
Becca pergi bersama supirnya menuju Perusahaan suaminya. Akan tetapi, sesampainya di sana. Becca mewanti-wanti security dan resepsionis, agar tidak memberitahu kepada Gala bila istrinya datang ke Perusahaan. Semua itu karena Becca ingin memberikan kejutan pada suami tercinta.
Mereka yang memang sangat tahu betapa harmonisnya hubungan pernikahan atasannya, membuat mereka selalu berandai-andai ingin memiliki suami seperti Gala.
Tanpa mereka ketahui isi dari sebuah kapal yang terlihat indah di luar, tetapi berantakan di bagian dalam. Semua akibat di terjang ombak yang selalu berusaha untuk menghancurkannya.
Namun ada satu kejanggalan disini. Gala bilang dia akan melakukan meeting tepat pukul 9 pagi di luar kantor. Akan tetapi, kenapa hanya asistennya yang bergerak? Sedangkan Gala, tetap setia di kantor. Apakah dugaan Becca benar?
Tanpa ingin berlama-lama lagi, Becca segera naik menggunakan lift khusus menuju lantai paling atas. Dimana ruangan CEO, sekrrtaris dan asistennya berada.
Sesampainya di sana, Becca tidak menemukan Lola berada di mejanya. Lantas kemana perginya Lola? Kenapa di sana terlihat sepi? Kecurigaan itu semakin kuat membuat Becca berdiri di depan pintu ruangan suaminya.
Perlahan Becca memejamkan matanya sambil mengatur napasnya yang mulai tidak beraturan. Kali ini Becca masih memberikan kesempatan, semoga apa yang Becca pikirkan saat ini tidaklah benar.
Setelah mata terbuka, tangan Becca memegang pegangan pintu. Kemudian di dorong perlahan ke dalam, sedikit demi sedikit sambil melihat suasana di dalam ruangan.
Sayangnya, Becca tidak menemukan pertanda apapun. Tidak berhenti di situ, Becca yang masih penasaran melangkah masuk sambil menutup kembali pintunya.
Baru beberapa langkah Becca berjalan. Telinganya sangat jelas mendengar suara seseorang yang sedang berbicara di dalam kamar.
Jantung Becca semakin berdebar kencang, tangannya mulai mengepal kuat bersamaan dengan sorotan tajam serta rahang yang kini mulai mengeras.
Kebetulan pintu tidak terkunci, membuat Becca sangat mudah untuk mengetahui siapa yang lagi bersama suaminya saat ini.
Mata Becca membelalak sambil membuka mulutnya. Dia tidak percaya sama apa yang di lihatnya sekarang. Air mata Becca langsung menetes deras bersama runtuhnya semua cinta yang dia berikan pada suaminya.
"Kapan Tuan akan memberitahu pada Nyonya Becca, jika kita sudah menikah kurang lebih 1 tahun ini? Aku tidak kuat lagi, kalau harus kucing-kucingan dengannya. Aku lelah, Sayang. Aku lelah!"
"Lalu, kapan aku bisa tinggal bareng kalian? Kita bisa membina rumah tangga yang bahagia. Dimana ada aku, Tuan, Nyonya, Naku dan juga anak kita."
Seorang wanita meletakan kedua tangannya di atas pundak Gala sambil menaruh dagunya. Gala hanya terdiam tanpa berkutik, tidak ada sedikitpun penolakan di wajahnya. Akan tetapi wajah Gala terlihat sedikit tertekan atas semua yang sudah terjadi pada kehidupannya.
"Apa kamu lupa, Lola? Pernikahan kita ini adalah pernikahan yang sama sekali tidak saya inginkan! Kalau saja bukan karena kejadian itu, tidak akan mungkin saya bertanggung jawab. Ngerti!"
"Tapi, Tuan. Beberapa kali kita telah melakukannya, apa Tuan lupa?"
"Ya, saya ingat semua itu. Saya memang melakukan hubungan suami-istri bersamamu, karena saya hanya melaksanakan tugas. Itu juga berkat kau yang memaksanya dan mengatas namakan anak itu!"
Wanita selingkuhan Gala itu tersenyum sambil menyandar di pundak suaminya. Menurutnya, meski sikap Gala terbilang cuek padanya. Di balik semuabini Gala adalah pria yang dia idam-idamkan selama ini.
Tanpa di sadari Gala dan Lola, tidak melihat kehadiran Becca di sana yang terus memantai sambil merekan setiap kejadian. Beberapa kali juga Gala sempat berusaha membuang muka ketika dia tidak mau menatap mata Lola.
Lolalei Malvolia, adalah istri sirih Gala yang berusia 28 tahun. Lola juga merupakan sekretaris kepercayaan Gala yang kurang lebih bekerja selama 6 tahun sampai detik ini.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung