
"Aduh, kelihatannya kakak-kakaknya sudah pada gak sabar ya, mau lihat adiknya. Lihatlah, Sayang. Adik kalian ini sangat tampan, bersih, dan juga lucu. Tapi, tidak boleh disentuh-sentuh dulu, ya. Kalau mau di sentuh harus cuci tangan dulu pakai sabun, lalu menggunakan cairan ini demi menjaga si kecil dari bakteri yang akan membahayakan. Apa lagi, adik kalian masih sangat kecil dan kulitnya juga sensitif. Jadi, harus benar-benar dijaga, oke?"
"Oke!"
Sang dokter tersenyum lebar melihat betapa antusiasnya mereka semua untuk bisa bertemu dengan adiknya, termaksud Joey. Nasihat dari dokter membuat ketiga bocah menyebalkan itu langsung berlari ke arah kamar mandi hanya sekedar bersih-bersih agar bisa memegang adiknya.
Semua yang ada di sana hanya menatap gemas ke arah tiga bocil menyebalkan. Selepas itu, dokter menatap Becca dan menyapanya penuh kelembutan.
"Hai, selamat siang menjelang sore semuanya. Gimana kondisinya, Nyonya Rio? Apakah semuanya baik-baik saja?"
"Baik, Dok. Hanya sedikit pusing dan linu saja," ucap Becca perlahan mulai duduk dibantu oleh Rio.
"Syukurlah kalau begitu, tandanya Nyonya sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Oh, ya. Sus, berikan si kecil pada ibunya agar bisa merasakan pelukan ibunya untuk beberapa menit. Setelah itu nanti bergantian dengan ayahnya!"
"Baik, Dok." Suster segera menjalnkan perintah dari dokter dan menyerahkan si kecil secara perlahan ke dalam gendongan Becca.
Wajah Becca berseri ketika bisa mencium anaknya dengan jarak yang sangat dekat. Begitu juga Rio, mereka menikmati kehangatan itu dalam waktu beberapa menit sebelum pasukan bodrek datang menyerbu si kecil.
"Yaaah, kok, Dedek ada di situ. Tadikan, masih ada di sini," ucap Yola menatap ke arah kedua orang tuanya yang sedang menikmati aroma khas baby dari si kecil.
"Hehe ... Sabar ya, cantik. Biarkan Ibu dan Ayahmu bermain sama adikmu 10 menit saja, nanti barulah kalian main sama adik sepuasnya. Boleh, ya, please!"
Dokter tersenyum menunjukkan raut wajah sedihnya sambil menyatukan tangan di dekat dada sebagai pertanda permohonan agar Yola tidak merasa sedih.
"Hem, ya, sudah deh, tapi cuman 10 menit, ya? Jangan lebih-lebih, soalnya Yola juga mau main sama Ade bukan Mommy sama Daddy doang!"
"Huhh ... Sebel, udah capek-capek lari buat bersih-bersih, ehh ... Malah mereka yang dapet duluan, menyebalkan!"
Yola menggerutu sesuka hatinya dalam keadaan kesal. Tangan Yola di lipat ke arah dada, lalu wajahnya di tekuk bagaikan setrikaan dan tidak lupa pipinya mengembung seperti ikan.
Semua tertawa kecil melihat aksi gadis kecil itu yang mampu membuat suasana menjadi sangat ramai. Naku sendiri mendengus kesal ketika melihat si kecil harus bermain sama orang tuanya lebih dulu, padahal dia sudah sangat ingin mencoba untuk menggendong si kecil. Akan tetapi, apa daya. Naku tidak bisa berbuat apa-apa, setidaknya dia bisa melihat Becca kembali tersenyum.
"Yola duduk aja sini sama Tante, biarkan Mommy main sebentar sama Ade. Kalau sudah, nanti gantian. Oke?" ucap Rani membuat Yola berjalan mendekat.
