
Setelah mereka selesai untuk menikmati waktu bersama di rumah pohon tersebut. Mereka pun pergi ke Pantai yang sangat indah. Di mana mereka menikmati pemandangan manis dari sunset di sore hari.
Becca yang duduk di tepi pantai bersama Rio sambil menikmati es kelapa membuat mereka merasa senang. Ini adalah hari pertama mereka bisa menikmati kebersamaan sebagai seorang pasangan bukan sahabat kembali.
Senang dan juga bahagia Becca rasakan ketika berada di dekat Rio, entah mengapa rasanya begitu tenang juga tentram. Sehingga senyum Becca terus terukir tanpa redup.
Mungkin ini Rio sengaja untuk membuat Becca merasa bahagia terlebih dahulu, sebelum dia akan merasakan ketegangan ketika Becca berbicara pada anak kesayangannya.
Di rasa hari sudah mulai gelap, Rio mengajak Becca pulang dan mengantarkannya sebalum hujan deras kembali turun, lantaran cuaca terlihat semakin mendung.
Sesampainya diparkiran, Rio memperlakukan Becca bagaikan seorang Ratu. Dia membukakan pintu mobil sambil menjaga kepala Becca agar tidak terpentok, tidak lupa mengaitkan sabuk pengamannya.
"Terima kasih, Kak."
Becca tersenyum mentap Rio yang perlahan menganggukan kepalanya sambil menutup pintu. Kemudian dia berlari kecil memasuki pintu pengemudi. Lalu, menyalakan mobilnya dan perlahan menancapkan gas meninggalkan tempat tersebut.
45 menit berlalu, mereka sampai di rumah Becca. Akan tetapi, Rio segera pulang ke rumah lantaran Yola selalu menghubunginya dan meminta bantuan untuk mengerjakan tugas sekolahnya.
Selepas di antar oleh Rio, Becca pun berjalan masuk ke dalam rumah dengan ekspresi wajah tersenyum lebar dan wajahnya sedikit merah. Dia masih tidak menyangka kalau hari ini mereka sudah saling menyatakan perasaan satu sama lain, meskipun hubungannya belum bisa di nyatakan resmi sebagai pasangan.
"Ekhem, kayanya ada yang lagi seneng bisa jalan seharian berdua tanpa bawa anak, pasti seru banget ya," ucap Naku menyindir Becca yang baru saja pulang.
Becca menghentikan langkah kakinya sambil menoleh ke arah ruang tengah, di mana Naku sedang duduk di sofa panjang sambil menonton televisi tanpa menoleh ke arahnya. Becca kembali berjalan lalu duduk di samping anaknya dan tersenyum.
"Setelah Mommy bersih-bersih, kita makan malam bersama ya. Habis itu Mommy mau ngomong sesuatu sama Naku, boleh?" tanya Becca, langsung mendapatkan tatapan serius dari anaknya.
"Mau ngomong apa? Kayanya serius banget," ucap Naku, penasaran.
"Nanti juga kamu tahu, Mommy bersih-bersih dulu ke atas ya, dahhh!"
Becca pergi begitu saja meninggalkan Naku yang masih terdiam saat menatap punggung Mommynya yang perlahan menghilang dari pandangannya. Naku bertanya di dalam hatinya sendiri, karena dia sangat penasaran apa yang akan di bicarakan Becca padanya.
Melihat dari tatapan juga nada ketika Becca berbicara, Naku sudah bisa menebak jika semua ini pasti ada kaitannya dengan Rio. Apa lagi mereka habis pergi hampir seharian berdua, sehingga akan ada banyak cerita yang akan Becca sampaikan mengenai apa yang terjadi sama mereka.
Entah mengapa, hati Naku terasa bergetar ketika ada sesuatu yang Becca ingin bicarakan padanya. Rasanya Rio seakan-akan sudah mengetahui ke mana arah pembicaraan Becca nantinya, akan tetapi Naku berusaha untuk bersikap positif. Siapa tahu saja Becca ingin membicarakan tentang bisnis barunya, jadi Naku tidak harus merasa takut akan sesuatu yang akan terjadi nantinya.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
"Ada apa sama wajah Mommy? Kenapa dari tadi senyum-senyum terus? Mommy enggak lagi kesambet, 'kan?" tanya Naku sambil mengunyah makanannya.
