Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kebahagiaan Keluarga Naila Kecil


"Sekali lagi maafkan Ayah dan Bunda, jika kisah yang akan Ayah ceritakan ini adalah kisah yang akan membuatmu merasa sedih. Jadi, begini ...."


Kurang lebih 13 tahun yang lalu, tepatnya diusia Naila sekitar 2 tahun. Naila sedang bahagia-bahagianya bisa tertawa, mengoceh, juga berjalan. Gadis lucu itu memang dari kecil sudah sangat cantik persis seperti ibunya.


Pada hari Sabtu jam 10 pagi, Ayah Naila sedang bersiap-siap untuk liburan ke luar negeri keesokan hatinya. Akan tetapi, waktu itu niatnya hanya ayah Naila sendiri yang berangkat karena ada urusan bisnis besar yang baru dijalaninya.


Namun, bunda Naila yang tidak ingin ditinggal terlalu lama oleh sang suami langsung mengusulkan untuk pergi sekeluarga. Anggaplah ini sebuah liburan keluarga untuk pertama kali Naila kecil bisa ikut pergi ke luar negeri.


"Sayang, selama kurang lebih 1 bulan kamu akan berada di Korea. Aku dan Naila ikut saja ya, boleh, 'kan? Aku tidak ingin jauh darimu, apa lagi Naila juga setiap malam akhir-akhir ini selalu nangis tidurnya minta dipeluk sama kamu. Terus, kalau kamu pergi gimana nasibku?"


"Lebih baik kita pergi aja bersama-sama anggap aja kita liburan hihi ... Lumayan 'kan, untuk pertama kali Naila bisa liburan ke luar negeri. Nanti kita bisa mengabadikan momen terindah untuk kenang-kenangan Naila. Gimana? Boleh ya, ya, ya, please ...."


Sang istri terus memohon dengan sangat kepada suaminya untuk bisa mengajak mereka ikut bersama ke Korea. Awalnya menolak, tetapi saat melihat wajah istrinya yang murung ayah Naila menjadi tidak tega.


"Hem, baiklah. Kamu sama Naila boleh ikut, biar aku mengurus tiketnya. Kamu siap-siap dulu aja sama Naila, tidak perlu bawa banyak baju secukupnya aja biar nanti sisanya kita beli di sana."


"Oke siap, suamiku tercinta. Aaa ... Jadi, tambah sayang deh, hihi ... Terimka kasih, Sayang."


"Sama-sama istriku tercinta. Oh, ya, kamu udah masak buat sarapan, belum? Perutku seperti sudah sangat lapar," ucap sang suami.


"Astaga, aku lupa hihi ... Maafkan aku sayang, tadi aku ngurusin Naila dulu sarapan jadi lupa buat masakkin kamu makan pagi huaa ... Aku masakin dulu ya, tunggu sebentar saja. Jangan lupa jagain Naila ya, Sayang. Oke?"


Sang istri merasa lupa karena terlalu fokus mengurus Naila yang sedang aktif-aktifnya. Apalagi jam 5 pagi saja Naila sudah bangun, sehingga membuat bundanya sedikit kewalahan. Untungnya sang suami bangun sedikit siang, jadi setelah Naila selesai mandi dan lagi main anteng barulah sang bunda bisa tenang.


Bunda Naila baru saja ingin berdiri, tiba-tiba tangannya dipegang oleh suaminya membuat langkahnya terhenti dan langsung berbalik dalam keadaan berdiri sedikit menunduk menatap sang suami.


"Kenapa, Sayang? Aku kamu mau reques, hem? Bosen ya, makan roti sama nasi goreng mulu hihi ... Maafkan istrimu ini ya, yang jarang sekali masak enak di pagi hari. Habis gimana, aku terlalu fokus ngurus Naila. Tahu sendiri akhir-akhir ini Naila tidak bisa jauh dariku, sedikit aja jauh pasti dia nangis, cuman ngeselinnya kalau malem maunya tidur dipeluk ayahnya. Menyebalkan!"


"Hihi ... Tidak apa-apa, Sayang. Oh, ya ... Pagi ini aku mau sarapan mie goreng dua sama telur mata sapi, ya. Boleh, 'kan, please ...."


"Enggak boleh, masih pagi, makan mie juga enggak baik nanti ususmu bisa keriting kaya mie. Udah makan yang lain aj---"


"Huhh ... Padahal aku lagi pengen makan itu, tapi ... Akhh, sudahlah. Masak apa saja yang kamu mau, aku akan memakannya."


Ayah Naila melepaskan tangan istrinya, lalu ekspresi wajahnya seketika berubah menjadi cemberut. Melihat itu membuat sang istri meresa bersalah karena suaminya memang sangat ingin memakan makanan enak itu yang bisa mereka makan sebulan sekali.


"Ya, sudah aku masakin mie ya, tapi jangan cemberut lagi dong. Smile ...."


"Aaa ... Sayang! Bisa-bisanya mengerjaiku di pagi hari, dasar menyebalkan!" Sang istri merasa kesal karena selalu di jahili oleh suaminya.


"Hihi ... Anggaplah itu sebagaimorning kiss kita, sudah lama loh, kita tidak melakukan hal romantis itu. Jadi, jangan marah, pisss ...." Jari sang suami membentuk huruf V sebagai tanda maaf yang membuat istrinya tersenyum kekeh melihat ekspresi lucu.


Inilah keluarga kecil Naila, mereka memang selalu terlihat sangat romantis tanpa adanya keributan setiap harinya. Mungkin, jika sedikit bentrokan itu sudah biasa, tetapi tidak sampai marah yang seperti orang berteriak atau apa pun itu.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Keesokan hari tepatnya di hari Minggu jam 7 pagi mereka semua sudah bersiap-siap dengan semua barang-barang yang ada di dalam bagasi mobil.


Suami-istri tersebut terlihat sangat bahagia selama di perjalanan, apalagi istrinya selalu berada dekat sang suami sambil menyandar dibahunya. Akan tetapi, tidak dengan Naila. Gadis kecil itu selalu terlihat murung, nangis, bahkan sampai marah ataupun ngamuk kecil karena selalu ingin meminta mereka keluar dari mobil.


"Aduh, Sayang ... Udah ya, nangisnya. Bunda bingung loh, kenapa Naila nangis terus meminta turun. Ini di toll, Naila. Tidak mungkin kita turun, ayolah, duduk yang manis, oke?"


"Ini lihatlah, boneka kesayangan, Naila. Wah ... Nini dan Nana senang sekali mau liburan, apakah Naila senang?"


Naila menggelengkan kepala seakan sudah mengerti apa yang bundanya katakan. Naila kembali menangis mmebuat sang ayah turun tangan untuk memeluknya sambil mengusap punggung Naila kecil.


"Sayang, gimana kalau aku berangkat sendiri aja, kamu sama Naila di rumah ya, kalau perlu kamu tinggal sama adikku untuk sementara. Kasihan juga Naila nangis terus, kayanya tidak mau ikut. Aku hanya takut nanti kamu susah untuk mengendalikannya ketika di dalam pesawat,"


"Naila memang begini, Sayang. Sudah biarkan saja, nanti juga kalau capek dia anteng sendiri. Lihat, Sayang! Tuh, tuh ... Ada bus gede banget, Naila belum pernah naik bus ya, nanti kapan-kapan kita naik. Oke?"


Sekian lama dibujuk, akhirnya Naila sudah mulai tenang di dalam mobil. Akan tetapi, siapa sangka. Di saat Naila tertidur, tiba-tiba saya terdengar suara benturan yang sangat mengejutkan.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...