Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Menghadiri Ulang Tahun Gala


"Be-becca? Se-seriuskah i-itu Becca? Ke-kenapa dia bisa lebih cantik dariku? Pe-perasaan ini, acara suamiku. Kenapa malah penampilannya yang menjadi sorotan banyak kamera?"


Lola berbicara di dalam hatinya, ketika wajahnya begitu terkejut saat melihat perubahan yang Becca tunjukkan di malam hari ini. Kemudian Lola perlahan melirik ke arah suaminya, di mana Gala tersenyum lebar, dalam keadaan mata berbinar melihat mantan istri dan anaknya yang berjalan mendekatinya.


"Sayang, kenapa wajahmu terlihat begitu bahagia saat mereka datang? Jangan bilang, kalau kamu---"


"Tidak! A-aku hanya senang saja melihat perubahan anakku yang semakin tumbuh menjadi seorang pria tampan. Sudah lama sekali aku tidak melihat anakku, bahkan aku jarang bertemu dengannya. Tidak seperti dulu, 24 jam aku bisa melihat wajahnya tanpa meminta izin. Jadi, kamu tidak perlu berpikir negatif lagi," ucap Gala menoleh ke arah Lola sambil tersenyum.


Kecemburuan Lola akan penampilan Becca pada malam ini, membuat dia merasa insecure. Wajahnya mulai terlihat panik serta ketakutannya, Lola tidak ingin apa bila suaminya itu masih mengharapkan bisa kembali dan memulai semuanya dari nol.


Gala mulai mengerti dari tatapan yang Lola, sorotan itu menampakkan bahwa Lola memang tidak ingin kehilangannya. Tangan Gala terangkat, lalu memberikan usap hangat di pipinya begitu lembut.


Sudut bibir Lola mulai kembali tersenyum, meski perasaannya semakin tidak enak akan kehadiran Becca dan juga Naku di acara mewah ini.


"Ma-maafkan aku, La. Aku memang sedang proses belajar untuk bisa mencintaimu dan juga anak yang ada di dalam kandunganmu. Akan tetapi, entah mengapa saat melihat senyuman yang Becca pancarkan, kembali membuat cinta itu muncul hingga aku lupa jika saat ini aku ingin membuka hati untukmu," gumam Gala di dalam hatinya, dan kembali tersenyum saat Naku mulai beberapa langkah lagi bisa berdiri tepat di hadapannya.


Naku dan Becca berdiri tepat di hadapan Gala serta Lola. Di mana mereka tersenyum satu sama lain, kecuali Naku yang tetap terlihat sangat datar.


Entah mengapa, sorotan yang Becca berikan pada Lola seolah-olah seperti sedang memberikan suartu sinyal tanpa bahaya baginya. Akan tetapi, Lola sama sekali tidak menggubris itu semua. Malahan dia terlihat tenang dan terus memanas-manasi Becca untuk memperlihatkan betapa romantisnya mereka.


"Wah, Sayang. Tamu spesial yang kita tunggu-tunggu sudah datang. Lihat deh, Sayang. Sekarang, anakmu terlihat tampan dan gagah ya, semoga saja kalau anak kita laki-laki bisa seperti Naku dan semisalnya perempuan, semoga jadi anak yang cantik serta menggemaskan hehe ...."


Lola tertawa kecil yang di angguki oleh Gala. Tanpa basa-basi lagi, Gala segera memeluk anaknya sekilas dan membisikan sesuatu padanya.


"Daddy senang banget, kamu bisa hadir di acara ulang tahun Daddy ini. Daddy harap kamu tidak membenci Daddy atas semua yang sudah terjadi di keluarga kita, sekali lagi maafkan Daddy apa bila Daddy sudah menghancurkan semua impianmu. Kejadian itu terlalu cepat, sehingga Daddy tidak bisa menghindari semuanya!"


Gala melepaskan pelukannya sambil menepuk pelan pundak Naku, beserta pipinya. Sorotan mata mereka saling terpancar satu sama lain dengan perbedaan yang cukup jauh. Tatapan Gala penuh kebanggaan saat melihat Naku, tetapi tidak sama Naku. Dia terlihat begitu kecewa atas perubahan Gala yang semakin jauh dari harapannya.


Becca yang bisa mengerti perasaan anaknya, langsung saja memberikan ucapan untuk mantan suaminya. Lantaran, Becca tahu. Naku tidak akan banyak bertanya atau pun berbicara, semua itu bisa di lihat dari ekspresi wajah Naku yang berubah sangat datar.


"Terima kasih atas undangan yang sudah di berikan untuk kami. Kami berasa tersanjung, saat kalian memberikan undangan itu secara terhormat. Maka dari itu, sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan selamat ulang tahun untuk Tuan Gala. Semoga panjang umur, sehat selalu dan bisa menjadi seorang suami yang jauh lebih baik lagi untuk istrimu."


"Dan untukmu, Nyonya Gala. Semoga bayi yang ada di perutmu sehat-sehat ya, dan segera lahir supaya bisa memberikan kejutan besar kepada Daddynya. Saya hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan kalian, berdua, agar tidak ada lagi korban-korban berikutnya."


Becca tersenyum sambil mengucapkan kalimat yang membuat Lola bertanda tanya. Kode dari Becca, membuat Lola menjadi gelisah karena Becca sudah mengetahui semua tentang rencana besar yang dia sedang jalani.


"Selamat ulang tahun, Dad. Doa terbaik buat Daddy, terima kasih atas undangannya!" seru Naku, cuek. Lirikan matanya begitu sinis ketika melihat ke arah Lola yang ada tepat berada di samping Gala sambil merangkul lengannya.


"Dasar benalu! Kalau bukan karena lu, mungkin keluarga gua akan baik-baik saja sampai detik ini. Lihat aja, gua tidak akan membiarkan lu hidup tenang!" ucap Naku di dalam hatinya.


Gala tersenyum menganggukan kepalanya. Dia tidak menyangka di ulang tahunnya kali ini, telah membuktikan jika mereka sudah tidak lagi seperti ulang tahun pada tahun kemarin.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung