
Wajah Rio yang awalnya terlihat kesal dengan Yola, kini kembali tersenyum melihat tingkah kegemasan Yola pada Becca. Tubuh Becca yang sedikit terhuyung ke belakang akibat menahan tubuh Yola, membuat Rio refleks menjadikan lengannya sebagai pembatas agar tubuh Becca tidak terpentok meja di belakang.
Entahlah, Naku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya tersenyum kecil melihat kebahagiaan Yola karena sebentar lagi akan memiliki adik.
Kakak tahu, reaksimu pasti akan sebahagia ini. Cuman, lihatlah nanti saat adik kita lahir. Apakah kamu masih bisa tertawa selepas ini? Atau, kamu terlihat lebih murung karena Mommy pasti akan lebih meluangkan waktu untuk mengurus adik kita yang masih kecil.
Rasa dilema yang ada di dalam hati membuat Naku bingung, haruskah dia ikut bahagia melihat Yola sebahagia ini saat mendapatkan kabar tersebut. Atau, merasa takut akan perhatian Becca yang suatu saat bisa berubah setelah hadirnya anak ketiga? Semua masih menjadi rahasia di dalam benar Naku.
Namun, Rio yang sesekali memperhatikan Naku terlihat tidak sebahagia Yola membuatnya bertanya-tanya di dalam hati. Sampai akhirnya, Rio mencoba untuk menghentikan canda tawa Yola dan Becca karena ada sesuatu yang harus dibicarakan.
"Udah dulu ya, bercandanya. Daddy mau bicara sama kalian, boleh?" tanya Rio, tersenyum.
"Boleh, Daddy mau bicara apa?" tanya balik Yola sambil memeluk Becca dari arah samping.
"Kakak, sini, Sayang!" titah Rio menepuk karpet berbulu halus di depannya untuk memberikan kode pada Naku.
Perlahan Naku berpindah tepat dan duduk persis seperti apa yang Rio perintahkan. Kemudian Rio kembali meminta Yola duduk di sebelah Naku di depan Becca.
"Tangan Daddy hanya ada 2, jika satu tangan Daddy menggenggam tangan Naku dan satunya lagi tangan Mommy. Bagaimana dengan Yola?"
Mereka masih bingung dengan teka-teki yang diberikan oleh Rio. Semua mata saling memandang satu sama lain melihat tangan Rio yang sudah menggenggam Naku dan Becca, tanpa di suruh Naku langsung menggenggam tang Yola begitu juga Becca.
Semua saling menggenggam tangan satu sama lain membuat Rio tersenyum menatap satu persatu secara bergantian. Mereka benar-benar dibuat penasaran sama apa yang akan Rio lakukan selanjutnya. Tidak ada yang berani bertanya, dan tidak ada membantah sedikit pun. Semua hanya mengikuti apapun yang Rio katakan sampai menemukan jawabannya.
"Peganglah dengan erat, dan jangan pernah dilepas meskipun salah salah satu diantara kita sedang terjatuh!"
"Ingat, kita ini keluarga bukan orang lain! Jadi, Daddy mohon dengan sangat pada kalian semua. Sampai kapanpun kita tidak boleh saling meninggalkan satu sama lain, kalian paham?"
Semua menganggukan kepalanya sambil menyimak kata-kata yang keluar dari mulut Rio. Setelah itu, dia kembali melanjutkan pembicaraannya yang belum selesai.
"Daddy tahu, apa yang saat ini ada dipikiran Naku sebagai seorang Kakak bagi Yola. Sebelumnya, Daddy ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk Kakak karena telah menyayangi Yola sebagaimana Kakak menyayangi adik kandung Kakak sendiri."
"Jujur, Daddy terharu sekali mendengar perkataan Kakak sama Yola tadi, Daddy tidak menyangka kasih sayang yang Kakak miliki melebihi kasih sayang Daddy pada Yola. Daddy benar-benar samgat bersyukur, Tuhan telah mengirimkan anak sehebat Kakak untuk menjadi teman sekaligus Kakak untuk putri kecil Daddy yang selama ini merasa kesepian."