"Gapapa, kok. Ya udah habisin dulu makannya, nanti baru kita bicara selesai makan," jawab Becca, tersenyum.
Naku hanya melihat wajah Becca sekilas, lalu dia kembali fokus pada makanannya. Selesai mereka makan, Naku segera kembali ke ruang tengah lebih dulu. Sementara Becca harus membereskan meja makan bersama pembantunya, sambil mencoba untuk menetralkan detak jantungnya yang cukup berdegup kencang.
"Nya, ada apa? Kok wajahnya terlihat bingung gitu?" tanya pembantunya ketika melihat Becca sedikit linglung.
"Akhh, i-ini loh, Bi. Aku lagi bingung, gimana cara minta restu sama Naku kalau saya ingin melanjutkan hidup bersama pria yang sudah menjadi pilihan saya," jawab Becca.
Pembantunya langsung terkejut bukan main, dia tidak percaya kalau Becca bisa mengambil kembali langkah baik itu. Sebelumnya Becca pernah bercerita kalau dia tidak ingin menikah lagi, tetapi saat ini Becca sudah menemukan dambaan hatinya sekaligus pria yang kelak akan menjadi teman hidupnya.
"Wah, Nyonya seriuskah ini? Nyonya mau nikah lagi? Sama siapa? Jangan bilang sama Tuan Rio, ya?" tanya pembantunya begitu antusias menerka semua itu, apa lagi wajahnya terlihat senang ketika Becca tersenyum menganggukan kepalanya. Itu artinya, Becca membenarkan apa yang dikatakan oleh pembantunya.
Betapa bahagianya pembantu itu, akhirnya setelah sekian lama penantiannya. Ternyata Becca dan Rio memang benar-benar ingin meneruskan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
"Sumpah, Nya. Bibi seneng banget dapat berita baik ini, akhirnya doa bibi terkabulkan juga. Nyonya dan Tuan bisa bersatu seperti apa yang kita ipmpian, pasti Nona Yola sangat-sangat bahagai mendengar kabar ini karena sebentar lagi Nyonya akan menjadi Mommynya yang resmi," ucap pembantunya sambil menangis penuh kebahagiaan.
Becca hanya bisa tersenyum, lalu memeluk pembantunya sangat erat. Dia tidak menyangka banyak orang-orang baik di belakang yang selalu mendoakan kebaikan tentang hubungan mereka berdua.
"Terima kasih, Bi. Bibi sudah mendukung kami, hanya saja saya bingung. Bagaimana cara berbicara sama Naku, apa lagi saya sudah bilang kalau ada yang ingin saya omongin. Dan Naku juga sudah menunggu saya, gimana kalau nanti dia melarang hubungan kami. Apa saya harus mundur?"
"Tidak, Nya. Jangan! Nyonya harus tetap berjuang, saya yakin. Den Naku pasti akan setuju, apa lagi Tuan Rio adalah orang yang baik. Jadi, kalau Nyonya pelan-pelan ngomong dari hati ke hati menjelaskan semuanya, Den Naku akan paham. Walaupun nantinya Den Naku menolak, masih ada Tuan Rio. Nyonya tenang aja, serahkan semuanya pada Tuan. Tuan pasti akan berjuang demi cintanya dan tidak akan menyerah semudah itu. Apa lagi Nyonya tahu sendiri, hubungan Tuan Rio dan Den Naku sudah membaik. Sehingga, kemungkinan buruk itu terjadi hanya sekitar 30 persen saja. Sisanya 70 persen Den Naku akan menyetujuinya, lantaran dia sudah dewasa serta sudah bisa menilai mana yang baik dan salah."
Penjelasan dari pembantunya berhasil membuat Becca semakin semangat. Apa yang di katakan oleh pembantunya memang benar, Becca tidak perlu takut karena Rio akan selalu bersamanya untuk mendapatkan restu Naku yang masih menjadi tanda tanya.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...