Semakin terlihat, bukan? Di sini juga indra peraba Baby sudah mulai berkembang dengan baik. Apa ada yang ditanyakan?" Dokter menatap ke arah mereka satu persatu sambil tersenyum.


"Ehh, kok, di perut Mommy ada alpukat, Dok? Siapa yang nanem di situ? Apa ini kerjaan Daddy? Issh, gimana sih, katanya Mommy hamil Ade, kenapa jadi isinya alpukat? Terus Ade, ke mana?"


Yola menggaruk kepala yang tidak gatal sama sekali. Wajahnya benar-benar terlihat begitu bingung, maklum saja Yola masih kecil dan belum mengerti. Sehingga, apa yang ada dibayangan Yola tentang sang adik tidak sesempurna itu.


Sementara kenyataan yang Yola ketahui tidak sebagus khayalannya. Di bulan pertama Yola mengira kalau gambar tersebut telah rusak, belum lagi beberap saat lalu Yola melihat wajah sang adik seperti Alien dan sekarang malah mengira kalau Rio telah menanam pohon alpulat di dalam perut Becca, sampai membuat Becca hlamil alpukat.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...