
Mereka semua pergi bersiap-siap ke kamarnya masing-masing, setelah 15 menit lamanya. Mereka langsung berjalan keluar rumah menuju mobil yang sudah di panaskan oleh supirnya. Akan tetapi, kali ini Rio sendirilah yang menetir tanpa bantuan supir.
Selama di perjalanan, mereka semua terdiam dengan kesibukannya sendiri. Naku sama gamesnya, Yola menatap pemandangan dan Becca mengecek bisnis di ponsel. Sementara Rio, dia sesekali melirik anak juga istri tercinta sambil fokus menyetir dalam kecepatan sedang.
"Daddy, ini kita mau ke kantor polisi?" tanya Yola, memastikan.
"Ya, Sayang. Memangnya kenapa? Yola takut?" tanya balik Rio, melirik Yola dari kaca spion atas.
"Hem, enggak sih, cuman Yola bingung. Kantor polisi itu 'kan, tempatnya orang jahat, berarti daddynya kakak jahat gitu, Dad?"
Pertanyaan yang Yola lontarkan berhasil membuat Naku langsung menatap Yola tanpa berkedip. Sama seperti Becca, dia juga spontan menoleh ke arah belakang untuk memastikan anak-anak dalam keadaan baik-baik saja, tanpa adanya keributan.
Maklum, kata-kata Yola sedikit menusuk hati. Sehingga, Becca berjaga-jaga agar emosi Naku tidak sampai lepas kontrol. Dikarenakan Yola pun tidak salah, dia juga tidak begitu mengerti tentang semua ini. Yola hanya tahu, tempat tersebut adalah tempat-tempat orang jahat yang selalu bertentangan dengan kebaikan.
Untungnya pas banget mobil Rio berhenti tepat di lampu merah yang terkenal cukup lama, jadi dia bisa sedikit konsentrasi menjawab semua yang Yola katakan tanpa menyinggung perasaan Naku.
Rio menoleh ke arah Becca, lalu menatap Naku, kemudian berhenti menatap putri kecilnya. "Sayang, tidak semua orang yang tinggal di kantor polisi itu orang-orang jahat. Ada sebagian orang yang benar, hanya jalannya yang salah. Jadi, Yola tidak boleh berbicara seperti itu, ya?"
"Tapi, daddy. Kata guru Yola, kantor polisi itu tempatnya orang-orang jahat yang sudah membuat kesalahan besar. Makannya mereka di hukum di situ, kalau cuman masalah kecil kita bisa menghukumnya sendiri. Kalau masalah besar, pasti harus tinggal di tempat itu lama banget, apa lagi kalau sampai mati. Ihhh ... Serem banget!"
Rio melihat ke arah Naku yang hanya bisa menarik napas, semakin membuat jantung Rio berdetak kencang. Dia takut, kejadian ini bisa menimpulkan peperangan kembali terhadap kedua bocil tersebut.
Padahal, niat Rio baik, tetap semua ini di luar dari pemikiran Rio kalau dia hanya mengingkinkan kedua pihak dari Becca juga Gala bisa saling menjalan silaturahmi yang baik supaya tidak lagi dendam, kecemburuan atau apapun itu.
"Say ...." Belum selesai Rio mengatakan apa yang ingin dia utarakan, tiba-tiba saja Naku membuka suara yang membuat Becca juga Rio terkejut.
"Yola, dengerin kakak, ya. Tidak semua orang yang ada di kantor polisi orang jahat, banyak orang baik di sana. Kenapa orang baik ada di sana? Pertama, dia memiliki hati yang baik, tetapi ada sesuatu yang membuat dia bergerak mengikuti jalan yang buruk. Jadi, dia masuklah ke tempat itu akibat bisikan se*tan. Atau, ada juga orang baik yang di paksa masuk ke situ dalam bahasa kasarnya dijebak karena tidak melakukan perbuatan yang salah. Pokonya macam-macamlah, bukan karena orang itu jahat, pembunuh dan sebagainya. Paham?"
