
Mendengar semua kisah itu, wajah Naku langsung berubah membuat Rio yang melihatnya hanya bisa tersenyum sambil menepuk pundaknya.
"Om tahu, mungkin maksudmu untuk menyatukan mereka karena kamu ingin mereka kembali seperti dulu, bukan? Di mana mereka bisa saling mencintai dan juga kamu tidak perlu pusing-pusing untuk memikirkan siapa di antara mereka yang bisa tinggal bersamamu sepanjang waktu. Benarkan?"
Naku menundukkan kepalanya lantaran merasa sangat bersalah atas apa yang sudah dia lakukan pada Becca. Ternyata luka yang Becca terima dari Gala sangatlah menyakitkan.
Entah mengapa ketika mendengar cerita itu membuat dada Naku menjadi sesak. Apa lagi saat Becca yang menceritakannya sendiri, mungkin Naku akan merasa lebih bersalah karena tanpa di sengaja dia sudah membuat luka Becca kembali terbuka.
"Sudahlah, kamu tidak perlu merasa bersalah seperti ini. Om bisa merasakan apa yang kamu rasakan, karena Om juga pernah berpikir seperti itu. Akan tetapi, saat Om tahu kalau kembali bersama itu bisa membuat salah satunya malah semakin tersakiti, maka lebih baik Om memilih untuk tidak bersama. Biarlah mereka menjalani kehidupannya masing-masing, setidaknya Om bisa tumbuh menjadi anak yang tidak pendendam!"
"Maaf kalau cerita Om membuat kamu menjadi sedih dan menyalahkan dirimu sendiri. Hanya saja, apa yang kamu lakukan belum terlambat. Kamu bisa meminta maaf sama Mommymu dan berusaha untuk tidak menyudutkannya dengan hal-hal yang bisa memicu lukanya kembali terbuka. Paham apa yang Om sampaikan, hem?"
Rio tersenyum, mengusap kepala Naku perlahan, kemudian meminum kopinya sambil menikmati cemilannya. Cara pembawaan Rio untuk menasihati Naku terbilang cukup tenang dan tidak menyudutkan siapa yang salah, siapa yang benar.
Itu yang membuat Naku menjadi kagum akan kebaikan yang Rio berikan. Padahal sudah berulang kali Naku menyakitinya menggunakan kata-kata yang kasar sampai menusuk hatinya.
Namun, Rio tetap bersikap biasa saja tanpa memarahi Naku. Malah Rio memberikan semangat supaya Naku bisa menjadi pria pemberani, apa bila melakukan kesalahan tidak akan membuat Naku menjadi gengsi untuk meminta maaf.
"Angkat kepalamu, Boy! Tidak pantas seorang ksatria menundukkan kepalanya, ketika melakukan kesalahan. Akan tetapi, seorang ksatria akan terus mengangkat kepalanya untuk meminta maaf atas semua kesalahannya. Baik di sengaja, ataupun tidak. Sehingga seorang ksatria bisa di katakan gentle, ketika dia mengakui kesalahannya tanpa rasa malu ataupun takut."
Suara Rio yang tegas dan berkarakter itu, berhasil membuat Naku perlahan mengangkat kepalanya lalu menatapnya dalam keadaan wajah Naku sangat datar dan eksprestsi mata serta mimik mukanya tidak ada sama sekali. Pertanda, kalau Naku memang sangat menyesal atas perbuatannya kepada Becca.
"Apakah aku terlalu jahat sama Mommy, Om? Apa aku terlalu egois? Sampai aku tidak bisa mengerti efek dari apa yang aku lakukan pada Mommy, jelas-jelas Mommy sangat terpukul atas perselingkuhan yang Daddy lakukan. Cuman kenapa aku malah memaksakan keadaan itu kembali lagi, dasar anak egois. Anak tidak tahu diri!"
Naku trus menerus menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang sudah dia lakukan pada Becca. Rio yang melihat itu, selalu mencoba menjelaskan pada Naku agar tidak terus menyalakan dirinya. Semua itu wajar karena anak seusianya jugapasti menginginakan kedua orang tuanya akur dan bisa hidup bahagia bersama.
Beberapa menit akhirnya Naku bisa meredakan emosinya sendiri, kemudian mencoba untuk berdamai dengan diriny sendiri.
Selesai mereka berbicara, saatnya Naku pergi menemui Becca di temani oleh Rio. Di mana saat mereka sampai di kamar Becca, ternyata Becca baru saja bangun lalu terkejut atas kedatangan anaknya sendiri.
Di situ Naku langsung meminta maaf pada Becca atas semua sikapnya yang selalu menyudutkannya. Sekarang Naku sudah mulai mengerti, alasan di balik kenapa Becca tidak ingin kembali pada Gala. Serta Naku juga paham, akan kekecewaan yang Becca rasakan ketika tahu anaknya dan mantan suaminya bersekongkol untuk merencanakan sesuatu agar Becca bisa kembali jatuh di dalam pelukan Gala.
Awalnya Becca tidak menyangka kalau anaknya bisa sadar secepat itu atas semua perbuatannya, sampai matanya melirik ke arah Rio yang tersenyum. Di mana Becca tahu, jika semua perubahan Naku saat ini pasti ada campur tangannya. Sehingga, Naku bisa menyadari kesalahannya tanpa harus Becca katakan.
Becca memeluk Naku begitu erat, tidak terasa air matanya mengalir karena dia tidak bisa mewujudkan kembali apa yang Naku inginkan. Naku pun tidak lagi mengharapkan kebersamaan mereka, jika itu bisa membuat luka Becca semakin dalam.
Naku pun berjanji untuk kali ini, dia akan mengizinkan apa pun yang bisa membuat Becca bahagia dan melarang semua yang membuatnya menyakitkan. Senyuman lebar Rio membuat dia bangga, ternyata sikap Naku tidak sekeras apa yang Rio pikirkan. Selagi dia bisa di nasihati dengan cara baik, maka Rio yakin kalau Naku bisa tumbuh menjadi pria yang jauh lebih baik dari saat ini.
Kini, Rio menjadi senang karena hubungan Becca dan Naku sudah kembali membaik, tidak seperti sebelumnya. Di saat Rio sedang berbalik, lalu berjalan ke arah sofa tiba-tiba dari belakang langaung di peluk oleh Naku.
Langkah kaki Rio terhenti, perlahan berbalik dan membalas pelukan dari Naku. Di mana Becca tersenyum lebar, ketika Naku sudah mulai bisa berdamai dengan Rio.
Suasana yang cukup manis ini, lagi-lagi menjatuhkan air mata Becca. Akan tetapi, bukan air mata kesedihan seperti tadi. Melainkan kebahagiaan, ketika hubungan Naku dan Rio sudah tidak lagi seperti sebelumnya yang saling menjaga jarak.
Becca juga tidak menyangka, Rio bisa meluluhkan Naku yang hati serta wataknya begitu keras bagaikan batu kali. Sementara Becca selaku Mommynya saja, belum tentu bisa membuat anaknya seperti ini. Sampai pada akhirnya, kehangatan mereka pun mulai terusik ketika seseorang datang memasuki kamar rawat Becca.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...