Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kabar Joey Pasca Operasi


Di saat mereka semua sedang tegang-tegangnya menunggu jawaban yang akan diberikan oleh Rani atau Ragil, tiba-tiba saja Naku merebut ponsel tersebut dan mengatakan apa yang ingin disampaikan.


[Om, Tante. Cepat katakan padaku, apa yang terjadi sama Joey di sana, atau aku akan langsung terbang menyusul kalian semua!]


Bentakan yang Naku berikan membuat Becca kembali membentak sang anak, lalu berdiri merebut ponsel itu supaya tidak semakin membuat orang tua Joey tertekan atas apa yang dikatakan olehnya.


"Semuanya tenang dulu, kita kasih mereka waktu untuk mengontrol emosinya. Setelah mereka sudah tenang, pasti mereka akan menjelaskan pada kita semua. Jangan sampai, perkataan kita semakin membuat mereka sedih. Posisikan diri kalian ketika ada di situasi mereka, apa lagi Joey sedang melakukan operasi besar. Harusnya kita bisa merangkul bukn menekan mereka. Kalian paham! Sekarang duduk, kita tunggu ragil menenagkan istrinya dulu."


Rio yang dari tadi terdiam langsung menceramahin mereka semua supaya tidak menambah beban di pundak keluarga Joey. Satu sisi mereka memang penasaran karena apa yang dialami Joey berkaitan dengan Yola yang sampai detik ini masih tidak sadarkan diri. Namun di sisi lainnya, mereka juga harus mengerti posisi yang Ragil dan Rani hadapi ini sangatlah berat. Mereka berdua harus dipaksa untuk tetap kuat di saat sang anak harus berjuang sendiri dengan mautnya.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa, yang mereka hadapi pernah aku rasakan ketika Vivi dulu mengalami kecelakaan. Rasanya itu benar-benar sakit banget. Jadi, wajah jika mereka masih merasa berat untuk mengatakannya. Kasih waktu sedikit saja buat Tuan Ragil menenangkan istrinya. Dia pasti sangatsedih karena Joey anak satu-satunya," ucap Leon diangguki oleh Rio juga Vivi.


Mata Naila melirik ke arah Naku yang terlihat begitu khawatir, padahal sebelumnya dia selalu saja bertengkar meributkan Yola. Akan tetapi, saat tahu kondisi Joey seperti ini hatinya langsung terbuka lebar.


Hanya selang beberapa detik, Ragil kembali mengatakan sesuatu yang sempat tertunda sambil terus merangkul sang istri masih merasakan kesedihan.


[Kak, aku ingin kasih tahu sama kaian semua kalau kondisi Joey saat ini sedang kritis. Operasi yang dilakukan semua berjalan lancar, tetapi kondisi Joey semakin menurun. Kemungkinan Joey tidak kuat menahan semua rasa sakitnya, sehingga dia harus mengalami koma dalam waktu yang tidak bisa dokter tentukan. Aku mohon, kalian semua bantu mendoakan anakku semoga Joey tetap bertahan hidup. Kami takut, Kak. Kami takut kehilangan Joey. Dia satu-satunya harapan kami, dan dia juga anak yang bisa membuat kami berubah. Aku mohon, bantu doa agar joey bisa kembali ke dalam pekukan kami. Aku mohon ....]


Degh!


Seakan tersambar ribuan petir yang menyala terang membuat mereka semua terkejut bukan main. Ternyata benar bukan, Yola mengalami sakit seperti ini pasti ada kaitannya dengan kabar Joey. Benar saja, di saat Joey mengalami koma di saat itu juga Yola tidak sadarkan diri.


Tidak ada yang mereka katakan selain terdiam membisu. Tangis semua wanita pecah kecuali para pria. Vivi dan Becca dapat merasakan bagaimana perasaan orang tua Joey sekarang. Sudah pasti hati mereka berdua hancur sehancur-hancurnya. Putra semata wayang harus mengalami ujian sebesar ini, padahal usianya masih sangat kecil.


Baru kemarin keluarga Naku dan Yola bahagia setelah melewati semua ujian yang Tuhan berikan, begitu juga keluarga Naila yang habis melewati kepahitan takut akan kehilangan Vivi. Namun, sekarang justru bergantian dengan keluarga Joey yang menanggung ujian melalui sang anak.


