TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM

TERJEBAK DI DUNIA NOVEL SISTEM
Konferensi Bisnis


^^^"어서오십시오 들어오십시오"^^^


"Eoseoosipsio deuroosipsiyo," ucap Aluna.


(Selamat datang silahkan masuk)


^^^"감사합니다"^^^


"Khamsahamnida (Terima kasih)," sahut Tuan Dae Jung berjalan memasuki ruangan sembari melontarkan senyum kepada Aluna. Dia yang baru pertama kali bertemu Aluna sangat terkesima karena bertemu dengan penerjemah yang baik dan sopan.


Aluna bersama Tuan Dae Jung telah memasuki ruang konferensi. Disusul Alvin dan semua CMO di belakangnya. Mereka merasa puas dengan kinerja Aluna, meskipun Alvin tidak mengerti bahasa korea, dia yakin istrinya itu tidak sedang berbicara omong kosong.


Sekarang, semua peserta konferensi yang berjumlah lima belas orang, sudah duduk di tempat masing-masing menghadap meja yang bebentuk persegi panjang berukuran 5x2 meter. Mereka duduk saling berhadapan, berbeda dengan Alvin dan Aluna yang duduk bersebelahan di sisi ujung.


"Selamat siang, perkenalkan nama saya Alvin Wiratama, saya selaku presiden direktur W Grup, akan memimpin konferensi bisnis hari ini. Sebagai Moderator rapat kali ini saya memberikan wewenang kepada asisten pribadi saya Sekretaris Fang dan Tuan Juan sebagi Notulen, perwakilan dari perusahaan AYM. Dan untuk mempermudah acaranya, saya memberikan wewenang kepada ... Nyonya Luna sebagai pihak penerjemah." Alvin melirik Aluna yang tengah duduk di sebelahnya.


Aluna melengkungkan bibirnya ke atas, ia sangat tersanjung karena akhirnya suaminya itu tidak meragukannya lagi. Konferensi bisnis pun di mulai di menit itu juga. Setelah sekretaris Fang memimpin doa dan menjabarkan agenda rapat kali ini, Aluna mulai menunjukkan fungsinya sebagai penerjemah.


Aluna memberitahukan arti dari apa yang Sekretaris Fang bicarakan kepada Tuan Dae Jung langsung. Agenda yang mereka diskusikan adalah proyek Lotus, meliputi tujuan, fungsi dan keuntungan selama mereka bekerja sama. Alvin akan mendirikan resort dan tempat bulan madu di dekat pulau Jeju, mengajak Tuan Dae Jung agar mau berinvestasi dengannya.


Aku tidak menyangka ternyata kamu bisa diandalkan Luna, batin Alvin.


Karena transfer skill belum berhasil 100%, ada beberapa kata-kata Aluna yang memiliki arti sedikit berbeda. Namun, Tuan Dae Jung memaklumi Aluna karena dia tahu wanita itu bukan berasal dari negaranya. Di beberapa sela pembicaraan, bahkan mereka kadang berbicara secara santai dan informal. Ya, ternyata Tuan Dae Jung tidak sekaku yang Alvin pikirkan. Lelaki itu bahkan mengucapkan banyak Terima kasih kepada Aluna karena telah membantunya menerjemah.


^^^"도와주셔서 감사합니다"^^^


"Dowajusyeoseo gamsahabnida (Terima kasih atas bantuan anda)," ucap Tuan Dae Jung.


^^^"알았습니다"^^^


"Arasseumnida." Tambah Tuan Dae Jung lagi.


(Saya jadi mengerti)


^^^"네 천만네요"^^^


"Ne, cheonmanneyo," jawab Aluna.


(Ya, sama-sama)


Aluna merasa senang atas pujian Tuan Dae Jung kepadanya. Dia juga menawarkan bantuan kepada pria yang seumuran dengan ayahnya itu untuk memilih restoran paling bagus di tempatnya. Tuan Dae Jung hendak mengajak Alvin dan Aluna makan malam dengannya sebelum pulang ke Korea malam ini.


Sementara Alvin dari tadi tak lepas memperhatikan seorang Aluna, dia sangat terpukau dan terkesima melihat istrinya berbicara dengan bahasa Korea. Terlebih saat Aluna berhasil mencairkan suasana rapat dengan membuat Tuan Dae Jung tertawa. Itu berarti kontrak kerjasama Alvin kemungkinan akan disetujui olehnya.


Terima kasih Luna, kamu sudah menolongku, batin Alvin tak berkedip memperhatikan istrinya.


