Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Buma Udah Punya Daddy


Mereka berempat berjalan bersama dengan penuh kehangatan bagaikan sebuah keluarga yang sangat manis. Di mana Yola dan Becca berjalan saling bergandengan tangan, sementara Rio merangkul pundak Naku seperti sahabat.


Namun, saat mereka lagi asyik mencari keberadaan KFC. Tiba-tiba seseorang dari kejauhan menatap penuh rasa dendam, rasanya dia ingin sekali menghancurkan kebahagiaan itu. Hanya saja, belum menemukan cara agar membuat mereka benar-benar terpisah.


"Semakin ke sini, merekanterlihat semakin akrab. Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus segera membuat rencana agar kedekatan mereka menjadi jarak yang tidak akan menyatukan!" ucap seseorang dari dalam hatinya.


Kedua tangannya mengepal keras di samping kaki. Aura kemarahan terlihat jelas dari rahangnya yang mulai mengeras. Tanpa basa-basi, dia mulai mengikuti mereka dari arah belakang.


Becca memesan menu di kasir bersama Rio agar bisa membantu untuk membawakannya ke meja. Sedangkan anak-anak mencari tempat makan yang nyaman tanpa gangguan.


Namun, siapa sangka. Niat ingin menghindari keramaian, mereka malah mendapatkan satu hama yang merusak suasan di sana.


Baru saja mereka ingin makan dengan tenang, seseorang berdiri tepat di dekat Rio dan Naku. Membuat semuanya langsung menoleh menatap wajahnya.


"Hai, boleh aku gabung di sini?" tanyanya, sambil membawa nampan berisikan makanan sendiri.


"Da-daddy? Ko-kok Daddy ada di sini?" tanya Naku, ketika mendapati Gala berada di dekatnya.


"Tadi habis ketemu temen sebentar, terus ngerasa laper ya sudah makan dulu di sini. Ehh, malah ketemu kalian pas lagi nyari meja kosong. Kalau enggak boleh, gapapa. Aku bisa pin---"


"Tidak perlu, Tuan. Silakkan duduk, ini juga masih ada yang kosong kok. Anggap saja silaturahmi hehe ...."


Jawaban dari Rio langsung membuat mereka bertiga sedikit terkejut. Tempat duduk yang kosong masih banyak, seharusnya Rio membiarkan Gala menjauh dari mereka bukan malah menyatukannya dan merusak acara makan mereka.


"Terima kasih, sudah memperbolehkanku ikut gabung di sini," ucap Gala, perlahan duduk sambil menata makanannya. Matanya terus mencuri perhatian ke arah Becca yang membuat Yola sedikit sinis.


"Jangan liatin Buma kaya gitu, Om. Itu tidak baik, Buma udah punya Daddy. Jadi, Om tidak boleh merebutnya!"


Saking terkejutnya, suasana di sana menjadi tegang. Mereka tidak menyangka Yola bisa mengatakan semua itu tanpa rasa takut sedikit pun. Apa lagi, Yola sangat tahu siapa pria yang saat ini ada di dekat mereka.


"Yola, enggak boleh ngomong gitu, Nak. Ayo minta maaf sama Omnya," ucap Rio, menatap anaknya.


"Ya habisnya Om itu dari tadi ngeliatin Buma gitu mulu, kasihan Buma. Jadi tidak nyaman!" seru Yola, sedikit membantah perkataan Daddynya.


"Yola!"


"Ckk, yayaya. Maafin Yola, Om! Udah, 'kan?"


Rio menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya. Yola langsung makan dengan lahap, tanpa menunggu yang lain. Begitu juga Becca, dia tidak ingin menatap siapapun selain Yola yang ada dihadapannya.


"Maafkan kecerewetan anak saya, Tuan. Dia memang--"


Kata-kata yang Gala ucapkan berhasil membuat Naku yang dari tadi menyimak langsung membuka suara. Tatapan matanya sangat tajam, lalu berbicara tanpa ekspresi.


"Dad, sekali lagi berulah. Lebih baik Daddy pergi dari sini. Harusnya Daddy berterima kasih pada Om Rio, berkat dia. Daddy bisa makan bersama kami, kalau bukan Om Rio. Daddy tidak akan bisa duduk di dekat kami. Paham?"


"Akkhh ... Si*al! Bisa-bisanya Naku membela pria itu tepat dihadapan semua orang. Benar-benar di luar dugaan! Pasti saat ini Rio sedang besar kepala, lantaran telah dibela oleh anakku sendiri!" gumam batin Gala, penuh rasa emosi.


Gala menganggukan kepalanya sambil tersenyum, dia berusaha untuk menyembunyikan rasa emosi di dalam hatinya demi bisa memantau sejauh mana kedekatan mereka.


"Udah, udah. Ayo di makan jangan ngobrol mulu, kasian ayamnya nanti melempem."


Rio mencoba untuk mengalihkan mereka semuanagar tidak terlihat canggung. Apa lagi suasana sudah mulai tidak enak, sehingga kalau tidak di hentikan maka mereka akan menjadi terbawa emosi satu sama lain.


Mungkin dengan cara ini Rio bisa mengembalikan hubungan mereka agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.


Mereka makan dalam keadaan terdiam, tetapi Rio berusaha untuk mendekatkan diri kepada Gala agar memperbaiki hubungan mereka yang sedikit kurang baik.


Melihat Gala yang udah welcome kepada mereka, membuat semuanya malah salah mengartikannya. Mereka kira Gala sudah berubah, nyatanya dia hanya memasang topeng baik agar satu persatu dari mereka bisa masuk ke dalam perangkapnya.


Rio membicarakan seputaran bisnis kepada Gala, tetapi Naku bisa memperhatikan gerak-gerik Gala yang terus menatap ke arah Becca. Di mana Becca sesekalu menyuapini Yola sambil mereka tertawa bersama.


Keakraban diantara Becca dan Yola, mengundang kobaran api di dalam hati Gala. Rasanya dia tidak terima, Becca sedekat ini sama anak dari pria lain. Sementara dirinya berbicara hanya diangguki olehnya tanpa berbicara sedikit pun.


Entah mengapa, sikap Becca terlihat sedikit berubah. Dia mulai cuek terhadap Gala, seakan-akan ada yang lagi Becca jaga.


Gala yang sudah tidak kuat lagi melihat kedekatan Becca sama Yola, lalu Naku dengan Rio. Membuat dia segera menyelesaikan makannya, kemudian langsung berpamitan karena ada urusan mendadak. Padahal itu hanya alasan klasik karena Gala sudah tidak bisa melihat kebahagiaan yang seharusnya menjadi miliknya.


Selepas perginya Gala. Becca, Yola dan Naku langsung bertos ria, mereka tertawa bersama setelah selesai menyelesaikan misi. Sementara Rio yang tidak tahu apa-apa menjadi bingung.


Ternyata, oh, ternyata. Semua ini ide dari Yola, dia yang berhasil membuat Becca dan Naku ikut serta untuk memanasi Gala agar dia bisa segera pergi. Terbukti bukan, ide Yola memang udah the best. Tanpa harus melakukan apapun, Gala pergi begitu saja.


Rio hanya bisa berulang kali menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka kalau semua ini merupakan rencana mereka untuk mengusir Gala menggunakan cara halus.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...