[Aku tidak tahu, Kak. Harus melakukan apa lagi, hidupku sudah benar-benar hancur melihat istriku menangis layaknya orang yang telah putus asa akan hidupnya. Sementara anakku, tidak tahu apakah dia tetap bertahan atau tidak. Aku bingung, Kak, bingung ... Bagaimana caranya aku bisa melewati semua ujian ini, dan cara apa yang harus aku lakukan demi membawa Joey kembali ke dalam pelukanku sama Rani. Aku nyerah, Kak. Aku nyerah, aku tidak tahu lagi hiks ....]


Keputus asaan yang Ragil rasakan bersama sang istru sunggu menyakitkan hati mereka semua. Bagaimana mungkin mereka terbang secepatnya menyusul keluarga Joey, sedangkan kondisi Yola saja masih sangat mengkhawatirkan. Demam tinggi masih tidak kunjung menurun membuat Rio bingung langkah apa yang akan mereka ambil.


Nasihat yang Rio berikan terhadap keluarga Joey memang sangat berarti. Walaupun mereka masih tidak dapat hadir ke sana, tetap saja rangkulan tangan dari jauh melalui suport sangatlah berarti bagi mereka.


Akan tetapi, ada sedikit kejanggalan dari apa yang Rio sampaikan membuat Rani langsung menghentikan tangisannya dan merebut kembali ponsel dari tangan sang suami dalam keadaan panik, cemas, khawatir, semua bercampur aduk menjadi satu.


[Tadi, apa yang Kakak bilang? Yola sakit? Bagaimana bisa di sakit bersamaan dengan Joey? Bukannya waktu kami tinggal Yola baik-baik saja, biasanya dia hanya mengambek sedikit, mogok makan, tetap masih bisa kalian atasi. Terus kenapa Yola bisa masuk rumah sakit?]


Semua terdiam, tidak tahu harus mengatakan apa tentang Yola. Becca dan Rio tidak ingin menambah beban pikiran mereka dengan memberitahu kondisi Yola yang terbaring lemas di rumah sakit tanpa sadarkan diri. Namun, tidak ada cara lain selain jujur. Dikarenakan Ragil dan Rani terus mencecar mereka semua supaya tidak menyembunyikan tentang Yola.


Perlahan Becca menarik napas, lalu mengelurkan secara perlahan dan mulai menjelaskan tentang penyakit Yola yang aneh ini. Di mana Yola sakit karena memiliki ikatan batin yang kuat terhadap Joey, padahal pria itu bukanlah siapa-siapa baginya selain teman, sahabat, atau sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri.


Rani langsung lemas mendengar keadaan Yola sampai separah itu hanya rindu dengan Joey. Ragil tidak dapat berkata apa-apa, selain kagum terhadap ikatan batin kedua anak kecil yang sangat erat.


Dari sini semua orang dapat menyimpulkan kalau Joey dan Yola adalah jodoh yang Tuhan tetapkan dari kecil. Hanya saja, mereka tidak diperbolehkan menjodohkan anak usoa di bawah umur. Mereka hanya mendoakan yang terbaik untuk anak-anak, semoga hubungan mereka akan semakin berlanjut sampai dewasa dan menikah.


Hanya saja, semua pikiran itu mereka sampingkan. Fokusnya sekarang hanya untuk kesembuhan Yola dan Joey itu saja. Tidak lupa keluarga Naila juga akan ikut mengunjungi mereka yang ada di luar negeri bersama keluarga Naku.


Setelah mendengar semua itu, Rani meminta Ragil untuk melakukan video call supaya bisa melihat keadaan Yola. Rani begitu sedih melihat gadis kecil yang biasanya ceria kini hanya bisa terbaring lemah dengan wajah yang sangat pucet.


Tidak hanya itu, Rio juga mengarahkan video call Ragil yang menunjukkan kondisi Joey saat ini melalui kamera belakang. Di mana mereka merekam dengan jarak cukup jauh dan hanya menzoom kamera supaya terlihat dekat. Semua itu karena Joey berada di ruangan ICU yang tidak dapat dikunjungi sembarangan tanpa seizin dari dokter bersangkutan.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...