
Keesokan hari, keluarga kecil Rio dan Becca sudah siap-siap untuk pergi ke sekolah setelah sarapan pagi. Pertama-tama mereka pergi ke sekolah Yola terlebih dahulu karena jarak tempuhnya masih dekat dengan rumah. Setelah itu, barulah mereka ke sekolah Naku untuk meminta izin sehari tidak masuk sekolah karena akan mengunjungi kerabat yang sakit.
Selepas izin didapatkan dari kedua pihak, baik sekolah Yola dan Naku. Mereka segera menancap gas kembali untuk melajukan mobil ke sebuah tempat, di mana Gala dirawat.
Jarak tempuh untuk ke lapas Gala sangatlah jauh, mereka harus berada di dalam mobil sekitar 2 jam lebih. Sehingga, kejenuhan, kebosenan, bahkan kekjawatiran Naku terus meningkat sebelum dia melihat keadaan sang daddy menggunakan kedua matanya sendiri.
Macet, polusi, dan panas membuat mereka harus terjebak di jalan yang sangat menyebalkan. Tidak lupa, mereka mampir ke Alfamaret untuk membeli cemilan serta minuman yang akan merek niknati selama perjalanan. Untung saja Baby Juan tidak rewel, jadi Becca tidak terlalu pusing dengan keadaan seperti ini.
Naku yang melihat Becca sedikit kelelahan mengurus Baby Juan. Dia langsung mengambilnya dari pangkuan sang mommy dan mengajaknya bermain sambil menyayikan lagu-lagu anak kecil kesukaan si kecil. Tidak hanya itu, Yola juga memberikan jajanan miliknya yang memang bisa dikonsumsi oleh anak kecil, meskipun tidak banyak.
Rasanya Becca dan Rio benar-benar bahagia sekali ketika melihat kedua anak dewasanya seakur itu untuk membantu mengurus serta menjaga Baby Juan. Tanpa disadari tangan Rio menggenggam tangan sang istri, kemudian menciumnya beberapa kali.
Pandangan mata keduanya telah dipenuhi oleh cinta yang begitu dalam bahkan melebihi cinta yang mereka berikan kepada masa lalunya. Sampai detik ini saja, mereka masih tak percaya apabila keduanya kembali dipersatukan dalam ikatan suci ini. Padahal dulu, mereka hanya sekedar sahabat yang memiliki jalan tersendiri. Namun, takdir berkata lain.
Setelah mereka dipisahkan, lalu menjalani kehidupan yang pahit batulah Tuhan menyatukan mereka dalam kebahagiaan sesuai dengan doa, keinginan, dan harapan keduanya untuk memiliki kehidupan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Lirikan mata Rio, berhasil membuat Becca tersenyum. Dia sangat tahu arti tatapan penuh cinta itu, membuat Becca salah tingkah dan menyandar di bahu sang suami sambil tertawa kecil.
Terima kasih, Tuhan. Kau telah mengabulkan semua doa yang selama ini aku panjatkan. Aku tidak bisa berkata apa-apa selain bersyukur karena telah dicintai sehebat ini oleh laki-laki seperti suamiku. Semoga, hubungan rumah tanggaku kali ini bisa jauh lebih baik dan bahagia. Aku tidak ingin gagal untuk kedua kalinya. Intinya aku sayang sama suamiku, dan aku sayang pada anak-anakku. Sehatkan kami, berikan kami kebahagiaan yang melimpat, dan panjangkan umur kami agar bisa selalu bersama. Sekali lagi, terima kasih, Tuhan.
Hati Becca berbicara penuh bunga-bunga lantaran tidak menyangka doa yang selama ini dipanjatkan terkabul dengan berkali-kali lipat kebahagiaan yang didapatkan. Semua rasa sakit yang dulu Becca terima seakan telah hilang begitu saja.
Inilah hebatnya Rio. Pria itu mampu mengembalikan hubungan yang renggang antaran Becca, Naku, dan Gala menjadi lebih baik. Meskipun, sudah menjadi masa lalu tetap saja hubungan itu tidak boleh diputus begitu saja. Jika hubungan orang tua kandas, tetapi hubungan anak tidak. Dikarenakan hubungan da*rah jauh lebih kental daripada hubungan pasangan.
Melihat kemesraan Becca dan Rio yang setiap hari bertambah, membuat hati Naku merasa senang. Ternyata apa yang ada dibayangannya tidak seperti apa yang dilihat saat ini.
Daddy Rio memang orang baik. Dia sangat tahu bagaimana cara membuat istri dan anak-anaknya selalu bahagia, senang, dan tidak merasa dibandingkan. Walaupun aku bukan anak sambung, kasih sayang dan kepercayaan yang diberikan bahkan jauh dari anak kandungnya sendiri. Terima kasih, Tuhan. Kau telah membuat Mommy kembali tersenyum seperti sekarang, sungguh aku senang sekali melihatnya. Semoga saja hubungan Daddy Rio dan Mommy bisa langgeng terus sampai ajal memisahkan. Aku harap tidak ada lagi kesedihan diwajah Mommy dan Daddy Rio. Mereka harus bahagia, apa pun yang terjadi aku akan menjaga keluarga ini.
Aku janji, aku sebagai seorang Kakak akan melakukan yang terbaik buat kalian semua. Aku tidak ingin melihat setetes air mata jatuh di pipi kalian. Semiga kelak, aku bisa memiliki keluarga semanis ini dan aku tidak menurunkan sifat buruk Daddy Gala.
Begitulah pesan suara hati Naku ketika melihat sang mommy telah kembali bersinar setelah sekian lama merasakan sakit hati atas perlakuan sang daddy. Inilah pemandangan indah dari kebersamaan keluarga kec Becca dan Rio selepas badai berlalu.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Sesampainya di rumah sakit khusus para tahanan dirawat, mereka langsung bergegas masuk ke dalam setelah disambut oleh seorang penjaga lawas yang dipercaya untuk menjaga Gala oleh Rio.
"Siang, Pak. Baiklah, terima kasih." Rio membalas senyuman itu, kemudian mereka kembali berjalan sesuai arahan yang telah ditunjukkan oleh petugas lapas.
Tangan Yola menggandeng Naku tanpa melepaskannya, sedangkan Becca menggendong Baby Juan yang anteng tanpa rewel.
Di kamar rawat kelas 1 nomor 22. Semua masuk secara perlahan melihat keadaan Gala yang sedang berbaring di atas bangkar dengan wajah sedikit pucat.
"Daddy ... Daddy apa kabar? Kenapa bisa Daddy sakit kaya gini? Naku udah bilang, jangan kelelahan. Usia Daddy bukan lagi usia muda, kalau Daddy kaya gini sama aja Daddy nyiksa diri sendiri. Naku gak suka, apalagi Daddy punya penyakit jantung. Jika terlalu maksain itu gak akan baik buat kesehatan jantung Daddy sendiri. Daddy paham gak, apa yang Naku katakan ini?"
Tatapan Naku kepada Gala sangat dipenuhi oleh kekhawatiran yang begitu mendalam. Terlihat jelas di dalam mata sang anak terdapat sebuah kasih sayang yang tidak pernah hilang, meskipun mereka sudah tidak hidup disatu atap yang sama.
"Daddy Gala sakit apa? Kok, badannya kurusan. Mukanya juga pucet. Daddy di sini digalakin ya, sama Om itu?" Yola menunjukkan jarinya ke arah penjaga lapas, membuat Rio langsung menurunkan tangan sang anak dan menasihatinya.
"Yola, gak boleh begitu, Sayang. Om itu baik, kok. Dia yang merawat Daddy Gala. Sekarang Yola minta maaf sama Omnya, ayo ...."
Yola segera menuruti apa yang dikatakan oleh sang daddy. Dia langsung meminta maaf dengan wajah bersalah, sedangkan penjaga lapas hanya tersenyum bersama Gala.
Mantan suami Becca itu merasa bersyukur, walaupun hubungannya dengan mantan istri sudah berakhir tetap saja mereka masih berkomunikasi dengan baik. Dengan adanya Rio, hubungan mereka jauh lebih membaik.
"Daddy gapapa, Kok. Naku sama Yola gak perlu khawatir, oke? Daddy akan terus kuat demi bisa keluar dari tempat ini. Nanti kalau Daddy udah keluar kita jalan-jalan, mau?"
Kemurungan dan kesedihan di wajah Gala kian memudar tergantikan oleh kesenangan setelah anak-anaknya menjenguk. Semakin hari Gala semakin bersyukur. Melalui Rio, Gala kembali tidak merasakan kesepian seperti awal-awal masuk penjara. Suami Becca kali ini juga tidak masalah. Dia malah terlihat bahagia ketika Gala dapat menganggap semua anak-anak Rio menjadi anaknya sendiri.
Yola begitu antusias untuk menyetujuinya, begitu juga Naku. Mereka terlihat bertambah bahagia, tidak lupa Gala meminta izin untuk menggendong Baby Juan. Tanpa basa-basi, mantan suami Becca memeluk Baby Juan sambil menciumi wajahnya penuh kasih sayang.
Entah mengapa, rasanya nyaman sekali ketima Gala bisa merasakan ketiga anak itu dapat menerima semua kekurangan maupun keburukannya.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...