Tidak hanya Alvin, beberapa CMO dari perusahaan lain dan asisten yang dibawa Tuan Dae Jung, mereka begitu suka bahkan jatuh cinta terhadap Aluna. Tidak hanya cantik dan bertubuh seksi, Aluna terlihat elegan dan pintar ketika melayani Tuan Dae Jung sebagai penerjemah. Kalau bukan istri Alvin, sudah pasti mereka akan mendekatinya. Para asisten yang dibawa Tuan Dae Jung nampak kecewa ketika mengetahui lelaki yang duduk di sebelahnya ternyata adalah suami Aluna.


Alvin menatap mata sinis beberapa atasan lain yang melihat intens ke arah istrinya. Melihat perilaku posesif Alvin, mereka pun akhirnya sadar dan tidak berani mencuri pandang dengan Aluna.


"Sekretaris Fang, sepertinya sudah saatnya kita menjeda diskusi agar mereka beristirahat sejenak. Beri mereka waktu 15 menit untuk memikirkan kesepakatan kontrak kita," bisik Alvin di telinga asistennya.


Sekretaris Fang mengangguk, atas perintah dari Alvin langsung, dia lalu mengumumkan menjeda waktu agar Tuan Dae Jung berpikir dan cepat memberi kepastian kontrak mereka.


Beberapa perwakilan ada yang keluar ruangan sejenak untuk ke kamar kecil maupun untuk merokok. Ya, karena konferensi bisnis berlangsung tiga jam, Alvin memberikan kelonggaran waktu untuk beristirahat.


Mendapat kesempatan itu, sekretaris Fang langsung keluar ruangan, ada hal yang harus dia ambil di ruangan Alvin. Sementara Aluna dan Alvin masih asik berbicara santai dengan Tuan Dae Jung di ruangan. Selain membicarakan bisnis, Tuan Dae Jung juga membicarakan tempat favorit di Korea dan makanan favoritnya kepada Alvin dan Luna. Pria yang baru tahu mereka berdua adalah pengantin baru, berniat mengundang Alvin dan Aluna untuk berbulan madu ke negaranya.


"Luna, sepertinya saran dari Tuan Dae Jung bermanfaat. Bagaimana kalau kita rencanakan berbulan madu ke Korea?" tanya Alvin menggoda Aluna.


Mendengar itu, wajah Aluna tampak memerah. Dia hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Alvin.


***


Sementara di jam yang sama, Helen telah sampai di perusahaan Alvin. Dia berjalan memasuki lobi dengan perasaan geram dan jengkel.


Aku harus melakukan sesuatu, batin Helen.


Tidak sengaja matanya melihat Sekretaris Fang berjalan menuju lift, sepertinya lelaki itu akan menuju ruangan Alvin dilihat dari angka di dinding lift yang ia pencet.


"Sekretaris Fang," ucap Helen berjalan mendekati rekan kerjanya itu.


Mendengar ada yang memanggil namanya, sekretaris Fang langsung menoleh. "Helen!" serunya.


Mereka berdua lalu masuk ke dalam lift bersamaan.


"Bagaimana kabarmu? Apa benar kamu sudah berhenti bekerja Helen?" tanya sekretaris Fang penasaran.


Helen tak mengangguk bahkan tak mengiyakan. Dia hanya menunduk dengan wajah memelas, seolah memberikan kesan sedih yang mendalam. "Apa kamu sudah mendapatkan penerjemah pengganti?" tanyanya.


Setelah tombol lift ditekan, pintu lift tertutup. Mereka hanya berdua berdiri di dalam lift sembari terus mengobrol. "Untunglah ada Nona Luna yang menggantikannya." Sekretaris Fang mengembuskan napas pelan, "aku sempat bingung terhadap penerjemah. Kenapa bisa dia tidak hadir? Padahal aku sudah mengirim jadwal hari ini kepadanya! Aku yakin tidak salah lagi. Karena aku masih punya buktinya," tambahnya.


Aku yang merubahnya, bodoh! Batin Helen.


Karena takut rahasianya terbongkar, Helen langsung mengalihkan pembicaraan. "Bagaimana konferensinya? Aku tidak yakin berjalan dengan lancar," kata Helen.


"Justru itu aku sangat kagum dengan Nona muda. Nona Luna telah berhasil menjadi penerjemah yang baik, aku malah baru tahu kalau Nona Luna sepintar itu mengambil hati klien. Kerena merasa puas Tuan Dae Jung juga banyak memuji Nona Luna. Bahkan Tuan Dae Jung secara pribadi mengundang Tuan Alvin dan Nona Muda makan malam bersama, di restoran yang sudah dipesan Nona Luna untuk nanti malam," kata sekretaris Fang.


Apa? Jadi klien Korea mengajak mereka berdua makan malam! Aku harus melakukan sesuatu agar mereka tak jadi makan bersama! pikir Helen sembari tersenyum licik.


###


Kalau suka kasih vote mingguan ya😊


Terima kasih.