
Becca pergi ke kamar Naku, tetapi tidak menemukannya di dalam kamar. Sama seperti Yola, dia juga tidak menemukan mereka ada di kamar. Kemudian Becca pergi begitu saja menuruni tangga menuju ke arah semua ruangan termasuk ruang makan.
Ternyata, kedua anaknya sedang menikmati sarapan yang sudah dibikinkan oleh pembantu dirumah itu. Rasa khawatir yang ada di hati Becca langsung lega melihat kedua anak makan dalam keadaan akur.
"Astaga, mommy cariin ke kamar. Kalian malah ada di sini, maaf ya, mommy kesiangan bangunnya. Jadi, kalian harus sarapan masakan bibi. Sekali lagi maafin mommy," ucap Becca berdiri dihadapan anak-anak sambil memegangi kedua kupingnya seperti hukuman yang pernah Yola berikan.
Yola dan Naku saling menoleh, lalu mata mereka melirik satu sama lain dengan tatapan penuh arti. Kemudian perlahan kembali melihat ke arah Becca yang masih berdiri dalam keadaan memasang wajah sedihnya.
"Piss, maafkan mom---" Becca menghentikan perkataannya saat suara yang tidak asing terdengar dari belakang Yola dan Naku.
"Loh, Sayang? Ada apa ini?" tanya Rio, berjalan mendekati istrinya. Yola serta Naku hanya bisa menoleh mengikuti ke mana Rio berjalan.
"Yola, Naku? Apa yang sudah kalian lakukan pada istriku, kenapa dia bisa dihukum seperti ini?" tanya Rio, langsung melirik kedua anaknya secara bergantian.
"Aku gapapa, By. Ini bukan hukuman dari mereka kok, aku melakukannya karena kemauanku sendiri. Soalnya aku merasa bersalah akibat bangun terlalu siang, sampai-sampai aku terlambat membuatkan mereka sarapan. Semua ini Bibi yang sudah menyiapkan untuk mereka, jadi----"
"Mommy gak salah, kok. Lagian kita gak masalah ya 'kan, Kak?"
Yola menyela pembicaraan Becca, lalu menatap Naku yang langsung diangguki sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut, tanpa menatap kedua orang tuanya.
"Lagian juga, kata kakak wajar kalau mommy sama daddy bangunnya siang. Soalnya 'kan, baru nikah masih apa tadi, Kak? Hem, me-me ... Menye-menye---"
"Menyesuaikan!" jawab Naku, cuek.
"Nah, ya, itu. Menyesuaikan, jadi gapapa. Yola bisa ngerti kok, walaupun semalam Yola mau bobo sama mommy terus gak jadi. Kata Sus, kalau mommy sama daddy lagi enggak bisa diganggu gitu."
Yola cemberut ketika kembali mengingat apa yang dia rasakan semalam. Di mana Yola merengek kepada babysitter yang menemani dia tertidur semalam, sampai berusaha menenangkannya berulang kali.
Becca langsung melepaskan tangannya dari telinga, lalu menoleh ke arah sang suami sambil tersenyum malu. Bayangan akan pergulatan mereka kembali berputar diisi kepala. Kode mata yang lakukan membuat mereka terkekeh bersama.
Yola hanya bisa menatap bingung sambil melanjutkan memasukan nasi ke dalam mulut, sedangkan Naku yang memang sedikit mengerti apa yang mereka pikirkan langsung menggelengkan kepalanya.
"Aamiin ...."
Semua mengaminkan doa baik itu dengan sepenuh hati. Setelah itu, Becca dan Rio pun duduk di kursinya sambil tersenyum menatap anak-anak. Selang beberapa detik, Becca berdiri lalu menghidangkan makanan ke atas piring suami tercinta.
"Segini cukup?" tanya Becca diangguki oleh Rio. Kemudian mengambilkan lauk yang ada diatas meja seperti telur mata sapi, naget juga kerupuk.
Dirasa sudah kumplit, Becca segera memberikan piring tersebut pada suaminya. Tidak lupa Rio mengucapkan terima kasih, karena Becca udah melayani sebaik mungkin sebagai seorang istri juga ibu.
"Terima kasih, Sayang," ucap Rio, tersenyum diangguki oleh istrinya. "Sama-sama, By."
"Cie, cie ... daddy udah manggil mommy pake sayang-sayang segala, mommy juga manggil daddy bukan Kak Rio lagi. Aakhh, makin sosweet deh. Jadi, enggak sabar rasanya ingin punya dedek. Kata kakak kalau aku mau punya dedek, aku harus kasih waktu sama daddy juga mommy. Terus gimana, sekarang dedeknya udah jadi belum, Mom? Kalau udah dedeknya cewek apa cowo? Nanti kalau dedeknya udah lahir, mommy bikin lagi ya. Kalau perlul lima, dua cowok tiga cewek. Oke?"
Perkataan Yola berhasil membuat mereka semua tersedak ketika lagi minum dan makan. Ini semua di luar dari dugaan Naku, padahal dia berkata seperti itu hanya ingin mengalihkan perhatian Yola. Akan tetapi, respon Yola malah lebih dari apa yang dia bayangkan.
Becca terbatuk akibat tersedak air minum, sama halnya seperti Rio. Dia langsung minum karena nasi yang di kunyah langsung nyangkut di tenggorokan.
Seorang Becca, wanita paruh baya yang usianya sudah tidak lagi muda. Kini, benar-benar dikejutkan oleh permintaan Yola. Di mana Yola menginginkan lima adik, diantaranya dua laki-laki dan tiga perempuan. Di situlah, mereka hanya bisa menatap satu sama lain dengan tatapan penuh kebingungan.
Bagaimana Becca bisa mewujudkan semua itu, sementara dia saja hampir menopause. Jikalaupun Tuhan memberikan Becca anugrah itu kembali, sudah dipastikan dia hanya bisa memiliki satu sampai dua anak saja, tidak bisa lebih seperti wanita muda lain yang mempunyai anak tak terhingga.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...