Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Luluhnya Hati Naku


Beberapa kali Rio berharap didalam hatinya, bahwa semua masalah ini agar bisa terselesaikan dengan baik. Dia tidak ingin hubungannya sama Becca kandas begitu saja, apa lagi di sebabkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Namun, saat Rio sudah mengetahui siapa dalang di balik semua itu. Ingin rasanya dia langsung menghajar Gala, tetapi kembali lagi. Jika Rio melakukan hal itu, rasa dendam atau ketidak terimaan Gala terhadap Rio akan semakin membesar. Sehingga, kelak Gala akan semakin nekat melakukan hal di luar dugaan.


Maka dari itu, Rio mencoba menahan emosinya agar tidak sampai kebawa suasana. Setelah masalah ini selesai, Rio akan merencanakan untuk menemui Gala agar bisa membicarakan semua ini empat mata. Rio akan mencoba sebisa mungkin agar pertemuan mereka tidak akan ada keributan yang kelak akan saling merugikan.


Semoga dengan bukti yang sedang Becca lihat ini bisa membuat Becca kembali percaya padaku, jika aku bukan seperti apa yang dia pikirkan. Sedikit pun aku tidak ada niatan untuk memainkan perasaannya, karena aku memang benar-benar mencintainya. Kalau pun bukan Becca pilihanku, aku juga tidak akan mempermainkan perasaannya.


Mendiang ibuku pernah berkata, pria sejati bukanlah pria yang memainkan perasaan wanitanya. Akan tetapi, dia pria yang selalu menghargai wanita, baik suka maupun tidak, pria tersebut harus tetap menghargainya dan bukan untuk disakiti!


Rio berbicara didalam hatinya, dia seperti sedang menasihati dirinsendiri untuk urusan hati. Banyak pesan yang disampaikan oleh mendiang ibunya, terlepas dari masa lalu mereka yang pahit Rio selalu diwanti-wanti untuk tidak menyakiti wanita.


Dikarenakan seegois apapun wanita, dia tetap makluk Tuhan yang paling lemah soal perasaan. Sehingga Rio tidak bisa bermain-main sama yang namanya hati. Itu pun, tidak berlaku hanya pada wanita. Intinya semua orang, baik wanita atau pria Rio juga harus mengerti tentang perasaannya.


Naku juga Becca tetap fokus pada layar ponsel Rio, mereka tidak ingin melewatkan sedetik saja dari isi rekaman tersebut. Terlihat sekali kalau rekaman itu memang nyata dan asli, tapi masih ada yang mengganjal hingga Becca tetap ragu. Dia tidak ingin kembali terjebak didalam kebod*dohan yang sama, sampai akhirnya setelah rekaman itu diputar reaksi Becca tidak berubah. Becca tetap diam melirik Naku serta Rio secara bergantian.


"Jadi, pelakunya daddy?"


"Sumpah, aku tidak menyangka dia bisa selicik ini untuk menimbulkan kesalah pahaman terhadap hubungan kalian. Pria yang terkenal akan sikapnya yang manis, baik juga sangat perhatian, kini bisa berbuat nekat seperti itu? Sungguh, aku seperti tidak lagi mengenal dirinya. Ini benar-benar jauh dari sifat asli daddy, padahal dia sendiri yang melakukan kesalahan. Dia juga yang menuntut semuanya demi keegoisan. Dasar pec*undang!"


"Intinya ini tidak bisa dibenarkan! Daddy harus meminta maaf pada Om Rio, kalau perlu dia bersujud dihadapannya karena sudah mencemarkan nama baiknya. Aku benar-brnar kecewa sama daddy, aku tidak menyangka daddy bisa melakukan semua ini jauh dari daddy yang aku kenal sebelumnya!"


Rio mengambil ponsel yang Becca berikan, lalu menatap kearah Naku. Dari tatapan atau sorotan yang Naku berikan, tersirat sebuah kemarahan yang cukup mendalam terhadap ayahnya. Rio bisa melihat itu, karena apa yang Naku rasakan pernah juga dia rasakan ketika usia Rio jauh dibawah Naku.


Rahang mengeras, tatapan memerah, dada mengembang serta kepalan tangan yang kuat semakin membuat Rio takut. Bukan berarti takut akan kemarahan Naku, melainkan takut jika ini terus berlarut maka hubungan da*rah diantara mereka bisa pecah. Ibaratkan air dan minyak yang dicampurkan maka sampai kapan pun tidak akan bisa disatukan.


