
Setelah beberapa menit anak-anak bermain bersama Baby Boy, tiba-tiba saja Ragil menyeletuk untuk menanyakan sesuatu yang berkaitan pada si kecil yang lucu itu.
"Oh, ya, Tuan. Apakah si kecil sudah dipersiapkan namanya, atau masih dalam proses?" tanya Ragil.
Tanpa di sangka, Ragil terkejut ketika semua orang langsung menatapnya dalam keadaan wajah yang sedikit seram.
"E-ehh, ke-kenapa ini? Ke-kenapa kalian semua langsung menatap seperti itu, a-apa ada yang salah dengan pertanyaan saya? Jika benar begitu, maafkan saya ... Saya tidak bermaksud mendahuli kalian. Saya hanya penasaran saja, soalnya dari tadi kita cuman memanggilnya si keci atau Baby Boy. Selebihnya saya belum mendengar siapa nama anak ketiga kalian. Sekali lagi ma----"
"Tidak perlu minta maaf, Tuan Ragil. Anda tidak bersalah, malah saya harus berterima kasih karena sudah diingatkan hal penting yang hampir saja saya lupakan. Maklum, Tuan. Kami baru bahagia menyambut kelahiran si kecil sampai lupa menyediakan namanya hehe ...."
"Tidak apa-apa, Tuan. Saya bisa paham, kok. Saya juga pernah ada di posisi itu, malahan saya sampai lupa belum menyiapkan nama saking senangnya menyambut kelahiran Joey. Setelah seminggu Joey lhir, barulah saya mendapatkan nama itu hihi ...."
Ragil tertawa kecil bersama keluarga Rio. Berbeda sama Rani dan Joey, mereka merasa malu karena ulah suami tercinta semua jadi tahu betapa kurangnya persiapan Rani dan sang suami untuk menyambut hari kelahiran si kecil.
"Daddy udah nyiapin nama buat Baby Boy?" tanya Yola, diangguki oleh Rio.
"Sudah dong, masa iya, Daddy lupa, sih. Jadi, nama adik kalian adalah ...."
Rio menjeda perkataannya sambil melirik semua orang satu persatu. Wajah penasaran mereka hampir membuat Rio tertawa, apa lagi Becca. Istri tercintanya itu selalu penasaran setiap malam untuk menanyakan hal itu. Akan tetapi, Rio tetap merahasiakan nama si kecil sampai terlahir di dunia.
Pertama-tama ya, Becca kesal juga. Hanya saja, tidak ada pilihan lain selain menunggu si kecil lahir. Semua itu Becca lakukan karena telah menyerahkan sepenuhnya kepada Rio untuk memberikan nama, sedangkan dia akan menyetujui apa pun yang sudah menjadi keputusan sang suami.
"Aaa ... Daddy kebiasaan selalu digantung, Yola sebel lama-lama. Udah tahu, Yola lagi serius mau dengar nama Ade, ini malah dibercandain!" sahut Yola, kesal.
"Tahu nih, Daddy. Suka banget liat kita penasaran terus!" sambung Naku menatap Rio dengan ekspresi datar.
"Ckk! Udahlah, By. Cepat katakan! Aku tidak punya banyak waktu untuk bercanda, kali ini aku serius ingin tahu siapa nama anak kita. Jadi, aku mohon katakan, By. Ayo!" titah Becca penuh penekanan di setiap perkataan.
"Hihi ... Baiklah, aku akan mengatakan nama anak kita. Jadi, namanya adalah Juan Rizky Adhelard. Bagimana, bagus?"
Semua tersenyum lebar ketika mendengar nama si kecil begitu indah. Becca sendiri tidak kepikiran kalau Rio akan membuatkan nama yang simpel, tetapi sangat berkelas.
"Wah, bagus sekali namanya Tuan. Anda memang pandai, saya benar-benar salut. Nama yang terdengar tidak asing, tetapi memiliki makna yang indah. Jika boleh saya tahu, apa makna nama dari si kecil, Tuan?"
Pertanyaan yang bagus dari Ragil mewakilkan semua orang untuk mengetahui arti dari nama Baby Boy tersebut. Tidak mungkin nama tidak ada harapan, doa ataupun arti. Pasti nama akan ada makna tersendiri, sehingga itu akan menjadi doa baik untuk sang anak ke depannya.
