Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Meminta Pertanggung Jawaban


Semua ini bukan masalah tuduh menuduh, akan tetapi rasa sakit yang Rio rasakan kali ini sangat membekas di dalam hatinya. Bagaimana, tidak. Acara yang telah didatangi oleh semua orang penting, membuat nama baik Rio menjadi tercemar.


Semua acara pernikahan memang tidak akan pernah terlupakan, tetapi versi yang Rio dapatkan berbeda. Mungkin semua orang yang menikah akan memiliki kebahagiaan tersendiri, beda sama Rio. Di hari pernikahan yang seharusnya di penuhi oleh kebahagiaan, kini malah menjadi malapetaka untuknya.


Nama baik yang sudah dia jaga bertahun-tahun lamanya, dalam hitungan detik hancur begitu saja akibat ulah wanita hamil yang tidak tahu dari mana asalnya.


Semua mata yang awalnya menatap kagum terhadap Rio, sekarang menjadi tatapan menjijikan. Sakan-akan Rio adalah pendosa yang sangat besar, sampai di hari pernikahannya yang terbilang bahagia bisa berubah menjadi kekecewaan yang tidak akan pernah bisa Rio lupakan.


Air mata Becca mengalir, bukan lagi akibat kebahagiaan. Akan tetapi, sakit hati yang luar biasa melebihi sakit hatinya terhadap Gala.


Yola yang tidak mengerti semua ini merasa ketakutan akan kehadiran wanita hamil itu, dia merasa kesal lantaran semua acara mommy juga daddynya menjadi kacai akibat ulahnya.


"Hei, Nyonya! Jangan pernah mengatakan hal buruk tentang daddyku, dia orang baik. Jadi, tidak mungkin kalau daddy salah dia tidak akan meminta maaf. Selama ini daddy selalu berusaha untuk tidak melakukan kesalahan, karena kalau daddy melakukan kesalahan maka aku akan menghukumnya supaya daddy tidak mengulanginya lagi!"


"Terus apa yang Nyonya katakan barusan, memang kesalahan apa yang daddy lakukan sampai membuat Nyonya mengatakan keburukan tentang daddyku ini. Bilang sama Yola, biar Yola yang akan menghukum daddy!"


Suasana sudah mulai memanas, omongan buruk dari pada tamu undangan berhasil membuat telinga Rio menjadi panas.


Yola yang tidak terima sedikit mendoring wanita itu, tetapi dia masih bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Spontan Naku langsung menarik Yola dan memintanya untuk tidak melakukan hal yang akan membahayakan dirinya sendiri.


Di rasa perdebatan ini bisa mengganggu sikis Yola, Naku segera meminta babysitter Yola untuk naik ke Altar dan membawa Yola ke ruangan khusus. Semua itu demi menjauhkan Yola dari pertengkaran yang tidak seharusnya dia dengar.


Ketidak terimaan Rio, baru saja ingin melontarkan kata-katanya yang sudah tidak bisa di tahan lagi. Wanita tersebut malah memotong ucapan Rio, dan mengatakan kata-kata yang berhasil mematahkan kebahagiaan semua orang.


"Kau---"


"Cukup, Tuan! Selama ini saya sudah sabar menunggu kepastian yang akan Tuan berikan, tapi nyataannya Tuan malah memberikan kepastian pada wanita lain!"


"Sekarang lihatlah ini, Tuan. Lihat! Berbulan-bulan saya menunggu Tuan untuk bertanggung jawab, sampai usia kandungan saya sudah memasuki 7 bulan. Lantas di mana Tuan? Kenapa Tuan lari, hahh? Kenapa!"


"6 bulan saya harus menanggung malu atas kehamilanku, sedangkan Tuan bisa hidup bebas tanpa sedikit saja caci maki dari orang di luar sana. Terus, mana etika baik Tuan untuk saya? Tidak ada, bukan. Karena sampai detik ini, tidak ada omongan baik dari Tuan untuk menikahi saya. Tuan lebih memilih menikahi janda tidak tahu diri itu, dari pada menikahi wanita yang sudah jelas telah mengandung da*rah daging Tuan sendiri!"


"Di mana perasaan Tuan, di mana? Bagaimana jika semua itu terjadi pada kalian, apa kalian rela diperlakukan bagaikan sampah seperti ini? Tidak, 'kan! Maka dari itu, kedatabgan saya ke sini ingin meminta Tuqn bertanggung jawab serta menikahi saya detik ini juga!"


