Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kelemahan Naku


Baru beberapa detik saja Naku dipeluk oleh Rio, seketika emosinya langsung mereda tergantikan oleh air mata yang mulai menetes dipipi sang anak. Inilah Naku, kelemahan terbesar yang dimiliki adalah kasih sayang.


Mungkin hidup Naku jauh lebih beruntung dari Yola yang hanya mendapatkan kasih sayang salah satu dari orang tuanya. Akan tetapi, Naku tidak mendapatkan semua itu dari Becca ataupun Gala.


Perpisahan diantara mereka seperti tamparan keras yang tidak pernah bisa Naku lupakan sampai kapanpun itu. Dia akan menyimpan memori tersebut lantaran kejadian itu telah membuat hatinya patah untuk pertama kali.


Mungkin bagi anak perempuan patah hati pertamanya kehilangan seorang ayah. Sementara bagi Naku, patah hati sesungguhnya adalah kehilangan keharmonisan di dalam rumah tangga yang sudah dibentuk sebelum sang anak dilahirkan.


Banyak orang tua hanya mementingkan ego sendiri, daripada harus mengerti tentang perasaan sang anak. Tanpa mereka sadari, perpisahan di dalam rumah tangga adalah luka yang paling dalam sejauh ini.


Menjadi anak broken home bukanlah hal mudah karena akan ada banyak cacian, hinaan bahkan sindiran yang kelak akan merusak mental sang anak. Dinding karakter anak yang baru saja dibentuk seketika hancur berkeping-keping akibat hantaman keras dari sebuah batu besar.


Namun, kembali lagi. Semua orang memiliki jalan masing-masing, jika memang sudah takdirnya harus seperti ini. Apa boleh buat? Mereka hanya menjalani takdir yang sudah ditetapkan, selagi bisa diperbaiki maka akan diperbaiki. Jikalau tidak, pasrah dan ikhlas jalan satu-satunya untuk memulai kehidupan yang baru.


Sama halnya seperti Naku, hanya Rio yang tahu bagaimana cara mengendalikan emosi sang anah. Sementara Becca selaku ibu kandung belum sepenuhnya bisa mengerti keinginan tentang sang anak.


"Tenangkan dirimu, Kak. Percayalah, adikmu akan baik-baik saja. Joey sedang berusaha untuk membujuk Yola, jika nanti dia berhasil barulah kita akan menanyakan secara baik-baik. Oke?"


Naku mengangguk kecil dengan suara terisak, "A-apa Yola ma-marah padaku, Dad? Sebelumnya aku dan Yola ...." Naku menghentikan perkataannya membuat semuanya menjadi penasaran.


"Apa yang terjadi sama kalian berdua? Kenapa Yola bisa seperti ini, apa ada perkataanmu yang sempat menyinggung perasaannya, iya? Meskipun Mommy tidak mengandung Yola, tapi Mommy sangat tahu. Semarah apapun Yola, dia tidak akan pernah kabur!"


"Hanya sekali Yola kabur, itu juga karena ulahmu yang sangat membencinya diawal perkenalan bahkan Yola hampir diculik orang orang tidak dikenal. Apa kamu ingat, Kak? Ingat, gak!"


Naku menundukkan kepalanya, rasa bersalah akan masa lalu kembali meluap ketika Becca mengungkit semua itu. Rani terus mencoba untuk menenangkan Beccan disaat emosi mulai tidak terkontrol. Rani takut, apabila Becca seperti ini maka luka jahitannya bisa kembali sobek bahkan Becca juga akan mengalami baby blues.


"Sudah cukup, Sayang. Diamlah, jangan lagi-lagi mengatakan apapun. Kondisimu masih sangat lemah, fokus pada kesehatanmu. Biar aku yang mengurus anak-anak. Kamu paham?"


Becca menangis sambil memeluk Rani yang sedikit merebahkan tubuhnya hanya sekedar memberikan menyamanan agar Becca tidak merasa sendiri. Rani sangat paham, baby blues sering terjadi etika ibu hamil baru-baru melahirkan. Akan tetapi, jika tidak ada suport atau penanganan yang baik akan sangat membahayakan untuk nasib anak juga sang ibu.


Rio membawa Naku untuk duduk di sofa panjang yang berada di dekat ranjang. Sehingga, apa yang akan Naku ceritakan semua akan terdengar jelas supaya tidak ada lagi kesalah pahaman.


"Lupakan semua perkataan Mommy, sekarang tataplah mata Daddy. Anggaplah, di ruangan ini hanya ada kita berdua. Jadi, Daddy minta sama Kakak. Tolong jelaskan, sebenarnya ada apa ini?" ucap Rio, wajahnya terlihat sangat serius.


Naku menarik napas perlahan, lalu membuangnya melalui mulut secara berulang kali demi menetrakan perasaan yang dari tadi naik-turun. Setelah itu, Naku kembali mengingat kejadian 1 Minggu yang lalu dan mulai menceritakan semuanya.


Joey masih menelusuri di rumah sakit tersebut sambil menanyakan keberadaan Yola pada semua pasien, suster atau siapapun itu.


Rumah sakit ini adalah rumah sakit yang selalu Joey kunjungi setiap bulannya, sampai hapal tembusan-tembusan jalan tanpa takut kesasar. Ketika Joey mulai pasrah akan keberadaan Yola, tiba-tiba salah satu suster yang Joey tanyakan langsung menunjukkan di mana Yola berada.


Tanpa basa-basi, Joey mengucapkan terima kasih kemudian berlari sekuat tenaga untuk mencapai tempat tersebut yang tidak jauh dari tempat Joey menanyakan pada suster.


Sampailah Joey ditempat yang cukup ramai dengan anak-anak kecil yang lagi bermain. Di mana lagi jika bukan taman rumah sakit, apalagi rumah sakit itu identik dengan anak-anak mulai dari ibu yang baru melahirkan sampai anak usai 15 tahun. Intinya semua penyakit yang berkaitan dengan anak ada di situ karena hanya ini rumah sakit besar juga tepercaya.


Joey melihat Yola duduk di salah satu kursi taman sambil menatap ke arah anak kecil sedang bermain sesekali menunduk. Joey bisa merasakan kesedihan Yola, meskipun masih dalam jarak 3 meter.




Perlahan kedua kaki Joey mulai melangkah mendekati gadis yang dicari, kemudian Joey berdiri di samping kursi membuat Yola terkejut karena keberadaannya telah ditemukan.


"Ka-kak Joey? Ka-kakak ngapain di sini?" tanya Yola mendongak menatap wajah pria yang sangat dikenal. Joey bisa melihat wajah Yola sedikit sembab dengan sisa-sisa air mata yang menetes dipipi gembulnya.


Joey sedikit membungkuk, lalu mengusap semua air mata dipipi Yola dan berkata, "Wajahmu akan jauh lebih cantik ketika bibirmu terus tersenyum, bukan menangis seperti ini."


Yola terdiam sejenak lantaran terkejut sama apa yang Joey lakukan padanya, kemudian Yola menjawab dengan wajah polosnya, "Berarti jika aku menangis wajahku akan terlihat jelek, begitu?"


Joey tersenyum kecil, lalu duduk teoat di sebelah Yola tanpa menunggu persetujuannya terlebih dahulu. Pandangan Yola terus mengikuti wajah Joey karena penasarsn atas jawaban yang akan diberikan.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...