Setelah Yola duduk, Rani memeluk gadis itu sekilas dan mencium kening layaknya anak sendiri. Begitu juga Ragil yang mengusap kepala Yola penuh kelembutan.
"Jangan sedih cantik, nanti manisnya ilang loh hihi ...." Ragil mencoba menggoda agar mengurangi kerutan kesal di dahi Yola ketika menatap ke arah Becca dan Rio.
Naku duduk bersamaan dengan Joey. Mereka saling tatap-tatapan dalam waktu beberapa detik, selepas itu kembali menatap ke arah Rio dan Becca yang sedang mengajak main sang anak.
"Aduh, lucu sekali anak kita ya, Sayang. Dai tampan sepertiku, hidungnya mancung dan kulitnya putih halus banget," ucap Rio sambil mengelus anaknya secara perlahan.
Rio tertawa geli dengan suara yang kecil. Dia sendiri tidak menyangka kalau si kecil itu benar-benar mirip padanya, sehingga membuat Becca merasa iri. Anak ketiga mereka seakan-akan anak yang dititipkan oleh Rio di dalam perut Becca, jadi hanya menumpang wajah dan cetakannya milik Rio.
Dibilang sedih sudah pasti, tetapi gimana lagi? Becca hanya bisa menerima semua ini yang penting anak ketiga lahir dengan sehat dan sempurna tanpa kekurangan satu apa pun.
Sang dokter dan asistennya tersenyum menyaksikan keluarga yang terbilang lucu ini. Selama dia menangani Becca pasti moodnya menjadi baik, tidak merasa lelah ketika mengatasi pasien yang rewet atau begitu manja.
Setelah selesai mengantarkan si kecil, dokter beserta asistennya langsung berpamitan dan pergi meninggalkan mereka semua.
Untuk beberapa hari ke depan, si kecil harus minum susu formula karena ASI Becca belum keluar sepenuhnya seperti ada sumbatan. Suka tidak suka, si kecil harus dibantu oleh susu formula sampai ASI keluar dengan sempurna.
Rio bangkit dari ranjang, lalu tersenyum melihat wajah anak-anak yang terdiam memperhatikan Becca bermain sama si kecil. Tanpa membuat mereka merasa semakin kesal, Rio segera memperbolehkan mereka main bersama dengan si kecil yang masih berada di gendongan Becca.
Dengan senang hati, Yola sama Naku segera duduk di samping kanan dan kiri Becca. Sementara Joey duduk di tepi ranjang dekat Yola sambil menatap si kecil.
"Waah ... Baby Boy lucu sekali, Mom. Pipinya sedikit gembul, bibirnya pink banget, apa lagi kulitnya persis seperti mochi kenyal-kenyal hihi ...."
"Yee ... Kamu kira adikmu ini makanan, dasar ada-ada saja," ucap Becca tertawa kecil menatap Yola.
"Kakak boleh gendong, Mom?" tanya Naku.
"Boleh dong, tapi pelan-pelan ya, dan jangan banyak gerak. Soalnya badan adikmu masih sangat rawan, Mommy takut kalau kamu banyak gerak lehernya bisa keseleo."
"Siap, Mom. Naku hanya belajar gendong aja, biar nanti kalau Ade nangis bisa bantu Mommy gendong sambil kasih susu," sahut Naku, mendapatkan senyuman lebar dari Becca.
"Yola juga mau, Mom. Yola mau gendong Baby Boy habis Kakak, ya?" tanya Yola, antusias.
Becca menoleh ke arah Yola yang tersenyum lebar, sesekali menatap Rio untuk memintanya menjelaskan kepada Yola kalau dia masih sangat kecil untuk bisa mengerti cara menggendong Baby yang masih merah ini.
Rio yang paham maksud dari tatapan istri tercinta, segera memberikan pengertian pada Yola sambil duduk di sebelahnya. Pertama-tama Yola sedikit ngambek, tetapi kembali paham setelah Joey ikut membantu memberikan sedikit penjelasan menggunakan versinya.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...