Yola terdiam sejenak, dia merasa sedikit bingung sama apa yang Naku katakan. Jika benar tempat itu bukan tempat-tempat orang jahat, terus kenapa orang baik seperti Gala bisa masuk ke sana? Itulah yang ada di pikiran Yola saat ini. Walaupun, Yola tidak menyukai Rio yang ingin menggantikan posisinya. Hanya saja, Gala tidak pernah bersikap kasar kepada Yola. Gala selalu baik, meski sedikit tidak suka apa bila suatu saat dia bisa merebut kasih sayang Becca terhadap Naku.
"Terus, kalau daddy kakak bukan orang jahat. Dia masuk ke orang apa?" tanya Yola, membuat semuanya bingung.
"Maksudnya?" tanya balik Naku.
"Isshh, itu loh, tadi 'kan, kakak bilang. Kalau orang di sana bukan semuanya orang jahat, ada yang dijebak, atau apa tadi salah langkah gitu. Nah, terus daddy kakak masuk orang mana?"
"Oh, itu. Daddy masuk dalam kategori orang baik, cuman dia salah langkah. Jadi, beginilah. Nanti juga kamu udah besar pasti tahu, kok. Sekarang intinya kamu enggak udah takut dan enggak usah mikir kaya gitu, kalau daddy kakak jahat pasti pas ketemu kamu dia gak mungkin bersikap baik, bukan?"
Wajah Yola terlihat bersalah saat dia menatap Naku. Rio dan Becca cukup jadi penonton yang penuh senyuman karena mereka mendapatkan ending yang baik. Di mana Naku tidak mempermasalahkan itu, dia juga memaafkan Yola lantaran dia masih anak kecil yang belum mengerti tentang semuanya.
Yola memeluk Naku, begitu juga Naku yang membalas pelukannya. Yola terlihat begitu sayang banget sama Naku, meski terkadang Naku suka menyebalkan akibat gengsinya. Kini, terlihat juga bahwa Naku memang diam-diam sudah menyayangi Yola sebagai adik kandungnya sendiri.
Di saat suasana itu kembali membaik, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang mengharuskan Rio kembali melajukan mobilnya.
"Syukurlah, kakak masih bisa mengerti tentang adiknya. Mommy kira tadi akan jadi peperangan, makannya mommy jaga-jaga sambil lihatin kamu. Tahunya, mommy salah. Kamu memang pantas menjadi seorang kakak, Nak. Mommy bangga sama kamu, mommy juga bangga sama Yola karena bisa secepat itu mengakui kesalahan. Sehat-sehat kalian ya, Sayang. Semoga kalian bisa menjadi adik dan kaka yang saling menyayangi juga melindungi satu sama lain. Aamiin ...."
Becca tersenyum menatap keduanya yang sudah melepaskan pelukan mereka satu sama lain. Yola begitu bahagia bisa mendapatkan seorang kakak seperti Naku, terlepas dia tipikal pria yang cuek, tetapi dia juga memiliki hati yang baik.
"Daddy senang bisa melihat kalian seperti ini, semoga kalau nanti daddy tiada kalian---"
"By!"
"Daddy!"
"Om!"
Mereka semua berteriak penuh penekanan membuat Rio spontan menghentikan laju mobilnya. Tatapan mereka melihat Rio memang sedikit ganas, sehingga Rio pun terkejut atas apa yang mereka lakukan.
"A-ada apa?" tanya Rio, gugup. Jantungnya sedikit berdebar ketika dia merasa ada yang aneh dari mereka.
"Apa yang kamu katakan tadi? Tiada? Kamu kira, kita semua udah siap kehilangan dirimu, gitu? Ya, enggaklah. Kami tidak akan rela, anak-anak masih butuh kamu, mereka juga pengen merasakan kalau nanti mereka sudah besar, dewasa pasti mereka ingin kamu bisa menjadi saksi kebahagiaan mereka. Kamu paham, 'kan? Tugasmu ini masih sangat banyak, jadi jangan lagi-lagi berbicara seperti itu!"
Jawaban dari Becca mewakilkan Naku juga Yola. Mereka terus menatap Rio yang membuat dia sedikit takut. Sampai akhirnya, Rio terkekeh sendiri ketika ada kalimat yang tidak mereka sukai dari apa yang diucapkan Rio barusan.
Rio langsung meminta maaf kepada kedua anaknya serta istri tercinta. Di saat mereka kembali bersikap biasa, barulah Rio kembali melajukan mobil ke kantor polisi yang jaraknya sudah dekat.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...