"Dulu saja, berbagai cara Tuan lakukan demi mewujudkan apa yang Tuan inginkan dari saya. Cuman, setelah Tuan mendapatkan kepuasan hasrat berkali-kali, Tuan langsung lupa sama apa yang kita lakukan setiap kali bertemu, gitu! Dasar baji*ngan, bisa-bisanya Tuan belaga lupa atas semua yang sudah dilakukan seolah-olah Tuan tidak bersalah!"


"Sampai kapan pun, saya akan tetap menuntut keadilan untuk anak yang ada di dalam perut ini. Bagaimana pun jalan akan aku tempuh agar Tuan bisa menikahiku dan bertanggung jawab dengan semua ini!"


Rio terdiam mematung. Dia tidak percaya, bahwa tuduhan terhadap dirinya benar-benar keji. Ini di luar dari kemampuan yang Rio miliki, rasanya dia ingin sekali merobek mulut wanita hamil tersebut dengan kedua tangannya.


Namun, kembali lagi. Rio harus bisa mengontrol dirinya sendiri agar semua orang tidak semakin menyudutkannya. Tahu sendiri, bukan. Jika seseorang memiliki kesalahan, dia akan terus meladeni semua perdebatan itu menggunakan emosi. Maka dari itu, sebisa mungkin Rio harus memanfaatkan akal sehatnya supaya tidak membuat dirinya semakin terpojok juga jelek di mata semua orang.


"Untukmu, Nyonya. Jangan pernah percaya, karena semua laki-laki itu sama! Mereka hanya baik ketika berada di depan, lain cerita jika ada belakangmu. Bisa saja dia menikahimu karena anaknya selalu merengek memintany menjadikanmu mommy sambungnya, tetapi nyatanya? Dia melakukannsemua itu terpaksa hanya demi membuat anaknya bahagia, bukan karena cinta. Sementara cintanya, hanya untukku seorang!"


Tubuh Becca mulai melemas, rasanya dia ingin sekali menutup kedua mata lalu pingsan dengan harapan ini hanyalah mimpi buruk baginya, setelah mendengar semua perkataan menyakitkan tersebut.


Akan tetapi, Becca urungankan. Dikarenakan wanita yang mengaku hamil anak Rio itu, malah memegang tangan Becca. Matanya mulai berkaca-kaca untuk meminta tolong pada Becca, berharap dia akan melepaskan Rio.


"Saya mohon dengan sangat hormat. Tolong, kembalikan Tuan Rio kedalam pelukan saya, demi anak yang ada di dalam kandungan saya ini. Dia butuh ayahnya, Nyonya. Saya tidak mau, apa bila anak ini lahir tanpa seorang ayah di sampingnya. Sekali lagi saya mohon, berikan Tuan Rio pada saya. Lepaskan dia, jika Nyonya masih memiliki hati. Kita sama-sama wanita, Nyonya. Kalau Nyonya ada diposisi saya, Nyonya pasti bisa merasakan semua itu. Bagaimana sakitnya saya harus berjuang tanpa seorang suami."


"Beri dia pengertian untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan pada saya. Minta dia untuk segera menikahi saya, supaya saya tidak lagi menanggung beban juga rasa malu ini seorang diri!"


Tubuh Becca terdiam mematung, dia tidak tahu harus menjawab apa. Seakan-akan kebahagiaan yang baru saja dia rasakan, runtuh begitu saja. Ketahan tubuh Becca benar-benar lebah, tetapi wanita itu terus memohon hingga menggoyangkan tubuh Becca.


Saking lemasnya, tubuh Becca tidaka kuat menahan dorongan dari tangan wanita tersebuh hingga akhirnya Becca terjatuh membuat Rio spontan langsung menolongnya.


"Becca!" pekik Rio, segera membantu Becca yang sedikit kesulitan atas gaun yang dikenakan cukup menyulitkan tubuhnya bergerak bebas.


Becca tidak tahu, pria yang begitu mengkhawatirkan dirinya ini, apakah benar pria baik atau hanya topeng yang terpasang untuk menutupi wajah aslinya. Perkataan wanita itu terus berputar di kepala Becca, hingga saat Becca sudah bisa berdiri. Dia segera menjauhkan dirinya dari Rio, dengan melepaskan tangannya.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...