"Daddy mau tanya sama Yola dan Kakak, apakah kalian senang mendengar berita kehamilan Mommy, hem?"
Yola melirik ke arah Naku, begitu pun Naku. Mereka seperti sedang bertanya-tanya menggunakan bahasa isyarat, setelah itu Naku mengalihkan pandangan dari Yola ke arah Becca dan kembali menatap Rio.
"Jika Daddy tanya Naku seperti itu, jawabannya Naku pasti senang karena Mommy bisa memiliki keturunan dari Daddy. Namun, satu sisi Naku masih belum bisa terima, semua ini terjadi begitu cepat. Sementara Yola, masih belum sepenuhnya merasakan kasih sayang Mommy."
"Naku hanya takut jika suatu saat nanti adik itu lahir, maka kasih sayang Mommy sama Yola pasti berkurang. Mommy akan lebih sibuk mengurus si kecil sampai lupa kalau masih ada anak-anak Mommy yang juga butuh semua itu. Mungkin Naku masih bisa terima jika kasih sayang Mommy berkurang, sebab Naku sudah merasakannya. Tapi, Yola? Dia masih baru sekali merasakan kasih sayang Mommy dan sekarang Yola harus membagi kasih sayang itu pada adiknya yang nanti akan lahir. Apakah Yola bisa menerima semua itu?"
Inilah yang dari tadi tidak pernah membuat senyuman dibibir Rio menjadi pudar, malah bertambah lebar lantaran kata-kata Naku sangat menyejukkan hatinya. Rio tidak menduga kalau Naku yang waktu itu pernah menolak hadirnya Yola, seketika sekarang memperlakukannya bagaikan seorang princes yang harus dilindungi serta dibahagiakan.
Becca tidak bisa berkata apa-apa selain meneteskan air mata kebahagiaan karena telah dianugerahi anak-anak yang sangat luar biasa. Hati mereka seakan terbuat dari emas, hingga Becca tidak mampu mengucapkan sepatah pun kata selain bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan.
"Terima kasih, Kak. Kakak sudah menyayangi Yola sebagai adik Kakak sendiri, Yola sangat bersyukur sama Tuhan sudah diberikan Kakak terbaik seperti Kak Naku. Maaf, kalau tadi Yola sempat berkata kasar sama Kakak dan berpikir jelek. Yola sekarang ngerti, dibalik marahnya Kakak ada kasih sayang yang besar untuk Yola, terima kasih, ya, Kak. Yola senang banget dengar Kakak peduli sama Yola."
"Kakak jangan khawatir ya, Yola tidak apa-apa kok, Yola juga tidak akan sedih kalau nanti Mommy lebih sayang sama Ade. Malahan Yola senang karena Ade itu masih kecil, jadi pasti butuh kasih sayang Mommy. Yola tidak mau sampai nasib Ade nanti bisa seperti Yola yang tidak pernah merasakan kasih sayang Mommy sewaktu kecil."
"Kalau nanti Ade udah lahir, terus Mommy lebih sayang sama Ade. Yola masih punya Kakak yang akan menyayangi Yola, jadi kenapa Yola harus sedih? Ada Daddy juga yang pastinya akan sayang sama Yola sampai Yola besar nanti, ya 'kan, Dad?"
"Jadi, buat apa Yola sedih? Yang penting sekarang Yola punya keluarga lengkap kaya teman-teman Yola di sekolah. Ada Daddy, Mommy, Kakak sama Ade yang ada di perut Mommy. Sekarang Kakak tidak boleh sedih lagi, ya. Yola sayang banget sama Kakak, i love you!"
Yola melepaskan tangannya lalu berhambur memeluk Naku dengan penuh kasih sayang. Naku membalas pelukan Yola sambil mencium pucuk kepalanya. Tidak terasa air mata Naku menetes hanya karena tidak ingin melihat Yola kekurangan kasih sayang seperti waktu kecil.
Becca yang tidak kuat mendengar percakapan anak-anak langsung memeluk Rio begitu erat sambil menenggelamkan kepala di dada bidang sang suami. Rio hanya tersenyum mengusap punggung sang istri sesekali menciumnya dengan pandangan mata selalu fokus pada pemandangan indah tersebut.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...