Perlahan Rio mulai maju beberapa langkah, lalu memeluk Naku. Becca sedikit terkejut atas aksi yang Rio lakukan, sungguh ini diluar perkiraan Becca. Setahu dia Naku tipikal pria yang ketika marah tidak bisa didekati, bahkan disenggol pun dia tidak bisa. Akan tetapi, kali ini pelukan yang Rio berikan berhasil meluluhkan emosi didalam diri Naku.


Seberani itu Kak Rio pada Naku? Dia bukan ayah kandungnya, dia juga belum kenal Naku sejauh Gala mengenalnya. Cuman kenapa Rio bisa meluluhkan Naku? Sementara Gala, dia bahkan terkadang kesulitan.


Becca berbicara didalam hatinya, dia benar-benar salut atas apa yang dilakukan Rio. Kemarahan yang Naku simpan dalam-dalam, perlahan mulai melunak hanya karena sentuhan Rio. Mungkin, selama ini Naku hanya menginginkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Hanya saja, pada saat itu apa yang terjadi pada Gala dan Becca membuat Naku menjadi liat serta lepas kendali.


Perdebatan orang tualah pemicu dampak negatif untuk Naku, sampai dia tumbuh menjadi anak yang temperamen penuh dengan kemarahan di dalam hatinya. Semua itu sama sekali tidak disadari oleh Becca, kalai perubahan yang ada pada Naku di masa kecil dan sudah menuju dewasa itu akibat ulah Becca sendiri.


Mungkin saja, pertengkaran yang terjadi membuat Naku merasa tidak nyaman. Selama kecil dia hanya tahu keluarganya baik-baik saja tidak seperti keluarga lain yang terkadang sering bertengkar. Akan tetapi, sekalinya mereka bertengkar pemicunya perselingkuhan yang membuat semua impiannya harus hancur.


"Tenanglah, Om tidak apa-apa. Apa yang daddymu lakukan itu wajar saja, kalau Om ada diposisinya juga pasti akan melakukan hal yang sama jika Om tidak ingin mommymu jatuh ditangan pria lain.. Doa'kan saja, semoga suatu saat nanti dia akan sadar, kalau apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan yang besar."


"Secinta apapun kita pada pasangan, jika pasangan itu sudah tidak bahagia kita tidak boleh memaksakannya. Kecuali kita berjuang ma*ti-ma*tian dia bisa kembali nyeman itu tidak apa-apa, tetapi jika kita berjuang tetap tidak ada hasilnya. Maka, pertanda kalau dia bukanlah jodoh kita."


"Om senang, walaupun dibalik rasa kesalmu yang hampir membuat pipi Om memiliki tato. Kamu tetap memberikan Om kesempatan, artinya kamu masih mempercayai semua itu sepenuhnya bukan kesalahan Om. Sorotan matamu itu bisa menjelaskan, kalau kamu sudah mulai menyayangi Om. Hanya saja, kau enggan mengungkapkannya. Kamu lebih memilih menunjukkan dengan perubahan sikapmu yang sudah mulai membaik, dari pada merangkai kata-kata yang sewaktu-waktu bisa berubah."


"Om benar-benar bersyukur banget, kalau nanti Om bisa menjadi ayahmu. Tidak apa-apa kamu panggil Om dengan sebutan Om, asalkan kamu bisa menjadikan Om sebagai sahabat di dalam hidupmu. Apapun yang terjadi sama kamu, kamu bisa menceritakannya sama Om dan meminta solusi ketika melakukan kesalahan. Intinya libatkan Om didalam hidupmu, baik susah maupun senang Om akan tetap disampingmu. Paham, Boy?"


Kata-kata itu langsung berhasil menusuk hati Naku, dia tidak menyangka Rio bisa membaca apa yang dia rasakan. Entah mengapa, setiap kali Rio menjelaskan dengan caranya dia bisa meluluhkan kerasnya hati Naku. Berbeda sama Becca, sepanjang apapun dia menjelaskan Naku malah semakin keras.


Mungkin, perbedaan cara mereka menyampaikan nasihat yang berbeda. Sehingga, Naku langsung bisa nyaman didalam dekapan Rio yang bukan siapa-siapa Naku.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...