"Juan Rizky Adhelard mengandung banyak arti anak laki-laki yang mengarah kepada Tuhan-Nya. Jika Juan sendiri memiliki tiga arti yang berkaitan kepada Tuhan. Yaitu, pertama dalam bahasa Spanyol Juan memiliki arti Tuhan sumber kegembiraanku, lalu kedua bahasa bahasa Kristiani memiliki arti kemegahan Tuhan, dan terakhir dalam bahasa karakteristik memiliki arti anak yang mandiri, optimis, tidak neko-neku, unik dan santai."
Becca begitu terharu setelah mendengar makna dari anak ketiganya. Sungguh, membuat Becca, Rani dan Ragil menjadi merinding. Seindah itu makna yang tersirat sampai Rio harus melibatkan Tuhan ikut serta di dalamnya agar bisa selalu menjaga Baby Juan dari hal-hal negatif yang akan mendekati.
Becca meneteskan air mata dibalik kebahagiaan karena tidak salah pilih suami. Rio adalah sosok suami yang sangat Becca impikan, tidak pernah sedikit saja Rio menyombongkan hartanya. Dia tetap mengutamakan keluarga menjadi nomor satu dari pada apa pun.
Kasih sayang Rio tanamkan pada mereka semua memang tidak bisa dinilai. Maka dari itu, Becca tidak henti-hentinya mengucaokan syukur atas kehadiran pria yang telah merubah hidupnya berkali-kali lipat jauh lebih bahagia dari hidupnya di masa lalu.
Becca tidak membandingan kebahagiaan saat bersama ayah kandung Naku atau ayah kandung Yola. Akan tetapi, inilah kenyataan. Bersama Gala, Becca memang bahagia sekali merasa seperti di ratukan olehnya.
Namun, sesungguhnya pria yang meratukan pasangannya bukan hanya sekedar mencukupi kebutuhan biologisnya, atau kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Akan tetapi, dia juga bisa menyeimbangi kebutuhan psikologis seseorang.
Jika, kebutuhan itu terpenuhi maka, rumah tangan mereka akan aman dari perselingkuhan, atau hal negatif lainnya. Meskipun, Becca dan Rio sering bertengar adu mulut itu wajar karena setiap rumah tangga memiliki dua kepala yang tidak bisa disatukan sampai kapan pun itu. Mereka hanya bisa menjadikan perbedaan pendapat antara satu sama lain menjadi kesimpulan yang sama melalui diskusi.
Tahu sendiri, Becca merupakan wanita yang terkadang memiliki watak keras, emosional, susah di arahkan dan sebagainya. Oleh karena itu, hadirnya Rio sebagai pelengkap untuk menyeimbangkan sifat Becca agar tidak cenderung dominan. Begitu juga sebaliknya, Becca hadir sebagai pelengkap yang bisa memberikan Rio rasa nyaman serta cinta kasih kepada Yola sebagai anaknya sendiri.
Mereka semua mengucapkan selamat datang pada Baby Juan yang hadir sebagai pelengkap keluarga kecil Rio dan Becca. Keluarga Joey juga ikut senang melihat kebahagiaan itu, sampai lupa akan kesedihan yang menimpa mereka mengenai kondisi Joey.
Setelah puas bermain, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Selesai mereka malam malam bersama di kamar rawat Becca, keluarga Joey langsung berpamitan karena sudah terlalu lama di rumah sakit.
Tidak lupa kata-kata terima kasih mereka ucapkan lantaran keluarga Joey sudah banyak memberikan pertolongan yang tidak bisa keluarga Yola berikan selain mengucapkan kata terima kasih.
Selepas perginya keluarga Joey, Rio dan anak-anak kembali bermain bertiga di ruang depan agar Becca dan Baby Juan bisa beristirahat. Mereka bermain dengan bisik-bisik demi menjaga suaranya agar tidak berisik.
Jam terus berputar hingga tak terasa sudah pukul 9 malam. Naku dan Yola tidur di kamar sebelah dengan nyaman, sementara Rio harus selalu menemani Becca serta Baby Juan yang selalu terbangun dari tidurnya setiap dua sampai tiga jam ke depan.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...